9 Agt 2011

Partai SRI, Untuk SMI.



Beberapa hari ini berita politik di Indonesia sedang hangat dengan pendaftaran sebuah partai baru ke Kementerian Hukum dan HAM, yaitu Partai Serikat Rakyat Indonesia (SRI), yang dengan lantangnya dari pertama muncul telah mendeklarasikan akan mendukung Sri Muliani Indarwati (SMI) sebagai Presiden Indonesia pada pemilu tahun 2014. 

Partai SRI diketuai oleh aktifis Setara Institute, Damianus Taufan. Di tubuh SRI juga ada Todung Mulya Lubis, aktivis anti korupsi dan pengacara. Juga ada Rocky Gerung dan Arbi Sanit, Guru Besar Filsafat dan Guru Besar Ilmu Politik dari Universitas Indonesia.

Sri Muliani Indarwati, adalah mantan Menteri Keuangan Indonesia, sekarang menjabat sebagai Managing Directur World Bank. Dialah orang yang diklaim oleh beberapa pihak sebagai orang yang bertanggung jawab terhadap proses Bailout dana talangan Bank Century yang merugikan negara hingga 6,7 Triliun. Sebuah kasus korupsi besar di negara ini yang sampai sekarang belum tuntas.

Bagiku, semua biasa-biasa saja, Sri Muliani mungkin akan mengulang kisah SBY pada 2004, setelah dizalimi oleh Megawati maka dia menjadi pemenang pemilu karena rakyat menganggap SBY adalah orang yang terzalimi. Bedanya Sri Muliani tidak dizalimi oleh SBY yang merupakan bos nya pada waktu itu. Terlepas benar atau salah yang telah 'menzalimi' Sri Muliani adalah media dan rakyat Indonesia. Hingga kemudian beliau 'diselamatkan' oleh World Bank dengan ditarik ke Washington, Amerika Serikat.

Dan juga biasa-biasa saja, bahwa pendeklarasian partai SRI adalah hak setiap warga negara, hak berpolitik, hak berkumpul dan juga hak menyatakan pendapat. Dan juga biasa-biasa saja, jika Sri Muliani kemudian dicalonkan sebagai Presiden Indonesia pada 2014.

Tapi, bicara pilihan, tunggu dulu. Banyak yang harus kita diskusikan untuk menyatakan dukungan terhadap Sri Muliani dan juga partai SRI. Boleh orang-orang besar dan intelektual yang selama ini kritis terhadap pemerintah berada di barisan partai SRI dan Sri Muliani, tapi itu bukan berarti bahwa kita akan ikut serta membebek pada meraka.

Bagiku, kritik terhadap Sri Muliani adalah kritik ideologi, bahwasanya kedaulatan ekonomi bangsa ini harus berada pada rakyat, bukan pada kepentingan asing dengan barisan corporate-corporate nya. Dan kampanye integritas yang dilakukan oleh partai SRI adalah pembohongan besar yang mereka lakukan terhadap rakyat Indonesia. Jika memang Sri Muliani orang yang berintegritas dan jujur kenapa pula dia tidak membongkar habis apa yang sebenarnya terjadi dengan kasus Century, bukannya menangis dan kemudian lari ke Washington.

Bagiku, masalah terbesar di negara ini sekarang adalah masalah kedalatan. Untuk apa orang berintegritas -- walau sebenarnya Sri Muliani menurutku juga tidak berintegritas -- dan jujur -- Sri Muliani juga tidak jujur -- kalau kedaulatan kita tidak punya. Berapa banyak sudah orang yang pintar dan berintegritas di negara ini dan kemudian merekalah yang memperpanjang penjajahan secara ekonomi sosial budaya oleh bangsa lain kepada Indonesia. Kita butuh pemimpin yang berani berkata tidak penjajahan dan berani menegakkan kedaulatan negara ini, itu yang sangat diperlukan. Hal itulah yang seakan hilang semenjak Soekarno ditumbangkan oleh Orde Baru hingga sekarang.

Yah, semoga Sri Muliani bisa pulang dan merasakan apa yang dirasaan oleh petani-petani kampung yang sawahnya hilang, gelandangan di kota-kota yang tak punya tempat tinggal, anak-anak putus sekolah dan juga kadang yang tak punya sekolah, yang semuanya itu adalah dampak dari kebijakan World Bank yang menjajah.

Mari pulang ibu, dan mari merasakan!


0 komentar: