Kemarin, senja di 21 April 2009, sudah ketiga kalinya pengecut-pengecut itu datang, ke tempat yang sama, orang yang sama, dan tujuan yang sama. Dan ketiga kalinya pula mereka ingin katakan pada dunia bahwa cuma mereka umat yang terpilih, yang dipilih tuhan untuk mengelola sepetak dua petak tanah di surga. Seakan kaplingan tanah di surga sudah di konsesikan tuhan terhadap mereka.
Pengecut? Ya, aku panggel dan pastinya aku anggap kalian pengecut. Pengecut yang selalu takut terang, seakan hantu blawu, yang selalu bermain di gelap, tikam belakang, sebo-seboan, dan yang sedikit menjijikkan selalu atas nama tuhan.
Kemarin, senja itu, memang tak sempat aku lihat kebiadaban kalian. Kebiadaban yang menurutku telah kalian susun sebelumnya, sebelum kemarin dan senja itu hinggap di Fakultas Pertanian Unsyiah. aku tau, semua telah kalian susun bersama para syuro-syuro kalian, telah kalian kotori mesjid-mesjid untuk rapat iblis kalian, untuk menghasut, hingga lahir dogma bahwa semua diluar kalian adalah kafir.
Boleh, silahkan. Bagi aku, silahkan kalian anggap kami kafir, karna pertanggung jawaban keimanan kami bukan pada kalian, tapi pada tuhan kami, tuhan yang kami yakini benar adanya tanpa ada paksaan. Dan tolong, sekali lagi aku minta-walau amarah sudah di ubun-jangan ganggu kami. Ambil apa yang kalian mau, kekuasaan-untuk partai wahabi kalian itu-silahkan kalian ambil. Asal dengan cara yang halal dan intelek. Jangan kalian ganggu kami dan jangan kalian paksakan pikiran kotor kalian itu pada kami.
Cerita kemarin senja jadi bukti betapa buasnya nafsu serakah akan kekuasaan kalian, kekuasaan yang merupakan upeti bagi syuro-syuro kalian di partai wahabiah itu, yang pada pemilu kemarin tak maksimal merebut hati rakyat.
Dan yang terakhir dari umpatan ini, tolong kalian ingat. Aku tunggu kalian, di terang, bukan di gelap. Jangan seperti hantu blawu, jangan sebo-seboan, dan jangan jubah-jubahan. Dimanapun dan kapanpun..!!
1 komentar:
hmm..PKS bukan??
Poskan Komentar