6 Agt 2009

Mari Ingat Kembali Sejarah Kelam Pembantaian DOM di Aceh Saudaraku…!!

Pemberlakuan Daerah Operasi Militer oleh Rezim Orde Baru dan antek-anteknya yang ada di Aceh pada tahun 1989 hingga tahun 1998 merupakan sejarah kelam dan tragedi yang tak dapat dilupakan bagi Rakyat Aceh.

Hingga status Daerah Operasi Militer dicabut pada tanggal 7 Agustus 1998 oleh Panglima ABRI pada masa itu yaitu Jenderal Wiranto, baying-banyang sejarah kelam nan hitam pekat itu masih terpatri dalam ingatan sebagian besar Rakyat Aceh. Sampai sekarang Pemerintah Indonesia belum mengakui dalam bentuk apapun adanya adanya kejahatan kemanusian dan pembantaian yang dilakukan oleh serdadu Indonesia pada masa itu.

Anak-anak yang kehilangan orang tua tanpa pernah tau bagaimana bentuk jasad dan kuburnya, para wanita yang kehormatannya direnggut secara paksa, puing-puing rumah yang terbakar, dan beribu cerita lainnya menjadi saksi dari sejarah kelam dan hitam nan pekat itu.

Seperti kata Soekarno, bahwa jangan pernah sekali sekali kita melupakan sejarah, maka kami mengajak segenap Rakyat Aceh untuk tidak pernah melupakan tragedi pembantaian atas nama nasionalisme buta tersebut. Untuk masa depan Aceh yang lebih baik, yang jauh dari kemelaratan hidup dan merdeka dari setiap kejahatan kemanusian yang dikaukan oleh serdadu Negara dan Aceh yang selalu menjunjung tinggi hak azasi manusia rakyatnya.

Kita juga menuntut Pemerintah Aceh untuk tidak melupakan tragedi kelam nan hitam pekat Pemberlakuan Daerah Operasi Militer (DOM), agar menjadi pelajaran dan pengalaman berharga bahwa pendekatan kekerasan militerisme haram berlaku di negeri yang meutuah ini. Dan juga menjadikan hari pencabutan Daerah Operasi Militer (DOM) pada tanggal 7 Agustus sebagai Hari Pembebasan Aceh dari pembantaian dan kejahatan kemanusian serdadu Negara Indonesia.

Mari Kita Ingat Kembali Sejarah Kelam Pembantaian DOM di Aceh saudaraku…!!

0 komentar: