Tawaku hilang, ditelan laut seberang. Cepat pulang, pejuangan masih panjang.
Cepat pulang, negeri ini masih lajang, butuh perempuan sepertimu menghantam setan yang menghadang.
Biru laut tak sebiru air mata bertalu-talu, yang menetes diantara kelopak bunga yang sedikit malu
Hijau gunung tak sehijau harapan anak dungu, yang melintas di persimpangan harapan semu
Kopi kita belum habis secangkir, butuh bibirmu untuk merasakan cinta yang terukir
Hingga sepotong senja tak layak kuberikan pada siapapun sebelum perjuangan ini sampai pada ujungnya
Aku rindu, aku rindu tawamu..
Semangatmu mengusir penjajah dari negeri kita, Aceh.
Lhoong, 21 September 2007
Cepat pulang, negeri ini masih lajang, butuh perempuan sepertimu menghantam setan yang menghadang.
Biru laut tak sebiru air mata bertalu-talu, yang menetes diantara kelopak bunga yang sedikit malu
Hijau gunung tak sehijau harapan anak dungu, yang melintas di persimpangan harapan semu
Kopi kita belum habis secangkir, butuh bibirmu untuk merasakan cinta yang terukir
Hingga sepotong senja tak layak kuberikan pada siapapun sebelum perjuangan ini sampai pada ujungnya
Aku rindu, aku rindu tawamu..
Semangatmu mengusir penjajah dari negeri kita, Aceh.
Lhoong, 21 September 2007
1 komentar:
Haduh-haduh hayak mamen! hahaah
Poskan Komentar