Senyummu menyanjung malam
Syairmu menghantam kelam
Bocah, nasib telah kau genggam
Urungkan untuk kau diam
Kota ini terlalu angkuh
Hingga mereka candu berselingkuh
Tapi siang telah kau sirami peluh
Untuk sebuah hidup yang tak mengeluh
Hidup kita sama bocah
Kau tapaki setiap ruang remang dengan botol botol pecah
Hidup kita indah bocah
Seindah nyanyian singgasana tuhan ketika malaikat meyembah
Bocah, aku harap remang ini abadi
Aku harap gelap tanpa datang mentari
Aku harap malam tanpa pagi
Aku harap cinta tanpa benci
Taukah kau bocah, malam itu indah
Malam itu damai, malam itu merdu, malam itu syahdu
Taukah kau bocah, mereka tak tau indah malam
Mereka tak tau damai malam, mereka tak tau merdu dan syahdu malam
Ada beribu cerita cinta disini, cerita lapar, cerita pembangkangan
Cerita kedaulatan yang dirampas nafsu di selangkangan
Warga malam tak punya tilam
Warga malam merindu diam
Bocah, kita bukan pecundang
Kau pejalan hari yang merindu malam, bersanding riang
Hidup ini nikmat bocah
Karena malam kita malam para pengabdi
Karena cinta kita cinta para sufi
[Malam, 25 Desember 2009]
1 komentar:
gelap tanpa akhir.
terang tak bermula...
Poskan Komentar