Sebentar lagi lebaran, kata mereka yang menantikannya. Ketika kuketik sekata duakata celoteh ini, aku masih berpikir apa arti lebaran bagi manusia. Besok rencana mau kutatap wajah ibuku, karena dialah yang pantas aku aku tatap untuk pertama kali sekarang. Banyak dari kita yang sudah lebih dulu menatap wajah sang ibu, seperti barisan preman wilayah barat Atmaka dan juga barisan wilayah Peurelak Atmaka. Terakhir masuk kabar ke hape busukku, Haji Muhammad [HM] Teuku Muhammad Kurniawan sudah menginjak negeri asalnya. Ah, aku juga jadi rindu mengggapai kampung halaman walau dengan sekelumit masalah yang aku tinggalkan di kandang kita di kampus merah itu.
Sedikit kukabari, ketika paragraf pertama ini kusudahi, Badak, Aroel Jaroet dan Pane Amroe silih berganti mengomentari statusku. Aku sendiri tak tau apa maksudnya, tapi kuanggap saja bentuk reaksi dari rindu dan cinta yang mereka pendam padaku.
Kandang kita mungkin jadi sepi, dari celotehan yang kadang ada orang anggap tak berguna, tapi aku tetap menganggap itu sebagai fenomena kebergunaan. Dari forum induk di kandang itu sekarang kalian sedang membentuk sub forum di tanah kalian masing-masing. Pereulak, Nanggroe Barat, dan mungkin sedikit yang masih tinggal di Kutaradja. Badak mungkin akan jadi raja di Peureulak dan Cakeuk aku yakini sebagai Panglima Perangnya. Di Nanggroe Barat ada Jampok yang berebut tempat sebagai raja dengan Haji Muhammad [HM] Teuku Muhammad Kurniawan, mungkin ada Bang Roykee dan Petot yang sedikit menggembosi keadaan. Kutaradja? ah, kota tua ini tetap akan di huni oleh para cukong dan maniak rantam keude kupi, ada Akang, Hanfi Diyus, dan beberapa elemen kecil lainnya. Dan aku yang telah kalian pilih sebagai raja diraja yang memegang singgasana Atmaka Arga Arcala setahun depan memilih untuk berdiam diri menyepi di kaki bukit Geurutee Meurehom Daya, negeri indah warisan jejak perahu Fansuri.
Beberapa hari yang lalu, ada sedikit riak di tanah merah kita, riak yang sebenarnya tak layak dianggap riak jika ada manusia yang berani berteriak lantang. Jika saja Abdullah Muhammad Amin tak diangkut oleh serdadu cukimay [meminjam kata badak] itu mungkin tak harus Cakeuk dan Bang Andre mengeluarkan tenaga dalamnya hingga si serdadu cukimay itu terpelanting kena tunjang hingga mengeluarkan amarah nya di ujung bedil mini pemberian pemerintah yang di gaji dari uang rakyat. Walau ada sedikit yang tak terima, tapi riak itu telah redam dari dendam seredam monyong Abdullah Muhammad Amin menyantap paha ayam kemarin malam.
Sekarang, yang aku tau Badak masih membelakkan matanya di depan layar Muka Buku ini, baru saja ia memberi balasan dari komentarku terhadap sapanya dengan Pane Amroe. Cerita tentang Badak, dialah pemilik hak paten dari kata "kurang" yang pernah menjadi virus beberapa kelompok preman di Muka Buku, bahkan menjalar ke komunitas-komunitas lainnya. Itu mungkin prestasi dia yang pernah kucatat, mungkin kawan-kawan bisa membantahnya atau malah menambahkannya.
Oya, apa kabar angkatan pertama Atmaka? adakah kabar kalian bisa terhimpun di data pengurus Mapala Hukum Unsyiah? yang aku tau kabarnya selama ini cuma Akang, Diyus Hanafi, Indis Kurniawan, Fauzan dan Pane Amroe, karena intensitas tatap muka ku dengan mereka relatif tinggi. Diyus Hanafi sendiri baru kurogoh bungkus rokoknya untuk sebatang Dunhill yang berbungkus merah itu di Chek Yukee. Sedangkan Akang beberepa malam yang lalu selalu kulalui dengannya di tepi Krueng Aceh meneguk semangkuk dua mangkuk kupi, dan alhamdulillah aku tidak harus mengeluarkan rupiahku untuk membayarnya, Terimong Geunaseh untuk Akang atas kopinya. Huhu
Ah, banyak cerita lainnya yang harus kita bagi, tapi tak melalui dinding maya ini mungkin. Tentang saudara kita yang lagi jatuh hati pada anak dara kampus, tentang sapu busuk sekret yang selalu mengundang seuntai senyum betina dan mungkin cerita tentang "kurang" dan "lebih" dari kalian. Aku tunggu itu. Spesial untuk bang Gembel, tolong dong warnai tubuh kami dengan indahnya Tano Gayo.
Jika boleh aku jujur, sekarang aku lagi lapar, lapar akan kebersamaan dan kekurangan kita. Kita memang kurang tapi tak pernah berkurang walau yang menghadang adalah karang.
Salam Atmaka..
Muhajir alias Bukom
H. VII. 049. USK
1 komentar:
hello...aku dari ank.3 mapala hukum, salam kenal.
musang
Poskan Komentar