1 Sep 2010

Secuil Rindu Untuk Bersua, 1998-2001 MTsN Banda Aceh I.

Beberapa hari yang lalu, aku ngopi sama Abrar Muhammad Yus di Solong. Dan beberapa hari yang lalu juga aku jumpa sama Teuku Ribaldi di sebuah warung makan rasa pulau seberang di Lamnyong. Dengan Baldi aku gak ngomong panjang lebar, karena aku lagi ada acara buka puasa anak Hukum dan dia juga lagi sedang ada acara dengan kawan-kawan Tekniknya. Cuma bersenda satu dua kata dan keluar kata-kata "lama kita gak jumpa dan gak ngumpul sama kawan-kawan yang lain". ya, lama tak bersua setelah 9 tahun berpisah dari sekolah yang sekarang melabelkan dirinya sebagai sekolah model di banda aceh [apakah dari dulu sudah model? aku gak tau, lupa. hehe].


Yang lama aku ngopi sama Abrar, panjang lebar kami bercerita dan sesekali mengulang kisah lama di sekolah, tentang guru olahraga [aku lupa namanya] yang sangar dan juga tentang pak Zul yang garang dan lawak menguraikan teori-teori sinus cosinus mata pelajaran Matematika. Memang, sejak kepulangannya dari pulau seberang, aku sama Abrar sering berhubungan walau hanya untuk berdisusi dan kadang menikmati segelas kopi di Ulee Kareng. Yang aku heran dan tak bisa kulupakan dari kawan mungil sebiji ini adalah selalu yang ditanyakannya adalah tentang kawan lama, kawan sekolah kita dulu. Walau kadang diskusi mengarah ke masalah politik dan agama, tapi tetap ujungnya lari ke masa ketika kita masih bercelana biru dulu.

Sekitar dua bulan yang lalu, ketika masih di kampungku di Lhoong, aku jumpa sama Mahfud [Mahfus Bram, III 4] di jalan raya kaki Geurutee. Waktu itu dia baru balik dari tempat kerjanya di sekitaran Calang, di sebuah perusahaan perkebunan sawit disana [setidaknya begitu dia katakan sama aku]. Kuminta rokok sebatang sama dia dan kuajak untuk minum kopi di Puncak Geurutee, tapi dia menolak dengan alasan hari sudah sore dan takutnya dia akan kemalaman pulang ke Banda Aceh. Ya sudah, cuma bercakap-cakap sebentar akhirnya dia hidupkan keretanya dan langsung tancap gas ke Banda Aceh.

Al Fajaruddin atau Fajar atau Udin [kalian kenal kan?] memang satu kampus kuliah sama aku, Fakultas Hukum Unsyiah, dan satu leting kami di 2005. Si Iqbal Tembem [Iqbal Lamdingin yang dulu kelas III 4 kalau aku tidak salah] sekarang jadi polisi di kampung aku, dia jadi anggota Polsek Lhoong. Ketika pulang kesana setidaknya beberapa kali aku jumpa dia.

Semenjak 9 tahun lalu, banyak yang aku jumpa dan banyak juga cerita. cuma sekarang, setelah panjang lebar berbicara dengan Baldi dan berdiskusi dengan Abrar, aku jadi sadar dan keinginan untuk berkumpul kembali itu jadi membara. walau mungkin sudah tak saling kenal, walau mungkin ada yang jumpa di jalan tak saling sapa entah karena sombong atau karena memang tak mengenal lagi atau mungkin juga karena segan untuk menyapanya. hehe.. Abrar selalu bilang sama aku "kalau bisa kita garap lagi jir acara reunian atau apalah namanya yang pasti kita bisa ngumpul". Ya aku pikir juga begitu, rugi kita bersaudara selama 3 tahun dari 1998-2001 kalau akhirnya jadi tak saling kenal lagi, jadi tak saling menyapa lagi. padahal dulu [jika kita mau jujur] ada selaksa cerita yang kita jalani bersama, ada ribuan kisah yang kita hadapi bersama, dari kisah kasih sampai ke cerita cabut sekolah, dari cerita dikejar pak Zul sampai ke cerita si Abrar yang sering bawa rokok dan kita hisap sama-sama di ruang ganti baju olahraga. Selinting dua linting, sahabat itu amat penting, begitu prinsip kita dulu. Hehe.

Hmm.. catatan sederhana ini aku buat karena sekarang aku lagi memikirkan apa yang si Abrar pikir. Banyak kita buat Kenduri Buka Puasa Bersama dengan kawan-kawan kuliah ata juga kawan-kawan SMA kita, tapi tidak terpikirkan untuk sebuah masa sebelumnya, masa ingusan atau masa rengesan..

Ah, tak ada lagi imajinasi aku untuk bercerita tentang kita, catatan ini cuma sebagai pembuka. Mungkin kalian nanti yang akan menyambungnya, atau mungkin juga aku yang akan mengedit dan menambahkan jika ada lagi imajinasiku. tolong juga kawan-kawan tag kepada yang lain yang pernah menghuni dan seleting dengan kita di sekolah itu, MTsN Banda Aceh I.

Untuk syedara-syedara semua, aku minta maaf beuh.. hehe
Saleum Damee..
Muhajir. I 7, II 4, III 3.

0 komentar: