24 Jul 2010

Aceh Terus Dijajah


Ini adalah pemandangan dari atas rawa-rawa belakang kampung Jantang yang telah ditimbun oleh PT LSM setinggi lebih kurang 50 meter, dan timbungan ini terus bertambah dan bertambah seiring menumpuknya keserakahan dalam diri Jery Patras sang mantan pembantai yang sekarang sering menjilat pada raja negeri, Irwandi Yusuf.


Dibawah timbunan ini langsung sawah warga Jantang atau biasa disebut dengan kawasan Blang Jantang. dan setelah blang Jantang maka langsung pemukiman warga gampong Jantang seperti yang tampak pada gambar. Jika seandainya timbunan ini runtuh atau longsor yang diakibatkan oleh hujan atau sebab lainnya maka siapa yang akan bertanggung jawab ? dalam diri warga Jantang sekarang dihantui ketakutan tapi mereka tak bisa bersuara karena mulai dari kepala mukim Cot Jeumpa [Armansyah, yang juga warga Jantang], tuha peut, sekdes, kepala pemuda dan terkecuali keucik semuanya telah bersekongkol dengan PT LSM. Apalagi membayangkan sosok Jery Patras sang mantan kolonel yang jadi direktur PT LSM.

Sedangkan kapal yang sedang bersandar di teluk Jantang seperti yang tampak pada gambar tersebut adalah kapal yang mengangkut kekayaan alam Aceh ke China. kapal inilah yang teLah menjadi saksi betapa kita sedang terjajah sama seperti dulu, tak ada hasil dari perang yang telah berlangsung selama 32 tahun dan puluhan ribu nyawa yang melayang. Irwandi sibuk dengan proyek publoe nanggroe nya, sedangkan mantan pejuang ditataran bawah tidak mengerti apa yang harus mereka perbuat, karena dari dahulu mereka tidak diajarkan bagaimana cara berpolitik atau membangun gerakan melawan penjajahan. Yang diajarkan pada mereka hanya cara berperang dan cara berperang. sedangkan mereka yang sedikit punya ilmu sekarang sibuk dibelakang mobil mewah dan kepulan nafsu uang proyek.

Ada sebuah pelajaran yang harus kita ambil dari cerita perampokan sumber daya alam di Lhoong, bahwa penjajahan dan perampokan terhadap kekayaan alam rakyat Aceh masih berlangsung. Dengan jargon atas nama pembangunan dan atas nama mengisi perdamain, padahal yang diisi adalah perut mereka yang punya jabatan dan nafsu mereka yang punya serakah. Apa yang rakyat dapatkan selain kentut dan ancaman bencana, selain ancaman kematian akibat tebaran pesona racun tambang dari perusahaan penjajah.

Kita semakin bodoh dan bodoh jika percaya bahwa ada kesejahteraan dari lubang tambang. Lubang tambang menghasilkan kemiskinan, kehancuran dan juga kebodohan. Jika pemerintah tak mampu, maka bubarkan saja negara ini.. !!

Komite Masyarakat Lhoong [KML]

1 komentar:

agus manusia rimba mengatakan...

"hana ubat" kalau kata seniorku ihsan glee....

tak ada kata merdeka,tanahku masih dijajah sepenggal politik busuk di negeri ini