<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550</id><updated>2011-12-11T01:13:17.062-08:00</updated><title type='text'>Pemulung Makmur</title><subtitle type='html'>" Manusia malam yang harap cemas menunggu pagi "</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>79</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-7061819891536443685</id><published>2011-12-11T00:30:00.001-08:00</published><updated>2011-12-11T01:13:17.077-08:00</updated><title type='text'>Sondang</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Uz8yKg58aDk/TuRz05VlqrI/AAAAAAAAAEU/mClTw4wQMdQ/s1600/sondang.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-Uz8yKg58aDk/TuRz05VlqrI/AAAAAAAAAEU/mClTw4wQMdQ/s1600/sondang.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Rabu, 7 Desember 2011, di depan istana negara yang megah, dia membakar tubuhnya hingga melepuh. Dalam kondisi kritis dia dibawa ke Rumah Sakit. Sabtu, 10 Desember, nyawa Sondang tak bisa diselamatkan, dia meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sondang, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bung Karno Jakarta, angkatan 2007. Sehari-hari aktif dalam gerakan mahasiswa di Jakarta. Dia adalah ketua Hammurabi - Himpunan Aksi Mahasiswa Marhaenis untuk Rakyat dan Bangsa Indonesia. Sondang selalu ikut dalam aksi-aksi di jalanan Jakarta. Dan Hammurabi merupakan bagian dari koalisi Sahabat Munir; sebuah komunitas yang dibentuk oleh para aktivis HAM di Jakarta untuk memperjuangkan keadilan terhadap Munir dan korban pelanggaran HAM di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang-orang yang kemudian menyamakan aksinya dengan seorang tukang sayur di Tunisia, Bouazizi, yang membakar dirinya sendiri dan menyebabkan api revolusi membakar Tunisia. Bouazizi membakar dirinya setelah petugas menghancurkan lapak jualannya. Mungkin bisa jadi Sondang terinspirasi dari Bouazizi, dan pastinya Sondang menginginkan api revolusi juga membakar Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, banyak juga orang yang menyepelekan aksi Sondang. Bahkan ada yang menhinanya, kalau aksi yang dia lakukan merupakan suatu tindakan yang tak berguna, merusak diri sendiri, dan tidak akan mempunyai efek apa-apa terhadap perubahan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Melihat sepak terjangnya dalam dunia gerakan, aku berpikir Sondang adalah martir. Mungkin dia frustasi melihat kondisi Indonesia yang terus seperti ini tanpa ada perubahan yang berarti. Sondang sudah mengambil langkah berani untuk sebuah perubahan yang dicinta-cikan, sebuah revolusi. Dia berani melakukan hal tersebut tanpa ada pemberitahuan kepada teman-temannya dan media, dengan begitu, tak ada embel-embel politisasi di belakangnya. Walau sampai saat ini istana masih diam dengan kejadian pembakaran di depan istana tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kita menunggu Indonesia menjadi seperti Tunisia, menunggu sebuah revolusi. Apakah yang telah dilakukan Sondang bisa menyadarkan banyak orang, tergantung orang-orang Indonesia melihatnya. Jika orang-orang Indonesia masih belum sadar, maka sia-sialah apa yang dilakukan Sondang. Di dalam kubur, Sondang pasti berharap ada sebuah perubahan, biarlah dia jadi martir, tapi yang penting Indonesia berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat jalan Sobat.. Aku tak mengenalmu secara fisik, tapi bathinku selalu dekat denganmu. Salam untuk semua pejuang yang telah pergi dari negara ini, salam manis untukmu.. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-7061819891536443685?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/7061819891536443685/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=7061819891536443685' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/7061819891536443685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/7061819891536443685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2011/12/sondang.html' title='Sondang'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-Uz8yKg58aDk/TuRz05VlqrI/AAAAAAAAAEU/mClTw4wQMdQ/s72-c/sondang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-7084513128466178117</id><published>2011-11-13T11:30:00.001-08:00</published><updated>2011-11-14T14:11:47.451-08:00</updated><title type='text'>God Bless, Terima Kasih!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terima kasih untuk God Bless, legenda rock Indonesia ini baru saja menghabiskan konser-nya di Blang Padang, Banda Aceh, Minggu malam, 13 November 2011. Blang Padang, lapangan luas yang dulu pernah dipersengketakan antara Kodam Iskandar Muda dan Pemkot Banda Aceh ini, menjadi tempat para pecinta musik Rock Aceh melampiaskan kerinduan akan musik-musik berkualitas di Aceh.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-bbbog3lJrAc/TsGMuIAuAMI/AAAAAAAAAEE/Ue3OTvPY6x0/s1600/God+Bless.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-bbbog3lJrAc/TsGMuIAuAMI/AAAAAAAAAEE/Ue3OTvPY6x0/s320/God+Bless.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;Foto: Tepank Fajriman Teuku.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;God Bless yang kemarin malam dibawa oleh Dji Sam Soe Magnum Filter, terakhir datang ke Aceh pada tahun 1991, tempatnya di stadion Lampineung. Aku tau dari beberapa kawan-kawan yang saat itu ikut menonton bersama orang tuanya, sedangkan aku pada saat itu masih jadi anak ingusan di kampung, Lhoong. Dari kawan juga aku dengar bagaimana meriahnya pada saat itu, masih ada Eet Syahrini yang sekarang menjadi gitaris EdanE.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tau God Bless datang seminggu yang lalu ketika baru pulang dari Lhoong menuju Banda Aceh, di Simpang Tiga Stui, ada baliho yang bertuliskan Legenda Rock Moment, tapi tidak ada nama God Bless disitu. Ada kawan yang nyelutuk, "Aku dengar kabarnya itu konser God Bless, Jir". Wow, God Bless, aku langsung bertanya-tanya, apakah itu betul?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga dua malam kemudian,&amp;nbsp; aku lihat tweet seorang wartawan di Banda Aceh, yang menuliskan tentang kedatangan Iyek dan kawan-kawan ke Banda Aceh. Langsung aku update status Facebook tentang berita ini, aku sms kawan-kawan yang menurutku akan tersenyum senang mendengar berita ini. God Bless datang ke Aceh! Mendengar berita ini saja hidup jadi semangat, apalagi sampai berada di shaf terdepan dalam konser nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin malam, aku pergi dengan Idrus dan Jojo Jalang, setelah sebelumnya kami berada di tempat Idrus di Lamtemen, Kanot Bu. Dari sebelum pergi Idrus sudah bercerita tentang Yah Cut, seorang penjual kopi di warung Treas jalan Inong Balee, Darussalam. Yah Cut ini seorang penggila lagu-lagu lawas, dan mayoritasnya ada God Bless. Jika hendak ingin mendengar lagu-lagu God Bless dari album pertama sampai yang terbaru, maka datanglah ke warung kopi Yah Cut. Aku bilang sama Idrus kalau aku yakin bahwa Yah Cut pasti sudah berada di depan panggung jauh sebelum acara di mulai. Dan Idrus sama Jojo pun tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berangkat dari Lamtemen, tapi sayang nya ketika sampai di Blang Padang aku kehilangan mereka. Kutunggu sebentar di depan SMP 17, tapi tak juga nampak batang hidung mereka. Aku hampir mumang, di kantong tak ada uang sepersen pun, bagaimana cara harus masuk? Walau tiket gratis, tapi parkir tidak, dan yang jaganya juga beberapa tentara, walau mereka tak memakai baju loreng. Hampir putus asa, Fauzan pun menelpon, dia sudah di dalam. Tanpa cakap panjang, aku suruh dia ke tempat aku. Dari sakunya keluar uang 2000, dan kami pun masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai di dalam, MC sudah di atas panggung. Aku temui Diyus Hanafi beserta istri dan anak-anaknya di luar pagar, dia tidak masuk kedalam, karena memanng anak-anak kecil tidak diizinkan masuk, takut terjadi sesuatu. Maklum, ini Rock.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langsung ke depan panggung, disana sudah ada Hespi, Robi, Eddi dan beberapa kawan-kawan Mapala Hukum Unsyiah. Dan yang tambah bikin aku semangat, bang Fauzi, si bos parkir Fakultas Hukum Unsyiah sudah ada disana. Dia memang tukang parkir di kampus, tapi untuk selera musik, dia masih diatas mahasiswa-mahasiswa yang ada di kampus sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-zZwVZjX84fE/TsGNq-y9YvI/AAAAAAAAAEM/WiQtxE5jpXA/s1600/God+Bless+1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://1.bp.blogspot.com/-zZwVZjX84fE/TsGNq-y9YvI/AAAAAAAAAEM/WiQtxE5jpXA/s320/God+Bless+1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Foto: Chaideer Mahyuddin/Acehkita.com&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Di atas panggung ada band pembuka, namanya kalau tidak salah Nocturno (kalau salah tolong dikoreksi, dan aku mohon maaf), aku tau wajah beberapa anggota mereka, tapi tak kenal orangnya. Mereka bawa satu lagu barat yang aku tak tau judulnya, kemudian Kutidhieng miliknya Liza Aulia, terus sebuah lagu dari Pay, dan yang terakhir Sweet Chield O' Mine-nya Gun 'N Roses. Cukup menjadi pemantik kehangatan untuk sebuah pesta besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa panjang lebar MC bicara, Ian Antono langsung masuk ke panggung, ada yang histeris, disusul kemudian Donny Fatah dengan gaya preman nya masuk dan baru kemudian Ahmad Albar yang akrab dipanggul Iyek. Histeris? Bagi kami yang berada di depan, pasti. Dengan lagu pertamanya &lt;i&gt;Blablala &lt;/i&gt;mereka menggetarkan Banda Aceh.Untuk drummer, mereka bawa Sambassy, anggota baru, dan di kibod ada Abadi Soesman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lagu pertama, Iyek berteriak untuk Aceh; "Hidup Aceh! Hidup Aceh!". Di depan panggung, aku dan Robi tak canggung untuk menyahut; "Merdeka! Merdeka!" setelah kata Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu kedua menyusul &lt;i&gt;Kehidupan&lt;/i&gt;, Kemudian berturu-turut &lt;i&gt;Menjilat Matahari&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Rumah Kita&lt;/i&gt;; yang bercerita tentang urbanisasi yang menjadi penyakit pembangunan. Kemudian &lt;i&gt;Prahara&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;NATO&lt;/i&gt;, dari album terbaru mereka tahun 2009; Godbless 36, dan &lt;i&gt;Bara Timur&lt;/i&gt; lagunya Gong 2000. Ketujuh lagu ini sudah cukup bermandikan peluh bagi kami yang berada di depan, semua lagu cadas ini dibawa tanpa istirahat oleh mereka. Bahkan, Hespi berharap Iyek berhenti bernyanyi sebentar dan berbicara. Karena ini juga yang kami tunggu, Iyek bisa berbicara tentang sajak-sajak mereka dan tentang Aceh yang 20 tahun sudah tak disinggahi God Bless. Tapi dia tetap melanjutkan lagunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disaat semua penonton sudah kepanasan, barulah Iyek membawakan &lt;i&gt;Syair Kehidupan;&lt;/i&gt; yang syahdu nan romantis itu, semua tangan keatas dan ikut bernyanyi. Ini betul-betul lagu kesukaan aku. Jika ada sebuah penelitian di sekret Mapala Hukum Unsyiah, maka lagu ini pasti masuk dalam lima besar lagu yang paling sering diputar. Abenk Syahputra, senior sekaligus pendiri Mapala kami, termasuk orang yang paling fanatik terhadap God Bless, khususnya lagu ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Setelah Syair Kehidupan, ada &lt;i&gt;Panggung Sandiwara&lt;/i&gt;, ini juga lagu slow dan cukup untuk membuat semua penonton berteriak menyanyi bersama. Dalam lagu ini, mungkin God Bless ingin mengatakan bahwa hakikat takdir kehidupan bukanlah kehendak bebas, tapi sebuah adegan yang sudah ada plot skenario-nya. Ya, walau banyak yang membantah, lagu ini tetap lah melegenda seiring dengan pertumbuhan musik Rock di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dua lagu slow tersebut, God Bless kembali ke bentuk semula, memperlihatkan kegarangan mereka sebagai dedengkot Rock di Indonesia, walau umur sudah tak layak lagi dikatakan usia. Lagu berikutnya &lt;i&gt;Anak Adam&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Serigala Jalanan&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Bis Kota&lt;/i&gt; dan yang pemungkas &lt;i&gt;Semut Hitam&lt;/i&gt;. Ketika Anak Adam dinyanyikan, aku sama si Eddi sudah loncat pagar dan berlari kedepan panggung. Bersama beberapa kawan-kawan juru foto berjingkrak seakan terhipnotis suara Iyek dan gitarnya Ian Antono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Semut Hitam, mereka tak banyak bicara, langsung pamit dan acarapun berakhir. Dan tidak ada permintaan untuk lanjut dari penonton, karena aku yakin penonton sangat puas hingga klimaks menikmati penampilan God Bless.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau tak banyak publikasi di media, tapi penonton sampai ribuan malam itu. Aku tak tahu pasti jumlahnya, karena memang tidak aku perhatikan karena sudah &lt;i&gt;lalee &lt;/i&gt;sendiri, itu perkiraan dari media berita online yang ada di Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulang dari Blang Padang, kami ngumpul dan berencana untuk ngopi. Dari situ juga aku tau bahwa bang Abenk, khusus datang dari Meulaboh untuk menyaksikan sang Maestro-nya. Sambil ngopi juga cerita-cerita lagi dengan Hespi, dia tau banyak tentang God Bless. Dia juga yang memberitahu aku kalau dulu, ketika God Bless di Lampineung, band Pembukanya adalah Anggun C. Sasmi, Nicky Astria dan juga Power Metal. Ketiganya menurutku rocker yang punya kualitas tinggi dan diatas rata-rata dalam dunia musik Rock Indonesia, tapi ketika itu, mereka masih jadi &lt;i&gt;"anak bawang-nya"&lt;/i&gt; God Bless.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, begitulah, God Bless telah datang lagi ke kota ini. Kita tunggu lagi siapa yang akan datang, EdanE sudah sebulan yang lalu, mungkin Power Metal atau Boomerang mau mampir lagi kemari, semoga.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk yang terkakhir, dalam kepuasan, kutulislah status Facebook sepulang dari Blang Padang : &lt;i&gt;Terima kasih God Bless, kalian telah sudahi kehausan kami akan musik berkualitas di tanah ini. Setelah sekian lama kami hampir muntah dengan musik-musik pasaran yang bergentayangan di media-media. &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Ulee Kareng, Selasa subuh, 15 November 2011.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-7084513128466178117?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/7084513128466178117/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=7084513128466178117' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/7084513128466178117'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/7084513128466178117'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2011/11/god-bless-terima-kasih.html' title='God Bless, Terima Kasih!'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-bbbog3lJrAc/TsGMuIAuAMI/AAAAAAAAAEE/Ue3OTvPY6x0/s72-c/God+Bless.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-8848624752445307518</id><published>2011-11-12T15:00:00.001-08:00</published><updated>2011-11-12T15:23:19.632-08:00</updated><title type='text'>Lorelei</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pagi ini, aku merasa menjadi orang yang paling hina setelah menjadi korban dari beberapa pengkhianatan dalam hidup, pengkhianatan dari orang-orang yang telah aku berikan semuanya. Hingga sejak dua malam terakhir ini, ketika harus duduk di depan komputernya Akmal Van Roem di Tikar Pandan, sebuah lagu Scorpions dari album barunya selalu menemani. Ya, Lorelei. Jujur, aku seakan terbius dengan lagu ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di layar Facebook, aku menulis "Terkutuklah semua yang bernama penkhianatan!", hingga ada kawan yang bilang padaku, "Terkutuklah semua pengkhianatan, termasuk pengkhianat cinta!". Oh, tidak men, aku tidak berbicara tentang cinta, karena memang bukan untuk dibicarakan. Hingga datang lagi yang lain, berkomentar, "Don't look back in anger bang," mengutip judul lagunya Oasis.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari ini nampaknya tidak hujan, tapi sudah dua hari aku tak pernah menikmati keramaian siang. Seakan puisi Bocah yang dulu pernah aku tulis di Antologi Tsunami Kupi bersama kawan-kawan nyata adanya, bahwa aku memang sudah menjadi seperti bocah yang ada dalam Bocah tersebut. Mari tidur, sudah pagi, siang bukan milik kita lagi, kita orang yang kalah nak.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kenapa harus ada kekalahan? Bukan, bukan, aku tak sedang bercerita tentang pertandingan. Ini kehidupan, bukan pertandingan. Jika di pertandingan ada kekalahan dan kemenangan, maka di kehidupan ada kenyataan. Ya, aku sepakat jika ini aku katakan kenyataan, ini kenyataan, ya kenyataan, basuh mukamu, bangunlah, ini kenyataan!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sudah dua hari ini juga betapa inginnya aku melihat kebelakang, setelah jembatan yang aku lewati aku rusak. Ya, aku rusak jembatan itu, hingga memang aku tak akan pernah bisa kembali lagi. Seperti tentara Thariq menyerbu Andalusia yang membakar kapalnya hingga mereka tak bisa lagi kembali ke Damaskus. Kadang aku ingin melihat kebelakang, menoleh, sedikit saja, walau dalam hati ada yang berteriak; jangan!. Tapi jangankan melihat yang diseberang jembatan, merasakan bayangnya aku sudah kegugupan, darah muncrat dari setiap pori-pori kulit. Seorang teman berkata: potong saja spionnya, jangan lagi kau lihat ke belakang.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yah, nanti sore masuk kelas Bleut sama Mita dan Aris di tempatnya Idrus. Malamnya God Bless ada di Blang Padang, gratis. Besoknya, mungkin aku akan ke Trumon sama Robi dan kawan-kawan Hamas. Ya, semoga aku tak lagi kembali ke jembatan yang aku sendiri menghancurkannya. Lorelei..&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selamat menikmati kenyataan, karena memang kalian layak untuk menikmatinya. Aku telan saja, tidak sanggup kunikmati..&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-8848624752445307518?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/8848624752445307518/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=8848624752445307518' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/8848624752445307518'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/8848624752445307518'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2011/11/lorelei.html' title='Lorelei'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-8671291008821139718</id><published>2011-09-16T04:19:00.000-07:00</published><updated>2011-09-16T04:20:47.304-07:00</updated><title type='text'>Kopi Sore</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Lama sudah tak urus ini blog, Agustus kemarin aku posting untuk yang terakhir kali. Lama sudah tak tersentuh jadi rindu, tak hanya blog aku rasa, semua juga begitu. Perempuan saja kalau lama tak disentuh pasti juga jadi rindu. Maka oleh karena itu, pelajaran pertama di postingan ini, mari menyentuh, setuhlah dengan segera, apa saja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Banyak yang sudah terjadi di negeri ini, Aceh. Jumat kemarin ada seorang khatib yang dibogem oleh jama'ah di Keumala, Pidie. Dengan alasan si khatib telah menghina dan menjelek-jelekkan kelompok si tukang bogem. Dalam minggu kemarin juga ada kasus inses di Meulaboh, abang kandung menghamili adik kandungnya sendiri.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Politik di Aceh juga tak kalah panasnya, media massa hari ini mengatakan bahwa Partai Aceh tetap menolak calon independen yang tetap diakomodir oleh KIP Aceh. Persoalannya berputar disitu-situ saja, tentang calon independen. Entah apa yang ada di benak para politisi Partai Aceh ini, yang jelas, kondisi tersebut semakin jelas menampakkan kebengalan dan kebodohan mereka. Ya, politik di Aceh panas, tapi tidak menarik minat orang untuk mengikutinya. Mengutip sebuah tweet Goenawan Muhammmad di twetternya hari ini, kondisi politik memanas tapi membosankan. Bedanya, GM menulis tweet tersebut untuk kondisi politik nasional yang terus panas bergelimang korupsi, tapi juga sangat-sangat membosankan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Terlibatnya aktor-aktor aktivis dalam beberapa tim sukses tidak juga membuat perubahan, bahkan para aktor ini turut tereliminasi oleh kekuatan kaum tua di partai yang sudah mengakar. Budaya tandingan yang mereka bawa untuk merubah paradigma negatif &amp;nbsp;masyarakat terhadap parta kalah dan kandas oleh budaya mainstream yang sudah mengakar dalam partai politik di Indonesia, dan di Aceh khususnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Ketika kutulis postingan ini, beberapa kawan-kawan dan bahkan bisa dibilang sudah sangat senior dalam gerakan sedang berdiskusi di meja depan. Ah, entah apa yang mereka diskusikan aku tak seberapa tau, yang ada dalam otak sekarang adalah segelas kopi. Mari menikmati secangkir kopi di Banda Aceh yang indah dan adem sore ini.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Mari..!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-8671291008821139718?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/8671291008821139718/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=8671291008821139718' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/8671291008821139718'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/8671291008821139718'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2011/09/lama-sudah-tak-urus-ini-blog-agustus.html' title='Kopi Sore'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-8371255171179501911</id><published>2011-08-09T17:31:00.000-07:00</published><updated>2011-08-09T17:31:42.442-07:00</updated><title type='text'>Partai SRI, Untuk SMI.</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-CHYqQIz03Js/TkHP2faDL4I/AAAAAAAAAEA/t-4xqZ1FBag/s1600/Serikat+Rakyat+Independen.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-CHYqQIz03Js/TkHP2faDL4I/AAAAAAAAAEA/t-4xqZ1FBag/s320/Serikat+Rakyat+Independen.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari ini berita politik di Indonesia sedang hangat dengan pendaftaran sebuah partai baru ke Kementerian Hukum dan HAM, yaitu Partai Serikat Rakyat Indonesia (SRI), yang dengan lantangnya dari pertama muncul telah mendeklarasikan akan mendukung Sri Muliani Indarwati (SMI) sebagai Presiden Indonesia pada pemilu tahun 2014.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Partai SRI diketuai oleh aktifis Setara Institute, Damianus Taufan. Di tubuh SRI juga ada Todung Mulya Lubis, aktivis anti korupsi dan pengacara. Juga ada Rocky Gerung dan Arbi Sanit, Guru Besar Filsafat dan Guru Besar Ilmu Politik dari Universitas Indonesia. &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Sri Muliani Indarwati, adalah mantan Menteri Keuangan Indonesia, sekarang menjabat sebagai Managing Directur World Bank. Dialah orang yang diklaim oleh beberapa pihak sebagai orang yang bertanggung jawab terhadap proses Bailout dana talangan Bank Century yang merugikan negara hingga 6,7 Triliun. Sebuah kasus korupsi besar di negara ini yang sampai sekarang belum tuntas. &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Bagiku, semua biasa-biasa saja, Sri Muliani mungkin akan mengulang kisah SBY pada 2004, setelah dizalimi oleh Megawati maka dia menjadi pemenang pemilu karena rakyat menganggap SBY adalah orang yang terzalimi. Bedanya Sri Muliani tidak dizalimi oleh SBY yang merupakan bos nya pada waktu itu. Terlepas benar atau salah yang telah 'menzalimi' Sri Muliani adalah media dan rakyat Indonesia. Hingga kemudian beliau 'diselamatkan' oleh World Bank dengan ditarik ke Washington, Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan juga biasa-biasa saja, bahwa pendeklarasian partai SRI adalah hak setiap warga negara, hak berpolitik, hak berkumpul dan juga hak menyatakan pendapat. Dan juga biasa-biasa saja, jika Sri Muliani kemudian dicalonkan sebagai Presiden Indonesia pada 2014.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, bicara pilihan, tunggu dulu. Banyak yang harus kita diskusikan untuk menyatakan dukungan terhadap Sri Muliani dan juga partai SRI. Boleh orang-orang besar dan intelektual yang selama ini kritis terhadap pemerintah berada di barisan partai SRI dan Sri Muliani, tapi itu bukan berarti bahwa kita akan ikut serta &lt;i&gt;membebek&lt;/i&gt; pada meraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagiku, kritik terhadap Sri Muliani adalah kritik ideologi, bahwasanya kedaulatan ekonomi bangsa ini harus berada pada rakyat, bukan pada kepentingan asing dengan barisan &lt;i&gt;corporate-corporate&lt;/i&gt; nya. Dan kampanye integritas yang dilakukan oleh partai SRI adalah pembohongan besar yang mereka lakukan terhadap rakyat Indonesia. Jika memang Sri Muliani orang yang berintegritas dan jujur kenapa pula dia tidak membongkar habis apa yang sebenarnya terjadi dengan kasus Century, bukannya menangis dan kemudian lari ke Washington.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagiku, masalah terbesar di negara ini sekarang adalah masalah kedalatan. Untuk apa orang berintegritas -- walau sebenarnya Sri Muliani menurutku juga tidak berintegritas -- dan jujur -- Sri Muliani juga tidak jujur -- kalau kedaulatan kita tidak punya. Berapa banyak sudah orang yang pintar dan berintegritas di negara ini dan kemudian merekalah yang memperpanjang penjajahan secara ekonomi sosial budaya oleh bangsa lain kepada Indonesia. Kita butuh pemimpin yang berani berkata tidak penjajahan dan berani menegakkan kedaulatan negara ini, itu yang sangat diperlukan. Hal itulah yang seakan hilang semenjak Soekarno ditumbangkan oleh Orde Baru hingga sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, semoga Sri Muliani bisa pulang dan merasakan apa yang dirasaan oleh petani-petani kampung yang sawahnya hilang, gelandangan di kota-kota yang tak punya tempat tinggal, anak-anak putus sekolah dan juga kadang yang tak punya sekolah, yang semuanya itu adalah dampak dari kebijakan World Bank yang menjajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari pulang ibu, dan mari merasakan! &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-8371255171179501911?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/8371255171179501911/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=8371255171179501911' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/8371255171179501911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/8371255171179501911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2011/08/partai-sri-untuk-smi.html' title='Partai SRI, Untuk SMI.'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-CHYqQIz03Js/TkHP2faDL4I/AAAAAAAAAEA/t-4xqZ1FBag/s72-c/Serikat+Rakyat+Independen.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-5075549240904148362</id><published>2011-04-17T00:52:00.000-07:00</published><updated>2011-04-17T00:53:43.464-07:00</updated><title type='text'>Putroe Neng</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-1lU30hjQkoo/TaqQZqpQ7iI/AAAAAAAAAD8/ymxjQ4UG6Z8/s1600/putroe+neng.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="209" src="http://4.bp.blogspot.com/-1lU30hjQkoo/TaqQZqpQ7iI/AAAAAAAAAD8/ymxjQ4UG6Z8/s320/putroe+neng.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Novel ini aku beli sekitar seminggu yang lalu di Jogja, sebelumnya aku tau novel ini dari berita sebuah media online yang ada di Aceh. Merasa baru dan aku yakin di Banda Aceh buku ini belum ada makanya aku beli.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Novel yang menceritakan tentang legenda Putroe Neng dalam sejarah kerajaan di Aceh, sebelum islam datang ke Aceh. Putroe Neng adalah seorang putri dari Cina bernama Nian Nio, melakukan perjalanan dari negeri bambu tersebut dengan sebuah cita-cita, membuat dinasti baru di luar Cina. Bersama orang tuanya, Maharani Liang Khie dan juga ribuan prajurit perempuan yang cantik jelita, Putroe Neng berhasil menaklukkan satu persatu kerajaan kecil yang ada di Pulau Ruja. Sebelum akhirnya meraka kalah dalam peperangan melawan kerajaan Indra Purba yang mendapat bantuan dari kerajaan islam Pereulak dan juga kerajaan Lingga.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan kemampuan ilmu perang yang tinggi, Putroe Neng dimanfaatkan oleh Meurah Joehan (putra mahkota Lingga dan juga menantu Raja Indra Purba, Indra Sakti) untuk membangun kerajaan besar yang bernama Darut Donya. Putroe Neng mau bekerja sama dengan syarat Meurah Joehan harus mau menikahinya. Demi kepentingan negara, Meurah Joehan menyanggupinya dan terjadilah pernikahan tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banyak sisi yang&amp;nbsp; menjadi inti dari novel ini, diantara bagaimana teknik peperangan dan juga kisah tentang&amp;nbsp; kecantikan Putroe Neng&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; membuat para bangsawan kerajaan dan juga orang-orang hebat di Aceh pada masa itu bertekuk lutut dihadapannya. Untuk sisi yang kedua ini, ceritanya begitu menakjubkan. Kecantikan Putroe Neng sebenarnya mengandung racun yang sangat berbisa, seperti kelopak mawar berduri yang menusuk kumbang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mulai dari Meurah Joehan yang merupakan suami pertamanya hingga suami yang ke-99 semua harus merenggang nyawa setelah melewati malam pertama dengan Putroe Neng, tubuh membiru dan kejang-kejang. Ternyata, dalam kemaluan Putroe Neng telah ditanamkan racun pada masa kecilnya oleh Khie Nai-Nai, Bibi Putroe Neng. Racun yang di masukkan oleh Khie Nai-Nai dalam kemaluan Putroe Neng itu untuk menjaga Putroe Neng dari keberingasan para lelaki yang sering memperkosa para perempuan pada waktu di daratan Cina ketika perang. Akan tetapi, racun tersebut juga tidak mengenal yang mana pemerkosa dan yang mana suami, hingga membuat 99 suami Putroe Neng harus terkapar setelah menancapkan &lt;i&gt;"Tungkat Ali"&lt;/i&gt; nya ke liang kenikmatan Putroe Neng.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ending dari cerita ini adalah ketika Syech Syiah Hudam, ulama besar dari Pereulak dan juga guru dari Meurah Joehan dan Putroe Neng, menikahi Putroe Neng dan berhasil mengeluarkan racun tersebut dari kemaluan Putroe Neng. Syech Syiah Hudam lah yang menjadi suami ke-100 dari Putroe Neng dan juga berhasil menaklukkan kecantikan sekaligus racun Putroe Neng.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kawan aku di Banda Aceh ada yang menyakatan bahwa inilah novel porno yang menelanjangi kaum bangsawan Aceh. Ada juga kawan aku yang di Jogja yang menyatakan bahwa dia menikmati sisi petualangan ranjang Putroe Neng karena dia memang tidak tau bagaimana detailnya sejarah Aceh.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau bagiku, novel keren! Tak rugi jauh-jauh datang ke Jogja dan membeli novel ini. Selamat membaca!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-5075549240904148362?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/5075549240904148362/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=5075549240904148362' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/5075549240904148362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/5075549240904148362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2011/04/putroe-neng.html' title='Putroe Neng'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-1lU30hjQkoo/TaqQZqpQ7iI/AAAAAAAAAD8/ymxjQ4UG6Z8/s72-c/putroe+neng.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-6351686423225217736</id><published>2011-02-23T09:22:00.000-08:00</published><updated>2011-02-23T09:22:22.737-08:00</updated><title type='text'>Sedikit Tentang Reformasi Sektor Keamanan</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sudah 3 hari aku ikut Workshop Reformasi Sektor Keamanan (RSK) yang dibuat oleh Kontras Aceh di Banda Aceh. Bicara tentang sektor keamanan pasti langsung terbayang adalah militer, polisi, intelijen, dan lainnya yang mempunyai kuasa&amp;nbsp; menggunakan senjata di negeri ini. Acaranya asik dan pastinya menambah ilmu bagi aku, ini untuk pertama kalinya aku ikut workshop yang berhubungan dengan isu ini, sebelumnya tak pernah, bahkan berdiskusi dengan kawan-kawan aku kekurangan referensi ketika bicara tentang sepak terjang militer di negeri ini. Jika ada yang tanya sama aku tentang militer, pasti yang akan aku ceritakan adalah tentang TNI Yonif 112 Dharma Jaya yang ketika konflik dulu pernah memukul bapakku karena ketiduran waktu jaga malam, atau tentang Brimob BKO Mabes Polri yang dulu pernah menghantamkan popor senjata AK-56 ke perutku di Simpang Dodik Lamteumen.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Pematerinya juga mantap (menurut aku), ada Bambang Widodo Umar, mantan perwira polisi yang sekarang menjadi guru besar Sosiologi Hukum UI dan Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian; ada Saiful Haq, aktivis muda yang konsen dengan isu pertahanan dan juga dosen di Universitas Pertahanan Indonesia; dan yang terakhir ada Jaleswari Pramodhawardhani, peneliti LIPI yang konsen dengan bisnis TNI pasca reformasi 1998.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bambang Widodo Umar bicara tentang sepak terjang Polri. Bagaimana Polri yang sampai hari ini belum bisa memisahkan diri dari TNI, yang berbeda cuma bajunya tapi isinya tidak. Polri seharusnya menjadi sipil, sipil yang dipersenjatai oleh negara. Tugasnya bukan lagi untuk pertahanan negara, tapi lebih sebagai pengayom masyarakat. Yang dihadapi bukan lagi ancaman dari luar, tapi rakyatnya sendiri. Humanisme dan sosial masyarakat menjadi modal utama bagi polisi dalam berhadapan dengan masyarakat. Tapi fakta dilapangan masih belum seperti yang diharapkan, polisi masih belum bebas dari karakter militer. Militer tugasnya menghancurkan, baik hidup atau mati, sedangkan polisi melumpuhkan, melumpuhkan untuk ditangkap dan kemudian dimintai keterangannya. Yang terjadi masih saja polisi suka sekali latah untuk mengeluarkan pelurunya ke sasaran yang mematikan di tubuh penjahat. Ujian yang paling berat dan tugas yang paling utama harus dikerjakan polisi adalah mengubah mindset para polisi dari seorang prajurit militer menjadi sipil. Sipil berbeda jauh dengan militer. Begitu intisari yang disaring dalam diskusi dengan Bambang Widodo Umar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Saiful Haq menjelaskan tentang strategi pertahanan yang sedikit salah yang masih diterapkan oleh Indonesia. Mungkin ini dosanya Orde Baru yang sangat memanjakan Angkatan Darat yang sampai sekarang belum bisa diubah. Komando Teritorial (Mabes, Kodam, Korem, Kodim, Koramil sampai Babinsa) merupakan kesalahan fatal, sistem pertahanan TNI paralel dengan sistem pemerintahan sipil yang sampai ke tingkat desa. Seharusnya, dengan kondisi geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan, gelar pasukan harus di intensifkan di perairan, dan secara otomatis pertahanan laut harus kuat. Yang terjadi sekarang justru kita kuat di darat, tapi laut lemah. Tentara kita masih melihat ancaman datang dari darat dan dari dalam, seperti gerakan rakyat dan separatisme, padahal jika rakyat tidak lapar maka gerakan arus bawah itu tidak akan pernah ada. Ancaman yang paling jelas itu datang dari luar melalui laut, penyelundupan dan ilegal fishing yang dilakukan nelayan asing dengan peralatan canggih adalah buktinya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Yang terakhir adalah materi dari Mbak Jaleswari Pramodhawardhani, peneliti LIPI ini sebenarnya juga tak jauh-jauh berbeda materinya dengan Saiful Haq. Tapi ada yang menarik dari apa yang diutarakan oleh beliau, yaitu pertama tentang watak prajurit militer sendiri yang sulit diubah, dan yang kedua tentang hegemoni militeristik yang masih menghinggapi rakyat Indonesia. Watak prajurit TNI masih belum bersih dari masa orde baru, beliau mengatakan bahwa ini ada hubungannya dengan para jenderal TNI sekarang yang notabene adalah didikan orde baru. TNI masih suka menjadi pedagang dan politisi, hingga tak heran jika bisnis TNI masih merajalela dan politik belum bisa dihilangkan dalam tubuh TNI. Tentara kita belumlah menjadi netral seperti apa yang selama ini digembar gemborkan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hegemoni militeristik, masyarakat sipil Indonesia masih menganggap sesuatu yang hebat tentang militer. Militer dianggap sebagai sosok yang seksi sekaligus menakutkan. Dalam dunia bisnis, seorang pengusaha selalu berusaha untuk mendapatkan kerja sama dengan militer. Dengan mendapatkan dukungan dari militer maka suatu urusan menjadi mudah. Maka tak heran jika bisnis militer susah sangat untuk dihentikan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dalam bidang politik juga seperti itu, para politisi di negeri ini seakan tak enak jika tak mengikutsertakan TNI dalam barisan politiknya. Dalam setiap analisi selalu posisi TNI yang menjadi analisis utama, dimana posisi prajurit berdiri. Jangan heran, jika mengubah mindset TNI kadang juga terkendala dengan masyarakat sipil yang tak mau memulainya. Jika mau mengubah posisi TNI kita kearah lebih baik, maka perbaikan harus holistik, tidak boleh parsial dan setengah-setengah. Semoga serdadu kita semakin jaya, semakin dekat dengan rakyat dan selalu profesional. Semoga!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-6351686423225217736?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/6351686423225217736/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=6351686423225217736' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/6351686423225217736'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/6351686423225217736'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2011/02/sedikit-tentang-reformasi-sektor.html' title='Sedikit Tentang Reformasi Sektor Keamanan'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-8991598106279920621</id><published>2011-02-22T09:32:00.000-08:00</published><updated>2011-02-22T09:34:28.608-08:00</updated><title type='text'>Catatan Untuk Kawan Yang Punya Pilihan.</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Kawan-kawan, saudaraku semuanya, yang masih menyandang gelar  mahasiswa atau yang masih tetap teguh untuk berada di jalanan. Catatan  ini aku tulis di malam remang, di sunyi senyap, di kampung aku yang tak  seberapa bisa kulukiskan dengan kata-kata buruknya. Catatan ini aku  tulis untuk aku, untuk kalian, untuk kita semua yang sampai hari ini  masih yakin bawah perubahan itu pasti akan datang, untuk kampung kita,  untuk nanggroe kita, untuk Aceh dan untuk dunia.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Tahun ini  2011, begitu tertulis dalam kamus masehi. Banyak orang di Aceh  menyebutnya dengan tahunnya politik, tahunnya merebut kekuasaan. Kadang  kita hanya teringat pada 2011 karena ada hubunggannya dengan kekuasaan,  jika tahun lainnya maka tak ada arti, karena tak ada kekuasaan yang  menyertai tahun tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Kawan, saudaraku semuanya, yang  masih punya semangat perlawanan terhadap tirani dan penindasan. Kita  selalu berdiskusi dari satu topik ke topik lainnya, dari satu meja kopi  ke meja kopi lainnya, dengan kopi yang seakan tak akan peranah habis,  asap mengepul dan tentunya pita suara yang tak pernah putus. Dulu kita  memperbincangkan apa tujuan kita turun ke jalan, berteriak seperti  Soekarno di atas podium, semua menggebu-gebu, seakan dunia ini ada di  tangan kita sebentar lagi. Kadang kita sepakat bahwa untuk merubah  kampung kita ini, kita harus rebut kekuasaan yang sekarang dipegang oleh  para pengkhianat perjuangan, kita sadar bahwa kekuasaan adalah cara  yang paling ampuh untuk merubah kampung ini. Kampung ini hancur karena  kekuasaan salah digunakan, maka kekuasaan itu harus kita pegang dan kita  benarkan di jalan yang benar, begitu sintesis yang telah kita bangun  bersama. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Disini, di sudut kampungku yang sedang dijajah  oleh modal ini, kudapati kabar bahwa kalian telah mengencangkan ikat  pinggang untuk bertarung di gelanggang yang memperebutkan kekuasaan.  Kabar yang membuat aku tersenyum, tersenyum karena aku senang kalian  masih bertarung, bertarung untuk banyak cita-cita yang dulu kita  perbincangkan di warung kopi dan forum-forum diskusi sebelum dan sesudah  menggertak jalanan. Kabar yang datang ke aku juga menyatakan betapa  terpencarnya kalian, mulai dari kekuatan politik A sampai kekuatan  politik Z, ada yang berada di kepala dan ada yang berada di pantat, ada  yang berada di lingkaran utama dan ada juga yang berada di lingkaran  terluar.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Di luar kita banyak yang mempertanyakan kenapa  kalian masuk ke dalam gelanggang pertarungan. Mereka mencemooh kalian,  dengan menyatakan bahwa kalian telah berselingkuh dengan kekuasaan. Aku  tak mau menjawabnya, kalau di tanya sama aku, pasti aku suruh mereka  untuk belajar kembali apa itu gerakan. Dan kuharap kalian tak  terpengaruh dengan cemoohan itu, mereka orang dungu yang harus kita  bersihkan kedunguannya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Sedikit, walau tak banyak, aku  bisa memetakan kemana kalian berlabuh dalam gelanggang pertarungan itu.  Aku selalu berpikir positif terhadap kalian, bahwa apa yang kalian  lakukan itu merupakan salah satu jalan dan momentum untuk merubah negeri  ini. Aku selalu berdoa kalian tetap dengan semangat nomor satu sama  seperti semangat ketika kita dulu menghentak-hentakkan kaki di jalanan  kota tua ini. Apa yang kalian lakukan sekarang adalah pilihan politik,  pilihan itu lahir dari proses berpikir yang matang. Memilihlah dengan  dasar pikiran, pilihlah seperti apa yang dikatakan oleh otak kalian,  bukan apa yang dikatakan oleh nafsu apalagi karena setumpuk materi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Kawan,  saudaraku semuanya, yang dulu sama-sama berteriak di jalan, walau  berbeda bendera dan berbeda pikiran, tapi musuh kita satu, yaitu  ketidakadilan dan keangkuhan yang dipertontonkan oleh penguasa negeri  ini. Sekarang jalan kita berbeda lagi di gelanggang ini, ada yang  berdiri di luar gelanggang ada yang masuk mewarnai gelanggang yang sudah  berselemak keserakahan. Berada di luar gelanggang bukan berarti diam  atau apatis, tapi itu adalah jalan yang masih belum habis untuk dikecup  manis. Berada di dalam gelanggang bukan berarti berkhianat terhadap  perjuangan dulu, tapi itu adalah salah satu cara untuk menuju  perubahan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Maka, oleh karena itu, janganlah saling tikam  dan saling hujat. Janganlah saling menerkam dan saling menghambat.  Bertarunglah dengan jantan, janganlah dibelakang kita menikam. Mari kita  telanjang, katakan pada semua kita bahwa kita ada di sudut ini, atau  kita ada di sudut itu. Jangan menghujat kawan dengan mengatakan dia  berselamak materi di sudut sana, padahal kita sendiri juga sedang  mengorek materi di sudut ini. Jika sampai pada hari ini, pada  pertarungan di gelanggang ini, kita masih membicarakan tentang materi,  maka sungguh berarti dari dulu yang ada di pikiran kita adalah materi,  bukan perubahan!&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Kawan, catatan ini aku tulis dengan satu  harap dan satu penjelasan, walau jalan kita berbeda tapi kita punya  tujuan yang sama. Semua kita punya pilihan, pilihan yang lahir dari  pikiran. Pikiran yang sudah matang, matang seperti ombak yang menghantam  karang.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Kawan dan saudaraku semuanya, melalui catatan  ini aku juga ingin menyatakan dari lubuk selangkangan yang paling dalam,  bahwa aku akan tetap diluar gelanggang, itu pilihanku. Pilihan yang  sama betulnya dengan pilihan kalian. Pilihan-pilihan yang tak pernah  salah menurut aku, begitu juga menurut kalian. Kampung aku masih terlalu  indah untuk aku tinggalkan, ada beribu lika liku disini yang harus aku  luruskan.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Kawan, untuk yang terakhir aku katakan, meja  kopi masih merindukan celotehan kita. Celoteh tentang masa depan,  celoteh tentang cinta dan selangkangan, dan tak lupa pula celoteh  tentang jalan perjuangan yang tak jua ada ujungnya. Kita begitu berbeda  jalan, tapi tujuan kita sama. Cuma itu, tak lebih!&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Salam, kawan dan saudara kalian, Muhajir.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-8991598106279920621?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/8991598106279920621/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=8991598106279920621' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/8991598106279920621'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/8991598106279920621'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2011/02/catatan-untuk-kawan-yang-punya-pilihan.html' title='Catatan Untuk Kawan Yang Punya Pilihan.'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-3791125864302564712</id><published>2011-02-17T01:25:00.000-08:00</published><updated>2011-02-17T01:25:24.324-08:00</updated><title type='text'>Towa Mesjid dan Gitar Bacrit.</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Ini cerita tentang sekret Mapala Hukum Unsyiah hari ini, Kamis, 17 Februari 2011. Ada Todak, si anak hilang dari Sibreh, Aceh Rayeuk; Cakeuk Farizi, si anak betty dari pinggiran Sungai Musi Palembang; dan Aris Bileih, si kalem dari pantai barat Aceh, Meulaboh. Di depan sekret, dibawah batang Tanjung yang meluntai, kopi secangkir di atas meja lusuh, dan rokok yang baru saja kami rampok di kios terdekat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Todak dengan gitarnya, Aris Bileih dengan kekalemannya, dan Cakeuk Farizi dengan tangan yang terus memencet setombol dua tombol di telepon genggamnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Disebelah, ada mahasiswa culun yang sibuk memukul pingpong tenis meja, ada dua orang cewek terus mengamati mereka, entah pacarnya atau wanita pengagum mereka, aku tak tau. Todak bertanya tentang idealisme, aku jawab 'idealisme itu adalah sebuah kata ideal yang kemudian ditambahkan 'is' diujungnya, jadilah ia idealisme'. Sebuah jawaban yang tak penting. Oiya, si Ceri baru saja pergi dari sini, tapi tak apa, baru saja aku rampok uangnya 5.000, ya cukup untuk ngopi nanti sore di Dekmi aku rasa.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Ah, hidup semakin pahit, sepahit manisnya bibir perempuan yang dulu pernah kulihat di kalender tahun 2010 di ruang musalla kampus.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Kampus ini memang semakin indah, tapi aku kesini bukan untuk kampus yang indah melainkan untuk sekkret yang kumuh ini. Kumuh hingga membuat kami tetap betah disini, betah untuk download film, betah untuk tertawa dan betah untuk memahat mimpi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Jam 16.14, towa di mesjid depan berteriak, mengumandangkan ayat-ayat tuhan yang aku tak tau artinya, maklum, tak sempat aku belajar ilmu nahwu dan sharaf hingga selesai dulu di dayah. Selagi azan, cakeuk marah-marah karena rokok habis. Yah, apa tak habis, rokok cuma beli setengah bungkus dan dinikmati oleh para perokok hyper.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;**&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Di depanku, bendera Atmaka terus melambai, seakan ingin mengatakan kepada kami bawah hidup ini masih terus berjalan, bumi ini masih terus berputar. Jangan meratapi nasib, mari melangkah dan melawan!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Tak lama kemudian bang Wan Pe Ka datang, Cakeuk langsung merayu untuk sebatang rokok. Bang Pe Ka tanya, 'konek ku?', aku mengangguk, malas kujawab, rokok masih ada dibibirku sekali dua kali tarik lagi. Asap mengepul, Dendi Mangoeh datang, baru keluar kuliah katanya. Melirik aku dan tersenyum.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Di sana, di seberang lautan, aku masih merindu perempuan jalanan, yang hinggap dalam kesunyian malam. Ah, rindu-rindu pukimak ini namanya, rindu yang membuat pikirku melayang ke masa lalu, masa dimana kopi dan mimpi masih bercumbu mesra.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Hufft.. sudah cukup untuk hari ini, disini sudah semakin ramai, malas aku lihat muka-muka culun yang diperkosa waktu ini. Selamat jalan, mari kembali berdendang!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Muhajir Pemulung, 049. USK&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-3791125864302564712?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/3791125864302564712/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=3791125864302564712' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/3791125864302564712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/3791125864302564712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2011/02/towa-mesjid-dan-gitar-bacrit.html' title='Towa Mesjid dan Gitar Bacrit.'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-8745683198870791092</id><published>2011-02-12T03:01:00.000-08:00</published><updated>2011-02-12T03:01:37.235-08:00</updated><title type='text'>Changeling</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-D8HXyKqvC7A/TVZnWDwqNXI/AAAAAAAAAD4/aONwCxGtFNE/s1600/changeling-movie-poster.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-D8HXyKqvC7A/TVZnWDwqNXI/AAAAAAAAAD4/aONwCxGtFNE/s320/changeling-movie-poster.jpg" width="252" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Entah kenapa selama ini aku jadi tertarik dengan dunia film, nonton film tepatnya. Dulunya kalau pikiran sedang &lt;i&gt;mumang&lt;/i&gt; aku sering baca novel atau mungkin majalah, tapi ada kawan yang menambahkan saran untuk juga menonton film. Ya aku coba, dan ternyata sekarang aku bisa dibilang untuk hampir ketagihan, ternyata nonton film itu nikmat.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Barusan aku baru siap nonton Changeling yang bintang utamanya Angelina Jolie, film ini aku dapat dari kawan-kawan di sekret Mapala Hukum Unsyiah yang suka nge-download film gratis di kampus. Aku ceritakan sedikit tentang apa yang sudah ku tonton, tapi ini bukanlah sebentuk resensi film, karena sebenarnya tak pernah dan tentunya tak bisa menulis resensi sebuah film.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Film ini bercerita tentang seorang ibu yang single parent, Christine Chollins (Angelina Jolie) yang harus kehilangan anaknya, ketika dia berangkat kerja. Mulai saat itu dia mencari anaknya, dan ditengah pencarian pihak kepolisian memberitahukan kalau anaknya sudah dapat. Si ibu terkejut ketika melihat si anak rupanya bukanlah anaknya, tapi orang lain.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Lucunya, polisi terus mendesak si ibu kalau anak tersebut adalah anaknya, dan hingga kemudan karena terus mengatakan kalau itu bukan anaknya, si ibu di jebloskan ke rumah sakit jiwa oleh polisi, padahal sebagai sebagai seorang ibu, Chollins telah mengumpulkan cukup bukti kalau itu bukanlah anaknya. Sampai disini fenomena ini mirip dengan polisi di Indonesia yang melakukan pemeriksaan dengan kekerasan, apabila tidak mengaku maka akan dihajar, begitulah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Di lain cerita dalam film ini, ada kasus seorang pria yang telah membunuh sekitar 20 anak-anak. Pertama kali polisi tidak percaya dengan kasus si pria ini, tapi kemudian setelah semua bukti terungkap dan media memberitakannya polisi tidak lagi bisa mengelak bahwa ada kasus besar seorang pria yang telah membunuh anak-anak dengan beringas.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Tapi, hingga Chollins tak juga mendapatkan anaknya karena si pembunuh tak mau mengaku apakah telah membunuh anak Chollins atau tidak. Tapi yang pasti hasil di pengadilan terungkap bahwa si pembunuh di hukum mati dan polisi di pecat dari kepolisian.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Hingga akhirnya Chollins terus berusaha untuk mencari anaknya..&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;*Bulan ini mungkin bulan untuk menonton film bagi aku..&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-8745683198870791092?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/8745683198870791092/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=8745683198870791092' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/8745683198870791092'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/8745683198870791092'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2011/02/changeling.html' title='Changeling'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-D8HXyKqvC7A/TVZnWDwqNXI/AAAAAAAAAD4/aONwCxGtFNE/s72-c/changeling-movie-poster.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-3000128347540790006</id><published>2011-02-02T19:59:00.001-08:00</published><updated>2011-02-02T19:59:12.443-08:00</updated><title type='text'>Mari Mandi dan Gosok Gigi!</title><content type='html'>Mendung tersenyum diatas kepala kita, laut masih terus bergelora, ombak masih terus bergerak, tanpa bosan dan tak juga angkuh. Begitulah terus realita disini berjalan. Kau katakan pada mereka kalau ini Lampulo. Bukan, ini bukan Lampulo hai perempuan, ini adalah Gampong Jawa, gampong yang aku juga tak tahu kenapa dikatakan Gampong Jawa, mungkin banyak orang Jawa disini, tapi yang kulihat gampung ini identik dengan sampah. Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulau Aceh dan Sabang tampak remang, tertutup sedikit kabut yang baru saja diturunkan langit. Sesekali kau tersenyum, kadang tak lupa juga kau tertawa terbahak. Asap rokok kita terus mengepul, seakan inign menandingi kabut yang menutupi kedua pulau indah di depan kita, pulau yang sangat ingin kujamah bersamamu perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Katamu, hidup ini seakan tiada guna, kita mau jadi apa, dan lebih baik sekarang kita mati. Tapi, ketika kutawarkan diriku untuk membunuhmu sekarang kau menolaknya, kau bilang tak mau mati sesadis itu, dan kau mau mati tanpa kesakitan. Memangnya mati itu sakit ya? apakah ada sebuah penelitian ilmiah yang mengukur betapa sakitnya mati? atau adakah orang yang telah mati yang kemudian menulis buku menceritakan tentang kematian? aku tak mau mati, yang aku mau adalah kamu, perempuan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepasang suami istri lewat, menyusuri pasir hitam dengan motor mereka, dengan dua anak kecil yang lucu-lucu. Betapa indahnya mereka, kataku. Di belakang kita,seorang ibu duduk termenung menghadap Goh Leumo yang berdiri berdiri menantang, berharap senja tersenyum padanya walau kita tahu hari ini mendung, tanpa lembayung senja di ufuk barat. Dia sedang galau katamu, aku teringat cerita-cerita dalam syair Iwan Fals, seorang istri yang menunggu suaminya pulang melaut, berharap seikat ikan dia bawa pulang, indahnya kehidupan nelayan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau mau jadi apa? aku mau jadi nelayan, mau &amp;nbsp;jadi petani, aku mau kuliah, aku mau belajar antropologi, kau mau pulang ke Aceh. Kau akan jadi orang besar, orang yang selalu dibutuhkan banyak orang, orang yang jadi orang. Orang, bukan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menggagumi, seperti para pendaki di kota ini yang tak pernah bosan pada Goh Leumo. Kau masih saja tersenyum, kubakar lagi rokokku, kutambahkan untukmu, asap mengepul lagi tersenyum pada roti serat yang tak mau kau buka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku inign ke Hadralmaut, pastinya kau juga mau ke tempatmu perempuan. Ini tentang masa depan, tentang senyuman dan juga tentang harapan. Jangan kau tinggalkan aku, perempuan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita pulang,orang tuamu menunggu. Mari mandi dan gosok gigi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gampong Jawa, 2 Februari 2011&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-3000128347540790006?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/3000128347540790006/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=3000128347540790006' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/3000128347540790006'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/3000128347540790006'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2011/02/mari-mandi-dan-gosok-gigi_02.html' title='Mari Mandi dan Gosok Gigi!'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-2701626407798662933</id><published>2011-01-22T21:17:00.000-08:00</published><updated>2011-01-22T21:17:03.651-08:00</updated><title type='text'>Antara Kopi dan Mimpi, Aku Menari.</title><content type='html'>Mimpi datang di malam jalang&lt;br /&gt;mimpi pergi di pagi sunyi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata hanya mimpi, yang bisa membangunkan beribu para tentara untuk berperang mengangkat pedang dan menusukkan ke selangkangan para pembangkang. Ternyata hanya mimpi, hanya mimpi, yang juga meneteskan seuntai air mata di pipi bidadari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mimpi seperti kopi, memabukkan hingga langit jadi kelabu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lambhuk, 22 Januari 2010.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-2701626407798662933?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/2701626407798662933/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=2701626407798662933' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/2701626407798662933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/2701626407798662933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2011/01/antara-kopi-dan-mimpi-aku-menari.html' title='Antara Kopi dan Mimpi, Aku Menari.'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-8558547253434505752</id><published>2011-01-15T08:41:00.000-08:00</published><updated>2011-01-15T08:41:56.260-08:00</updated><title type='text'>Sagoup Mungkin di Pante Balu</title><content type='html'>Ini malam, ini gelap ini sunyi&lt;br /&gt;malam dihuni gelap, gelap dicumbu sunyi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ukiran senyum yang setiap fajar kau campakkan kemukaku, lapar bergentayangan seperti setan yang bergantung di surban para nabi. Di barisan sajak yang setiap malam kau bisikkan padaku, takut akan hilangmu bercumbu dalam pikirku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;negeri ini makin rapuh, laksana bajuku yang kian lusuh&lt;br /&gt;rakyatnya juga makin angkuh, memangsa setiap jengkal materi dengan peluh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kusimpan rinduku rapat-rapat, kubelai dia, karena kutau engkau akan merapat&lt;br /&gt;setiap hari kujaga dari setan-setan laknat, walau malam berkawan dengan penat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;taukah kau, rindu ini sedang diburu, oleh waktu yang berparas ayu&lt;br /&gt;waktu yang lama kulalui tanpamu, tanpa senyum di dentingan gelas kopi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini malam, kelam dan suram&lt;br /&gt;cepat datang, perahu telah menanti kepulau seberang, sayang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekret, Januari 2011&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-8558547253434505752?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/8558547253434505752/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=8558547253434505752' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/8558547253434505752'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/8558547253434505752'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2011/01/sagoup-mungkin-di-pante-balu.html' title='Sagoup Mungkin di Pante Balu'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-7165282681454637797</id><published>2010-09-20T12:19:00.000-07:00</published><updated>2010-09-20T12:21:26.790-07:00</updated><title type='text'>Sagoup!</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;div&gt;Tawaku hilang, ditelan laut seberang. Cepat pulang, pejuangan masih panjang.&lt;br /&gt;Cepat pulang, negeri ini masih lajang, butuh perempuan sepertimu menghantam setan yang menghadang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biru laut tak sebiru air mata bertalu-talu, yang menetes diantara kelopak bunga yang sedikit malu&lt;br /&gt;Hijau gunung tak sehijau harapan anak dungu, yang melintas di persimpangan harapan semu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kopi kita belum habis secangkir, butuh bibirmu untuk merasakan cinta yang terukir&lt;br /&gt;Hingga sepotong senja tak layak kuberikan pada siapapun sebelum perjuangan ini sampai pada ujungnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku rindu, aku rindu tawamu..&lt;br /&gt;Semangatmu mengusir penjajah dari negeri kita, Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lhoong, 21 September 2007&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-7165282681454637797?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/7165282681454637797/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=7165282681454637797' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/7165282681454637797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/7165282681454637797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2010/09/sagoup.html' title='Sagoup!'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-8413498808609983454</id><published>2010-09-20T12:17:00.001-07:00</published><updated>2010-09-20T12:17:43.820-07:00</updated><title type='text'>Bungoeng Meu ek Langoeng</title><content type='html'>Meunoe hikayat bak saboh masa&lt;br /&gt;udeep keuh agam lam saboh bangsa&lt;br /&gt;Bangsa nyan meugah banlheuh masa prang&lt;br /&gt;inong ngon agam udeep lam sarang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bak saboh lampoh bungoeng si tangke&lt;br /&gt;si agam jaga awai ngon akhe&lt;br /&gt;Meunan keuh uroe ka dengon malam&lt;br /&gt;agam meunafsu bungoeng beu keumang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Han ji pet mata han jigrak gaki&lt;br /&gt;bungoeng dijaga punoeh bakeuti&lt;br /&gt;Uroe ngon malam bungong disiram&lt;br /&gt;hana ji teupeu akhee meu apam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ka abeih uroe mulingkeu ngon thon&lt;br /&gt;agam jak siat u nanggroe bubon&lt;br /&gt;Bungoeng lam lampoh tinggai keu sidroe&lt;br /&gt;ka dari suboh sampoe an leuhoe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hana jisangka si agam lalee&lt;br /&gt;hana jiteupeu bungoeng ka malee&lt;br /&gt;Teuka lah bubrang lam saboh watee&lt;br /&gt;bungoeng nyang keumang luroeh bak tangke&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bungoeng ka lalee ka dengoen bubrang&lt;br /&gt;hana teuingat agam di seberang&lt;br /&gt;Bungoeng ka laloe ka dengon bubrang&lt;br /&gt;nibak si uroe ka keunong labang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meuganto buleun si agam ceukang&lt;br /&gt;teuingat keu bungoeng lam lampoh lawang&lt;br /&gt;DI naggroe bubon laju diriwang&lt;br /&gt;teubayang-bayang bungoeng meucanang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh troek u lampoh agam ka laklok&lt;br /&gt;jieu eu nyak bungoeng hana bak tangke&lt;br /&gt;Jimita laju ban rata calok&lt;br /&gt;gundah pikiran ji ek lam ulee&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadarlah agam bungoeng ka layee&lt;br /&gt;ka roet lam jaroe bubrang meupuree&lt;br /&gt;Sinan keuh agam jimoe han sakoe&lt;br /&gt;jiroe ie mata meutalo-taloe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agam ji sujud puwoe bak rabbi&lt;br /&gt;pakon tekeudi lage nyoe neubri&lt;br /&gt;Dijak peukleih droe bak bineih pasi&lt;br /&gt;meuharap rabbon ubah tekeudi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bungoeng dikuta kalaloe sabee&lt;br /&gt;dalam istana dua ngon bubrang&lt;br /&gt;Meucumbu rayu uroe ngon malam&lt;br /&gt;hana ingat le agam nyang siram&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adoe metuah adun meubahgia&lt;br /&gt;meunoe hikayat bungoeng ngon bubrang&lt;br /&gt;Agam nyang seudeih meu ila-ila&lt;br /&gt;gaseih ngon sayang jeut keu bencana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Beutong, September 2010]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-8413498808609983454?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/8413498808609983454/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=8413498808609983454' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/8413498808609983454'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/8413498808609983454'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2010/09/bungoeng-meu-ek-langoeng.html' title='Bungoeng Meu ek Langoeng'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-2545066190423289295</id><published>2010-09-01T23:32:00.000-07:00</published><updated>2010-09-01T23:32:59.518-07:00</updated><title type='text'>Secuil Rindu Untuk Bersua, 1998-2001 MTsN Banda Aceh I.</title><content type='html'>Beberapa hari yang lalu, aku ngopi sama Abrar Muhammad Yus di Solong.  Dan beberapa hari yang lalu juga aku jumpa sama Teuku Ribaldi di sebuah  warung makan rasa pulau seberang di Lamnyong. Dengan Baldi aku gak  ngomong panjang lebar, karena aku lagi ada acara buka puasa anak Hukum  dan dia juga lagi sedang ada acara dengan kawan-kawan Tekniknya. Cuma  bersenda satu dua kata dan keluar kata-kata "lama kita gak jumpa dan gak  ngumpul sama kawan-kawan yang lain". ya, lama tak bersua setelah 9  tahun berpisah dari sekolah yang sekarang melabelkan dirinya sebagai  sekolah model di banda aceh [apakah dari dulu sudah model? aku gak tau,  lupa. hehe].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Yang lama aku ngopi sama Abrar, panjang lebar  kami bercerita dan sesekali mengulang kisah lama di sekolah, tentang  guru olahraga [aku lupa namanya] yang sangar dan juga tentang pak Zul  yang garang dan lawak menguraikan teori-teori sinus cosinus mata  pelajaran Matematika. Memang, sejak kepulangannya dari pulau seberang,  aku sama Abrar sering berhubungan walau hanya untuk berdisusi dan kadang  menikmati segelas kopi di Ulee Kareng. Yang aku heran dan tak bisa  kulupakan dari kawan mungil sebiji ini adalah selalu yang ditanyakannya  adalah tentang kawan lama, kawan sekolah kita dulu. Walau kadang diskusi  mengarah ke masalah politik dan agama, tapi tetap ujungnya lari ke masa  ketika kita masih bercelana biru dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar dua bulan  yang lalu, ketika masih di kampungku di Lhoong, aku jumpa sama Mahfud  [Mahfus Bram, III 4] di jalan raya kaki Geurutee. Waktu itu dia baru  balik dari tempat kerjanya di sekitaran Calang, di sebuah perusahaan  perkebunan sawit disana [setidaknya begitu dia katakan sama aku].  Kuminta rokok sebatang sama dia dan kuajak untuk minum kopi di Puncak  Geurutee, tapi dia menolak dengan alasan hari sudah sore dan takutnya  dia akan kemalaman pulang ke Banda Aceh. Ya sudah, cuma bercakap-cakap  sebentar akhirnya dia hidupkan keretanya dan langsung tancap gas ke  Banda Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Fajaruddin atau Fajar atau Udin [kalian  kenal kan?] memang satu kampus kuliah sama aku, Fakultas Hukum Unsyiah,  dan satu leting kami di 2005. Si Iqbal Tembem [Iqbal Lamdingin yang dulu  kelas III 4 kalau aku tidak salah] sekarang jadi polisi di kampung aku,  dia jadi anggota Polsek Lhoong. Ketika pulang kesana setidaknya  beberapa kali aku jumpa dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenjak 9 tahun lalu, banyak  yang aku jumpa dan banyak juga cerita. cuma sekarang, setelah panjang  lebar berbicara dengan Baldi dan berdiskusi dengan Abrar, aku jadi sadar  dan keinginan untuk berkumpul kembali itu jadi membara. walau mungkin  sudah tak saling kenal, walau mungkin ada yang jumpa di jalan tak saling  sapa entah karena sombong atau karena memang tak mengenal lagi atau  mungkin juga karena segan untuk menyapanya. hehe.. Abrar selalu bilang  sama aku "kalau bisa kita garap lagi jir acara reunian atau apalah  namanya yang pasti kita bisa ngumpul". Ya aku pikir juga begitu, rugi  kita bersaudara selama 3 tahun dari 1998-2001 kalau akhirnya jadi tak  saling kenal lagi, jadi tak saling menyapa lagi. padahal dulu [jika kita  mau jujur] ada selaksa cerita yang kita jalani bersama, ada ribuan  kisah yang kita hadapi bersama, dari kisah kasih sampai ke cerita cabut  sekolah, dari cerita dikejar pak Zul sampai ke cerita si Abrar yang  sering bawa rokok dan kita hisap sama-sama di ruang ganti baju olahraga.  Selinting dua linting, sahabat itu amat penting, begitu prinsip kita  dulu. Hehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm.. catatan sederhana ini aku buat karena  sekarang aku lagi memikirkan apa yang si Abrar pikir. Banyak kita buat  Kenduri Buka Puasa Bersama dengan kawan-kawan kuliah ata juga  kawan-kawan SMA kita, tapi tidak terpikirkan untuk sebuah masa  sebelumnya, masa ingusan atau masa rengesan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, tak ada  lagi imajinasi aku untuk bercerita tentang kita, catatan ini cuma  sebagai pembuka. Mungkin kalian nanti yang akan menyambungnya, atau  mungkin juga aku yang akan mengedit dan menambahkan jika ada lagi  imajinasiku. tolong juga kawan-kawan tag kepada yang lain yang pernah  menghuni dan seleting dengan kita di sekolah itu, MTsN Banda Aceh I.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk syedara-syedara semua, aku minta maaf beuh.. hehe&lt;br /&gt;Saleum Damee..&lt;br /&gt;Muhajir. I 7, II 4, III 3.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-2545066190423289295?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/2545066190423289295/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=2545066190423289295' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/2545066190423289295'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/2545066190423289295'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2010/09/secuil-rindu-untuk-bersua-1998-2001.html' title='Secuil Rindu Untuk Bersua, 1998-2001 MTsN Banda Aceh I.'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-8217783853758129381</id><published>2010-07-24T14:04:00.000-07:00</published><updated>2010-07-24T14:06:17.453-07:00</updated><title type='text'>Aceh Terus Dijajah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/TEtUmkFF2GI/AAAAAAAAADg/r02IU1KcYIY/s1600/PT+LSM.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://1.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/TEtUmkFF2GI/AAAAAAAAADg/r02IU1KcYIY/s400/PT+LSM.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah pemandangan dari atas rawa-rawa belakang kampung Jantang yang telah ditimbun oleh PT LSM setinggi lebih kurang 50 meter, dan timbungan ini terus bertambah dan bertambah seiring menumpuknya keserakahan dalam diri Jery Patras sang mantan pembantai yang sekarang sering menjilat pada raja negeri, Irwandi Yusuf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dibawah timbunan ini langsung sawah warga Jantang atau biasa disebut dengan kawasan Blang Jantang. dan setelah blang Jantang maka langsung pemukiman warga gampong Jantang seperti yang tampak pada gambar. Jika seandainya timbunan ini runtuh atau longsor yang diakibatkan oleh hujan atau sebab lainnya maka siapa yang akan bertanggung jawab ? dalam diri warga Jantang sekarang dihantui ketakutan tapi mereka tak bisa bersuara karena mulai dari kepala mukim Cot Jeumpa [Armansyah, yang juga warga Jantang], tuha peut, sekdes, kepala pemuda dan terkecuali keucik semuanya telah bersekongkol dengan PT LSM. Apalagi membayangkan sosok Jery Patras sang mantan kolonel yang jadi direktur PT LSM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan kapal yang sedang bersandar di teluk Jantang seperti yang tampak pada gambar tersebut adalah kapal yang mengangkut kekayaan alam Aceh ke China. kapal inilah yang teLah menjadi saksi betapa kita sedang terjajah sama seperti dulu, tak ada hasil dari perang yang telah berlangsung selama 32 tahun dan puluhan ribu nyawa yang melayang. Irwandi sibuk dengan proyek publoe nanggroe nya, sedangkan mantan pejuang ditataran bawah tidak mengerti apa yang harus mereka perbuat, karena dari dahulu mereka tidak diajarkan bagaimana cara berpolitik atau membangun gerakan melawan penjajahan. Yang diajarkan pada mereka hanya cara berperang dan cara berperang. sedangkan mereka yang sedikit punya ilmu sekarang sibuk dibelakang mobil mewah dan kepulan nafsu uang proyek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah pelajaran yang harus kita ambil dari cerita perampokan sumber daya alam di Lhoong, bahwa penjajahan dan perampokan terhadap kekayaan alam rakyat Aceh masih berlangsung. Dengan jargon atas nama pembangunan dan atas nama mengisi perdamain, padahal yang diisi adalah perut mereka yang punya jabatan dan nafsu mereka yang punya serakah. Apa yang rakyat dapatkan selain kentut dan ancaman bencana, selain ancaman kematian akibat tebaran pesona racun tambang dari perusahaan penjajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semakin bodoh dan bodoh jika percaya bahwa ada kesejahteraan dari lubang tambang. Lubang tambang menghasilkan kemiskinan, kehancuran dan juga kebodohan. Jika pemerintah tak mampu, maka bubarkan saja negara ini.. !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komite Masyarakat Lhoong [KML]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-8217783853758129381?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/8217783853758129381/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=8217783853758129381' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/8217783853758129381'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/8217783853758129381'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2010/07/aceh-terus-dijajah.html' title='Aceh Terus Dijajah'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/TEtUmkFF2GI/AAAAAAAAADg/r02IU1KcYIY/s72-c/PT+LSM.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-6254312053206791086</id><published>2010-07-03T01:22:00.000-07:00</published><updated>2010-07-03T01:22:54.547-07:00</updated><title type='text'>Lhoong, Cerita Kami untuk Aceh</title><content type='html'>Kaki Paro kaki Geuruetee, itulah kau Lhoong. tanah yang duduk diantara  dua paku bumi, tanah yang sedang dilanda nestapa, tanah yang sedang  dirundung malang dibawah ancaman keserakahan kapitalisme. Komprador  sedang bermain ditanahmu, ada kekayaan yang melimpah yang melenakan hati  dan mata mereka ditanahmu, hingga kami yang damai ditanahmu terusik  oleh keserakahan atas nama pembangunan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari dulu kau dirundung malang, Pulot Cot Jeumpa puluhan tahun lalu  telah membuka mata dunia bahwa kau tanah pembantaian serdadu pemakan  nasionalis buta. Dri dulu kau incar nestapa, dari jaman raja yang konon  tidak mau menginjakkan kakinya ditanahmu dengan sebuah sebab nama yang  tak dikenal dalam kamus nanggroe. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; Beberapa detik lalu di kedai kopi kuta, saudaraku bercerita tentang  durian yang ada ditanahmu, bertanya tentang Geurutee yang memisahkan kau  dengan negeri Daya. Aku begitu bernafsu menceritakan apa yang mereka  tanya, kujawab dengan apa yang kulihat, kuceritakanlah Lamsujen yang  sangar tapi indah, Genteut yang seram tapi sedang melawan kejahatan  tambang. Geureutee, aku tak menceritakannya, karena semua mereka tau dan  pernah menginjakkan kaki disana, menikmati senja dengan secangkir kopi  Lamno yang tiada duanya. Ingin kutambahkan, serdadu negara ini pernah  tumbang dihantam petir beberapa tahun lalu di puncak Gerutee ketika  tanah ini dilanda perang, ingin juga kutambahkan tentang prajurit Dharma  Jaya yang lari tunggang tanggung dari puncak Gerutee melihat kuasa  tuhan membangunkan ombak samudera hindia di penghujung 2004 silam. Tapi  aku tak kuasa menceritakannya, karena surau sebelah sedang memekikkan  asma rabbi magrib tadi. Fajar esok, aku ingin berlabuh ditanahmu, tanah  yang telah membesarkanku, untuk sebuah cerita perjuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, jika saja bukan demi kau Lhoong, mungkin kupiker 1000 putar untuk  membangkang si serakah Jerry dan Alvian. Demimu, tanah yang menyimpan  tali pusatku 23 tahun lalu, demi anak cucu dan juga demi daulatnya  rakyat Aceh atas tanah yang kaya ini. Kami tinggalkan bangku kuliah  tempat bergumulnya para cerdik pandai yang menghamba pada raja, kulewati  tembok kampus yang sekarang semakin tinggi dengan biaya yang tak  terjangkau bagi bocah muda di kaki Glee Pisang, kukuatkan ikat pinggang  ini demi menatap senja dibalik rindang pasie Saney, pantai yang  memberiku kesenangan untuk para bocah bertelanjang dada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lhoong Setia Mining, corporate ini merampok namamu dan menggali serta  membawa ke negri China kekayaanmu, sungguh biadab. Lhoong Setia Mining,  ini corporate ketiga yang datang ketanahmu, dengan selembar hak konsesi  yang ia dapat dari jamuan makan para raja di Jantho dan Kutaradja,  Bukhari Daud dan Irwandi Yusuf. Sebelumnya, setau ingatanku, ada  Perusahaan Daerah Peumakmu Aceh [PDPA] dan PT Boswa yang menjamah  tanahmu belasan tahun lalu. Aku tak lagi ingat kenapa mereka pergi, tapi  yang kutau ada secuil perlawan disana, dari rakyatmu Lhoong, yang setia  dengan tanah dan keuneubah endatunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, Lhoong Setia Mining datang, dengan membawa Jerry si serdadu  dan Alvian si mafia. Setelah berkelana didunia hitam dan merah darah,  mereka datang seakan malaikat yang membawa kenikmatan tuhan dengan  mimpi-mimpi pembangunan yang mereka berikan. Dengan angkuh mereka  berkata kalau kita sedang lapar dan mereka datang membawa sepiring nasi  untuk kita, padahal yang mereka bawa tak lebih dari seonggok daging  manusia berlumur darah yang mereka bantai ketika nanggroe ini sedang  dilanda perang. Ah, sungguh hina jika penghuni tanahmu sekarang berani  menerima daging busuk itu, dan sampai kapanpun, sampai aku bersua dengan  tali pusatku diperut bumi sana, akan tetap kulawan mereka yang menjarah  tanahmu, mereka yang mengorek tanahmu sampai keperut bumi. Karena  disini aku besar, dan disini aku diajarkan bagaimana caranya membangkang  untuk sebuah kedaulatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lhoong, kau kurindu sampai mati para serdadu, dari tanah yang basah ini  aku berkata, demimu yang telah tuhan titipkan keindahan pada kami,  demimu yang telah tuhan titipkan kedamaian. Lhoong, dari pembantaian  Pulot Jeumpa puluhan tahun lalu, sampai penjajahan Lhoong Setia Mining  yang direstui raja negeri. Aku rindu durianmu yang menyengat, aku rindu  secangkir kopi Lamno di puncak Geuruetee dengan samudera Hindia yang  indah mempesona. Ini tanah kami, tanah yang menyimpan tali pusat kami  dan jasad orang tua kami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saleum Kedamaian, dari Lhoong Mereuhom Daya untuk tanah Aceh.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-6254312053206791086?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/6254312053206791086/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=6254312053206791086' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/6254312053206791086'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/6254312053206791086'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2010/07/lhoong-cerita-kami-untuk-aceh.html' title='Lhoong, Cerita Kami untuk Aceh'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-1591410294365157289</id><published>2010-06-20T09:58:00.000-07:00</published><updated>2010-06-20T10:08:06.803-07:00</updated><title type='text'>Cerita Anjing Peliharaan di PT LSM</title><content type='html'>Jujur sebelumnya, masyarakat Lhoong atau warga yang selama ini tergabung  dalam Komite Masyarakat Lhoong [KML] tidak pernah punya masalah dengan  aparat brimob yang selama ini menjaga PT LSM. Setiap ada konflik atau  sedikit gesekan antara masyarakat dengan perusahaan selalu saja aparat  Brimob berdiri di tengah, tak pernah ikut campur kecuali urusan  keamanan, walau kami sebenarnya berharap aparat brimob tersebut berada  dipihak masyarkat dan menjaga masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Entah kenapa emosi ini nak ke ubun melihat kelakuan 4 orang anggota Sat  Brimobda NAD [setidaknya begitu tertulis dibajunya] dalam menjalankan  tugasnya di kecamatan Lhoong pada hari jumat tanggal 18 Juni 2010. Saat  itu seorang masyarakat Lhoong yang bernama Ridwan [42 Tahun], pemilik  tanah yang, bersama puluhan masyarakat lainnya memagari tanahnya yang  selama ini digunakan sebagai jalur trasnportasi angkutan PT LSM ke  pelabuhan. Yang menjadi masalah kemudian adalah aparat brimob tersebut  membongkaar dan menghancurkan pagar masyarakat tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kronologis kejadian itu dimulai ketika masyarakat menutup tanahnya  sekitar pukul 10.30 wib. Proses pemagaran ini berjalan hingga jam 12.00  wib. Karena mendekati shalat jumat puluhan masyarakat beserta Ridwan  yang merupakan pemilik tanah tersebut pergi meninggalkan lokasi tanah  yang telah dipagar dan keMudian berjalan ke kedai kopi di Mon Meuh,  untuk menyantap secangkir kopi sebelum pulang kerumah, membersihkan diri  dan kemudian menuju mesjid melaksanakan shalat jumat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sedang asiknya bercengkrama dan berdiskusi dengan sesama  masyarakat lainnya di kedai kopi yang juga tidak jauh dari pintu gerbang  PT LSM tersebut sampailah 4 orang anggota brimob menggunakan mobil  Mitsubishi Strada warna merah abu-abu miliknya PT LSM ke kedai tersebut  lengkap dengan senjata laras panjang. Sesampainya di tempat mereka  langsung menanyakan perihal pemagaran tanah yang dilakukan masyarakat,  dengan menanyakan siapa yang bertanggung jawab dan kemudian memanggil  bapak Ridwan ke luar kedai kopi dan menginterogasinya. Pada saat itu,  aparat brimob tersebut hendak membawa bapak Ridwan ke Banda Aceh dengan  alasan disuruh oleh Jery Patras [Direktur PT LSM] untuk menyelesaikan  masalah disana. Tapi niat anggota brimob tersebut ditahan oleh  masyarakat lainnya dan ditolak oleh bapak Ridwan dengan alasan jika  memang managemen PT LSM ingin berjumpa maka mereka yang harus menjumpai   masyarakat, bukan masyarakat yang harus kesana. Setelah terlibat  perdebatan panjang akhirnya dengan merasa kesal anggota brimob  meninggalkan kedai kopi. Ketika hendak pulang kerumah, masyarakat  mendapatkan kabar dari dari seorang anggota Polsek Lhoong bahwasanya  pagar tersebut telah dirusak oleh orang suruhan PT LSM, dengan cepat  kemudian masyarakat langsung menuju lokasi tanah yang mereka pagar yang  berjarak sekitar 1 Kilometer dari kedai kopi tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditengah lantunan Azan shalat jumat masyarakat mendapati pagar yang  mereka bangun dirusak dan beberapa lembar spanduk yang mereka gantungkan  dipagar tersebut sebagai tanda protes telah dibakar disitu juga.  Mendapati hal ini kemarahan menjadi memuncak dan masyarakat langsung  menghubungi masyarakat lainnya yag masih berada di kampung, karena  kondisi jumat tidak ramai yang datang dan kemudian mereka memutuskan  untuk memperbaiki pagar tersebut seperti semula. Ketika bertanya kepada  seorang ibu-ibu yang  rumahnya berada di seberang jalan dikatakan oleh  ibu tersebut bahwa pagar beserta spanduk dirusak dan dibakar oleh 4  orang anggota brimob dengan dibantu oleh seorang anggota masyarakat  bernama Syarbini yang diketahui sebagai anggota keamanan PT LSM.   Setelah selesai memagari kembali lahan tersebut masyarakat kembali ke  kampungnya karena memang pada waktu itu jam telah menunjukkan pukul  14.00 wib dan banyak dari masyarakat belum melaksanakan shalat dan juga  makan siang, tanpa berpikir bahwa aparat brimob akan datang dan  merusaknya kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar satu jam setelah masyarakat meniggalkan lokasi terdengar kabar  lagi bahwa pagar itu kembali dirusak oleh aparat brimob, kabar  pengrusakan yang kedua kalinya itu langsung didapatkan dari ibu yang  rumahnya diseberang jalan lokasi tersebut. Bahkan kali ini mereka lebih  ganas lagi dengan cara merusak seluruhnya pagar dan tak berbekas, dengan  persenjataan lengkap. Menyadari bahwa PT LSM sedang memainkan politik  yang mengarahkan ke bentrokan, maka beberapa orang masyarakat meminta  kepada masyarakat lainnya untuk tidak melanjutkan proses pemagaran,  karena jika seandainya itu dilayani maka keungkinan besar bentrok akan  terjadi tindakan represif aparat brimob akan merugikan masyarakat  Lhoong. Dengan menuggu dulu keputusan dari orang tua kampung maka tanah  yang digunakan sebagai jalan PT LSM tersebut dibiarkan dihancurkan oleh  aparat Brimob yang memang telah mendeklarasikan dirinya sebagai anjing  PT LSM. Sampai sore kondisi di Lhoong masih memanas dan kemungkinan  terjadi konflik besar adanya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemagaran dan penutupan lahan yang otomatis menutup akses mobil angkutan  ini bertujuan untuk menyatakan kebobrokan PT LSM. Ridwan sendiri  sebagai pemilik tanah sebenarnya mantan pekerja dan mantan orang yang  mengkampanyekan proyek PT LSM kepada masyarakat ketika pertama kali  perusahaan tersebut menapakkan kakinya di kecamatan Lhoong Aceh Besar.  Alasan bapak Ridwan dulunya jelas bahwa dia yakin PT LSM akan membawa  kesejahteraan kepada rakyat Lhoong, dan dengan alasan itu pula ia  memberikan tanahnya secara cuma-cuma kepada PT LSM tanpa dibayar padahal  diatas tanah tersebut dulunya ada gudang perabotan miliknya. Oleh  karena sekarang bapak Ridwan yakin dan tahu pasti bahwa kebobrokan dan  kejahatan PT LSM telah membawa kemudharatan kepada masyarakat Lhoong  maka dia dengan dibantu puluhan masyarakat lainnya mengambil kesimpulan  untuk menarik kembali tanahnya dan menyatakan tidak akan diberikan lagi  kepada PT LSM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai kelakuan anggota Brimob yang telah menjadi “anjing peliharaan”  Jery Patras tersebut, maka kami masayarakat Lhoong menyatakan kekecewaan  yang sangat dan menyatakan bahwa mereka telah melukai hati masyarakat,  maka jangan salahkan rakyat jika terjadi sesuatu nantinya. Kami sadar  bahwa mereka telah menjadi penjaga PT LSM, bukan lagi penjaga  masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam untuk Irwandi yang telah menjual kampung kami demi ambisi  politiknya..!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Kedaulatan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Anjing PT LSM sedang menginterogasi bapak Ridwan [topi merah kuning]&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/TB5IhNeLS_I/AAAAAAAAADY/yRGWT_ixqtc/s1600/bromob.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="265" src="http://4.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/TB5IhNeLS_I/AAAAAAAAADY/yRGWT_ixqtc/s400/bromob.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-1591410294365157289?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/1591410294365157289/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=1591410294365157289' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/1591410294365157289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/1591410294365157289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2010/06/cerita-anjing-peliharaan-di-pt-lsm.html' title='Cerita Anjing Peliharaan di PT LSM'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/TB5IhNeLS_I/AAAAAAAAADY/yRGWT_ixqtc/s72-c/bromob.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-5212075414529279361</id><published>2010-06-19T06:56:00.000-07:00</published><updated>2010-06-19T08:06:26.341-07:00</updated><title type='text'>Menyorot Dampak PT LSM</title><content type='html'>Dalam kurun waktu tiga tahun ini, operasi pertambangan bijih besi PT LSM di Kecamatan Lhoong Kabupaten Aceh Besar terus menuai pelbagai masalah. Permasalahan itu semakin berlarut-larut hingga menimbulkan dampak yang tidak baik bagi banyak orang. Ganti rugi lahan yang hingga sekarang belum selesai sepertinya akan menjadi keresahan yang panjang bagi warga Lhoong sendiri. Belum lagi perampasan tanah rakyat, beberapa lahan warga terus digunakan namun hal tersebut tak pernah dikonfirmasi sebelumnya oleh pihak pengelola tambang kepada masyarakat. Klimaks dari permasalahan tersebut pasti akan sampai pada ancaman kerusakan lingkungan hidup dan juga pengangkangan kedaulatan rakyat terhadap sumber daya alam. Sampai sekarang PT LSM tak bergeming dan terus melakukan proses perampokan sumber daya alam dan yang lebih ironi lagi adalah Pemerintah Aceh Besar dan Pemerintah Aceh masih diam seribu bahasa terhadap tuntutan masyarakat Lhoong untuk menutup perusahaan tersebut yang sama sekali tidak ramah lingkungan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Konflik masyarakat Lhoong dengan PT LSM dimulai ketika perusahaan tersebut mulai melakukan ekploitasi pada tahun 2006, dari dulu masyarakat meminta kejelasan terhadap dampak lingkungan hidup atas kerja penambangan tersebut, namun sampai sekarang PT LSM dan Pemerintah Aceh tidak pernah memberi kejelasan terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh kerja penambangan PT LSM. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak lingkungan hanya dijelaskan dalam sebuah dokumen Amdal yang dibuat dibalik meja para pejabat dan ironisnya lagi proses pembuatan Amdal tersebut tidak pernah melibatkan masyarakat. Ini hal yang sangat arogansi yang dinampakkan oleh pihak PT LSM dengan Pemerintahan Aceh. Bukankah yang dieksploitasi itu tanah masyarakat? Lumrahnya, masyarakat harus tahu dan memahami apa yang terjadi di tanah tempat tinggalnya. Namun, PT LSM dengan Pemerintah Aceh dengan secara egois menjauhkan masyarakat dari hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pihak yang berpikir bahwa konflik ini muncul karena masyarakat tidak mendapatkan dana kompensasi dari proses ekspolitasi lahan tambang dan juga harga tanah yang terlalu kecil, Rp 3.000 sampai Rp 10.000 permeter. Memang harus diakui bahwa hal tersebut menjadi salah satu sumber masalah yang lahir dari masyarakat, tetapi yang harus digarisbawahi bahwa tuntutan utama masyarakat adalah masa depan lingkungan hidup yang lestari dan damai. Sampai sekarang tidak ada satu orangpun, baik itu pemerintah, pakar lingkungan, Bapedalda, dan pihak perusahaan yang berani menjamin bahwa proses pertambangan bijih besi PT LSM di Lhoong tidak akan merusak lingkungan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerja pertambangan yang dilakukan PT LSM ini mengancam ratusan hektar sawah masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari hasil sawah tersebut. Pola hidup dari sektor pertanian dan perkebunan itu sudah dimulai dari jaman dulu. Kini ratusan penduduk yang mendiami kampung yang mana kampung tersebut berada dibawah perbukitan yang dieksploitasi oleh PT LSM terancam tidak bisa bertani lagi. Belum lagi lahan perkebunan yang produktif seperti kebun kopi, kebun durian yang telah menjadi seperti tanda pengenal masyarakat Lhoong akan bisa hilang oleh dampak yang ditimbulkan dari ekspolitasi ini. Masyarakat Lhoong bisa jadi tidak akan pernah lagi menikmati hasil kebun dan pertanian yang dihasilkan dari tangannya sendiri. Ini mungkin dasar masyarakat Lhoong yang tergabung dalam Komite Masyarakat Lhoong [KML] menuntut Pemerintah Aceh dan Pemerintah Aceh Besar untuk mencabut izin perusahaan tambang tersebut, tanpa ada nilai tawar karena memang kelestarian alam dan masa depan tidak dapat ditawar lagi bagi masyarakat Lhoong, keuntungan ekonomi dan kompensasi tak akan pernah bisa menggantikan kerusakan lingkungan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan dan pemerintah selalu saja mengkampanyekan mimpi-mimpi pembangunan untuk kesejahteraan rakyat, mimpi-mimpi ini tak lebih daripada pembohongan dan pembodohan. Padahal kesejahteraan itu tak lebih daripada porsi tenaga kerja menjadi buruh di pertambangan yang bahkan tak seberapa upahnya. Mereka digaji kecil tanpa asuransi jiwa dan tunjangan pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan lain yang semestinya menjadi hak masyarakat sekitar. Padahal jika ingin kita jujur, kehidupan sebagai petani yang merupakan mata pencaharian utama masyarakat jauh lebih menguntungkan&amp;nbsp; daripada harus menggadaikan masa depan menjadi buruh di perusahaan tersebut. Dalam hal ini seharusnya pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar harus lebih jeli berpikir kedepan jika seandainya yang dikatakan pemerintah adalah demi kesejahteraan rakyat, inilah dampak ekonomi yang akan terjadi dengan keberadaan perusahaan pertambangan tersebut. Kesejahteraan daripada keberadaan PT LSM yang selalu didengungkan oleh pemerintah adalah kesesatan berpikir Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar. Sungguh tak ada hubungan antara keberadaan PT LSM dengan kesejahteraan rakyat, rakyat hanya jadi penonton dari pengerukan kekayaan sumber daya alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Lhoong juga sadar bahwa tidak ada satupun pertambangan di Indonesia sekarang yang tidak merusak lingkungan. Apalagi mampu mensejahterakan rakyat, itu hanya omong kosong. Kesejahteraan hanya ada pada para pemilik modal para pejabat negeri yang berkoalisi dengan pemilik modal untuk meraup keuntungan mereka sendiri. Sedang masyarakat terus dibohongi dan ditindas. Masyarakat akan terus diberikan iming-iming untuk mendapatkan hak ini dan itu. tapi, itu semua hanya kebohongan. Masyarakat hanya akan mendapatkan luka dan bencana akibat lingkungan sekitar yang sudah hancur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kasus konflik masyarakat Lhoong dengan PT LSM patut diduga bahwa Pemerintah Aceh dan Pemerintah Aceh Besar telah berkoalisi dengan para pemilik modal PT LSM untuk mengeruk keuntungan yang besar dari sumber daya alam dan mengorbankan masyarakat Lhoong. Pemerintah Aceh dan Pemerintah Aceh Besar lebih berpihak kepada perusahaan daripada rakyat Lhoong yang merupakan pemberi mandat untuk kekusaan Gubernur Aceh dan Bupati Aceh Besar pada pesta demokrasi beberapa tahun lalu. Kondisi ini sering dikatakan oleh masyarakat Lhoong dengan Publoe Nanggroe, demi kepentingan investor yang tak jelas keuntungannya bagi rakyat Aceh masyarakat Lhoong dikorbankan.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/TBzb5EPYbwI/AAAAAAAAADQ/lftMlpO_UII/s1600/DSC01965.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/TBzb5EPYbwI/AAAAAAAAADQ/lftMlpO_UII/s320/DSC01965.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dalam sejarah konflik masyarakat lokal dengan perusahaan seperti ini selalu saja pemerintah berpihak kepada perusahaan. Sangat jarang ada pemerintah yang berani mengambil resiko demi kepentingan rakyat. Kondisi ini terulang lagi di Lhoong yang membuat masyarakat resah, keresahan inilah yang kemudian mengancam masyarakat untuk membuat anarkis. Maka jangan salahkan rakyat bila suatu saat dalam proses perjuangannya masyarakat Lhoong berbuat anarkis, sebuah kondisi yang memang sangat tidak kita inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak sosial yang ditimbulkan oleh keberadaan PT LSM selama ini di Lhoong adalah saling salah menyalahkan antara masyarakat yang menolak dengan beberapa orang yang mendukung PT LSM. Seperti kita ketahui bahwa humas PT LSM, Armansyah merupakan Imum Mukim Cot Jeumpa, dalam perjalanan konflik antara perusahaan dengan masyarakat Armasyah selalu mengatakan bahwa tidak ada masalah dengan keberadaan perusahaan tambang di Lhoong. Yang lebih sangat berbahaya lagi perusahaan mencoba mengadu domba antara masyarakat mukim Blangme dengan Mukim Cot Jeumpa dengan mengatakan kepada publik bahwa&amp;nbsp; masyarakat Mukim Cot Jeumpa mendukung keberadaan PT LSM dan tidak pernah mempermasalahkan konflik selama ini. Padahal kenyataan di lapangan masyarakat mukim Cot Jeumpa juga resah dengan keberadaan PT LSM dan hanya beberapa orang yang mempunyai jabatan penting di mukim Cot Jeumpa yang menjadi agen perusahaan dan selalu membawa-bawa nama mukim Cot Jeumpa. Sampai sekarang selalu saja ada upaya dari perusahaan untuk mengadu domba kedua mukim tersebut, padahal sebelum beropersinya perusahaan tersebut kehidupan masyarakat di Lhoong damai tanpa pernah saling mencurigai dan diadu domba. Dengan uang PT LSM telah menghancurkan tatanan sosial masyarakat dan pemerintah membiarkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konflik antara masyarakat Lhoong dengan PT LSM selama ini seharusnya membuka mata para pengambil kebijakan di negeri yang sedang membangun dari keterpurukan ini, agar pembangunan jangan sampai jatuh ke lubang yang sama. Dari dulu konflik Aceh yang berkepanjangan selalu saja berpangkal pada masalah pengelolaan sumber daya alam yang mengorbankan masyarakat lokal. Dari dulu kita juga berkoar-koar kepada pemerintah pusat di Jakarta dan dunia internasional bahwa sumber daya alam Aceh hanya meninggalkan kehancuran bagi masyarakat dan hasil hanya dinikmati oleh para pemilik modal di Jakarta yang berkoalisi dengan para kapitalis lokal dan juga para pejabat di daerah. Sekarang setelah kita semua belajar dari masa lalu hendaknya kemelaratan dulu tidak lagi kita ulangi, ini harapan besar kepada pemerintah Irwandi Nazar yang merupakan jebolan dari para pejuang masa lalu. Jika kondisi ini juga tidak bisa dibaca oleh Gubernur Irwandi dan Wakil Gubernur Muhammad Nazar maka dapat kita pastikan bahwa gerakan yang dibangun dulu tak lebih dari pada pesta pragmatisme demi uang dan jabatan bukan perjuangan ideologis demi rakyat dan kedaulatan negeri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran kita yang selalu membanggakan pertambangan sebagai syarat bagi kesejahteraan rakyat dan pembangunan adalah kesesatan berpikir yang kompleks, tak ada hubungan tambang dengan kesejahteraan. di lahan yang sekarang telah diberikan hak kosesei tambang oleh pemerintah kepada PT LSM merupakan lahan produktif masyarakat dan juga lahan tidur, seandainya lahan tersebut diberdayagunakan oleh pemerintah untuk pertanian masyarakat Lhoong maka ancaman kehancuran dapat dihindari. Begitu banyaknya lahan pertanian yang bisa dimanfaatkan saya rasa merupakan sikap gegabah dan tanpa berpikir kedepan ketika pemerintah memberlakukan kebijakan pertambangan di daerah tersebut. Tak susah jika pemerintah memang punya niat untuk kemajuan rakyat, dan tak susah pula jika pemerintah memang bekerja untuk rakyat, bukan para pemilik modal. Pemberdayaan lahan pertanian adalah jawaban untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Lhoong khususnya dan Aceh umumnya. Membangun tidak harus dengan merusak, begitu kata aktivis lingkungan dan kemanusiaan Chico Mendez, puluhan tahun lalu di pedalaman hutan amazone, Acre, Brazil. Dan sudah seharusnya pemerintah Aceh membangun Aceh tanpa menggadaikan masa depan dan menghamba kepada para pemilik modal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua telah jelas bahwa keberadaan PT LSM di Lhoong mengganggu masa depan masyarakat Lhoong khususnya dan masyarakat Aceh umumnya, dampak sosial ekonomi dan budaya serta dampak lingkungan hidup mengancam di depan mata. Selain itu kedaulatan rakyat Aceh juga tergadaikan dengan keberadaan PT LSM di Lhoong. Maka oleh karena itu, demi masa depan yang damai dan demi kedaulatan rakyat, sudah seharusnya Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar untuk menutup segera operasi pertambangan biji besi PT LSM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhajir&amp;nbsp; adalah juru bicara Komite Masyarakat Lhoong [KML]&lt;br /&gt;Harian Aceh. Jumat, 18 Juni 2010.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-5212075414529279361?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/5212075414529279361/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=5212075414529279361' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/5212075414529279361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/5212075414529279361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2010/06/menyorot-dampak-pt-lsm.html' title='Menyorot Dampak PT LSM'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/TBzb5EPYbwI/AAAAAAAAADQ/lftMlpO_UII/s72-c/DSC01965.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-5424857109353599797</id><published>2010-06-15T20:27:00.000-07:00</published><updated>2010-06-15T20:27:48.980-07:00</updated><title type='text'>Pema, Bubarkan Saja !</title><content type='html'>Bentrok antarmahasiswa di Unsyiah terjadi lagi untuk kesekian kalinya.  Tragedi Jumat, (14/5) menjadi titik nadir dari amarah yang tersimpan  selama ini. Sejarah bentrok antarmahasiswa di Unsyiah selalu saja  melibatkan dua pihak yang bersebarangan ideologi dan keyakinan, antara  kawan-kawan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) yang biasa disebut anak “musala”  dengan kawan-kawan yang biasa disebut anak “kantin”, walau dua benda  mati musala dan kantin tak pernah tahu mengapa namanya ditabalkan pada  kelompok tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat sejarah bentrok mahasiswa di Unsyiah (setidaknya selama saya  kuliah) ini merupakan yang keempat kalinya yang melibatkan dua kelompok  berseberangan tersebut. Pertama terjadi ketika ritual Ospek 2006 lalu di  Fakultas Pertanian yang berujung pada penghancuran sekretariat UKM  Mapala Fakultas Pertanian dan Caniva. Kejadian ini memunculkan sebuah  sebutan kepada para penyerang, yaitu pasukan berjubah, karena para  penyerang berlakon ba’da magrib tersebut menggunakan jubah untuk  menutupi wajah agar tak dikenali. Bentrok ini terjadi karena alasan  Ospek. Ada secuil perbedaan pendapat ketika para mahasiswa berebut  kesempatan untuk menampakkan pengaruhnya di depan mahasiswa baru yang  notabene masih lugu walucu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentrok kedua terjadi ketika kawan-kawan yang tergabung dalam Front  Mahasiswa Aceh (FMA) Tolak BHP melakukan aksi demontrasi menolak UU BHP  di kampus Unsyiah pada penghujung tahun 2008. Ketika melewati kantor  Pema Unsyiah (yang waktu itu presiden mahasiswa dijabat oleh Hendra  Koswara) terjadilah bentrok fisik antarmassa FMA dengan pengurus Pema  Unsyiah, konon, katanya Pema Unsyiah sebagai lembaga mahasiswa tertinggi  menolak untuk melakukan aksi menolak UU BHP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujung dari bentrok tersebut adalah ditangkapnya dua aktivis FMA oleh  Polisi Polsek Syiah Kuala karena pengaduan dari kawan-kawan pengurus  Pema Unsyiah, sehingga Rektorat Unsyiah putar otak untuk dapat  mendamaikan kedua belah pihak. Walau damai kemudian tercapai dan dua  aktivis FMA dapat dikeluarkan dari jeruji besi Polsek Syiah Kuala pada  malam hari. Rupanya masalah tak berhenti di situ saja. Menjelang subuh,  beberapa orang tak dikenal menyerang kantor BEM Fakultas Pertanian dan  mengeroyok beberapa pengurus BEM yang sedang terlelap dibuai mimpi  fajar. Para penyerang yang berbadan tinggi besar wakekar (setidaknya ini  menurut pengakuan korban kepada penulis) ini memakai sebo agar wajahnya  tidak dikenali, hingga kemudian tersebutlah kata-kata pesukan bersebo  menjadi ikon bagi para penyerang dalam kegelapan. Istilah ini kemudian  mengalahkan istilah pasukan berjubah yang sudah tenar sebelumnya ketika  penyerangan ke sekretariat Mapala Caniva. Penyerangan di subuh buta ini  kemudian menjadi urusan pihak kepolisian walau sampai sekarang belum ada  hasil apa-apa dari kepolisian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentrok ketiga terjadi ketika Pemira (Pemilihan Raya) Presiden Mahassiwa  tahun 2009 lalu. Bentrok terjadi di tengah malam gelap di Biro Rektorat  pada saat perhitungan suara hasil Pemira. Akibat bentrok dua kubu calon  Presma ini didamaikan oleh Pembantu Rektor III Unsyiah, Bapak Rusli  Yusuf, perdamaian yang berakhir ketika calon presiden dari kelompok  musala, Mujibarrahman (Presiden Mahsiswa sekarang) menangis terisak di  depan forum, dan konon katanya tangisan inilah yang mengantarkan  Mujiburrahman menjadi Presiden Mahasiswa Unsyiah sekarang, mengalahkan  calon lainnya yang tak mampu “bersandiwara” mengeluarkan air mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tragedi Gelanggang Unsyiah 14 (14/5) merupakan bentrok yang terakhir  antara dua kelompok ini, tragedi yang menyisakan amarah mendalam bagi  kedua belah pihak ini menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat  Aceh. Pasalnya bentrok ini sempat memenuhi rubrik beberapa media lokal  dan nasional. Tragedi ini juga yang sampai hari ini belum ada sebuah  penyelesaian baik dari kedua belah pihak maupun dari Rektor Usnyiah  sebagai pihak yang berkuasa terhadap segala sesuatu yang terjadi di  Unsyiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konflik Ideologis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sejarah bentrok yang terjadi, setidaknya dapat kita ambil  kesimpulan bahwa bentrok terjadi antara dua kubu yang sama dari dulu,  tidak pernah melibatkan pihak lain. Dua kubu inilah yang selalu  menghiasi setiap perhelatan dunia politik kampus, mulai dari pemilihan  ketua BEM di tingkat Fakultas sampai dengan pemilihan Presiden Mahasiwa  (Presma) di tingkat Universitas. Penulis berpendapat bahwa ideologi  kedua kelompok ini tidak akan pernah ketemu, pihak musala (Anak-anak  LDK, Fosma) mengklaim bahwa anak-anak kantin merupakan mahasiswa yang  berpikiran liberal, komunis, bahkan sampai mengatakan atheis. Anak-anak  kantin mengklaim bahwa anak-anak LDK merupakan orang-orang yang sok  suci, sok baik, sok alim dan sok-sok lainnya, mereka juga mengklaim  bahwa LDK dan Fosma merupakan underbow dari partai politik nasional PKS  (Partai Keadilan Sejahtera) yang tidak bisa menerima perbedaan dalam  beragama.&lt;br /&gt;Dua kekuatan ideologis ini sedang bertarung dalam memperebutkan  eksistensi di Unsyiah. Anak-anak musala sedikit berkuasa selama ini  karena mereka menguasai Unit Program Pendamping Mata Kuliah Agama Islam  (UP3AI) yang diberikan oleh Rektorat Unsyiah. UP3AI inilah yang selalu  menjadi mesin politik bagi anak-anak musala untuk menarik mahasiswa baru  yang masih bersih putih ideologinya. Sampai sekarang kelompok kantin  selalu mencoba menggugat program yang digunakan untuk kepentingan  politis ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konflik ini (baik fisik maupun pikiran) adalah konflik hitam-putih dan  sampai kapan pun tidak akan pernah bertemu dua ujung, karena pangkalnya  selalu tegak untuk merobek pangkal yang lain. Konflik ini juga menyeret  ke arah perebutan kekuasaan, dan barang siapa yang mendapatkan legalitas  kekuasaan tertinggi Pema Unsyiah maka mereka akan sedikti di atas  angin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konflik ideologis juga telah menyebabkan kerenggangan antara mahasiswa  dengan pemimpin kampus Unsyiah dalam hal ini Rektor dan juga Dekan.  Seorang tokoh mahasiswa lebih mendengarkan “seniornya” di luar kampus  (yang bisa jadi tokoh politik) daripada Rektor Unsyiah yang merupakan  orang tua di sebuah kampus. Dan tidak heran pula ketika Pema Unsyiah di  bawah kepemimpinan Hendra Koeswara memilih melaporkan aktivis FMA ke  polisi daripada menyerahkan penyelesaian masalah kepada rektorat. Potret  yang sama terulang kembali ketika Mujiburrahman melaporkan puluhan  mahasiswa Forum BEM dan UKM ke polisi karena diduga melakukan  pengrusakan terhadap aset kampus (yang sebenarnya bukan haknya) daripada  harus menunggu penyelesaian perdamaian yang dilakukan oleh rektorat  Unsyiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya rektorlah yang harus menyelesaikan persoalan tersebut secara  kekeluargaan bukannya Mujiburrahman sebagai mahasiswa menempelkan ek  leumoe (taik lembu) ke muka rektor dan seluruh insan Unsyiah. Logikanya  adalah, ketika sebuah piring beterbangan karena konflik dalam rumah  tangga tak eloklah jika polisi turun tangan, sungguh sebuah sikap yang  tidak menghargai orang tua di kampus jika jalan itu yang ditempuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya membangun inteletual kampus dan juga budaya berpolitik yang  santun harus melepaskan diri dari ideologi luar, karena kampus kita  telah menciptakan ideologinya sendiri yaitu intelektualitas, kepedulian  sosial dan juga kerakyatan, setidaknya itu yang diucapkan Sokarno ketika  mengunjungi Darussalam puluhan tahun silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perebutan Kekuasaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, ini juga menjadi catatan penting dalam tulisan ini, bahwa  dalam tataran parktis konflik ideologis tersebut berwujud dalam  perebutan kekuasan tertinggi mahasiswa di Unsyiah. Ini terus menjadi  tujuan utama para kelompok yang bertikai untuk menyingkirkan yang  lainnya dan ini merupakan sebuah ancaman besar yang selama ini kita  sadari maupun tidak. Oleh karena itu harus ada sebuah reformasi dalam  perpolitikan mahasiswa, harus ada sebuah terobosan yang kita buat  bersama untuk menghindari ancaman ini, jika kita memang tak ingin  konflik ideologis ini terus melahirkan bentrok fisik antarkelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis berpikir jika memang ancaman ini tidak bisa dihindari maka lebih  baik bubarkan saja Pema atau kegiatan perpolitikan mahasiswa di tingkat  universitas ditiadakan saja. Lebih baik semuanya diserahkan kepada  mahasiswa di fakultas, karena kerenggangan dan potensi konflik di  fakultas itu lebih kecil dan bahkan kekeluargaan di fakultas itu lebih  hidup daripada di tingkat universitas. Karena kebersamaan itu selalu ada  di fakultas, bukan di universitas apalagi di gelanggang mahasiswa yang  tak seberapa lebar itu jika dibandingkan dengan 25.000 lebih mahasiswa  Unsyiah. Dan selama saya melahap secuil pendidikan di Unsyiah, belum  pernah mendengar ada konflik kepentingan di fakultas yang menyebabkan  bentrok yang melibatkan kedua kubu ini, jika ada konflik kepentingan  maka itu hanya konflik dalam sebuah forum dan kemudian cair kembali  seperti biasa di luar forum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tragedi 14 (14/5) menjadi pelajaran bagi kita semua dan juga tamparan  bagi semua intelektual Unsyiah yang selama ini sering bercuap-cuap di  luar kampus, di forum-forum besar hotel berbintang. Kepada semua para  profesor, doktor atau apalah gelarnya. Tragedi ini seperti ingin  mengatakan kepada kita semua bahwa ada masalah besar dalam kehidupan  mahasiswa di Unsyiah, maka benahi itu dulu jika memang ingin menjadikan  Unsyiah sebagai jantoeng hate rakyat Aceh, bukan jantoeng pisang uteun..  !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-5424857109353599797?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/5424857109353599797/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=5424857109353599797' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/5424857109353599797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/5424857109353599797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2010/06/pema-bubarkan-saja.html' title='Pema, Bubarkan Saja !'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-3007974370657309309</id><published>2010-06-15T20:05:00.000-07:00</published><updated>2010-06-15T20:05:33.500-07:00</updated><title type='text'>Membangun Lhoong Bukan dengan Tambang.</title><content type='html'>Konflik Aceh antara RI dengan GAM selama 30 tahun lebih membawa rakyat  Aceh khususnya Lhoong menjadi trauma, ditambah lagi Gempa dan gelonbang  tsunami yang melanda Aceh akhir tahun 2004 hampir setengan penduduk  Lhoong meninggal. ternyata kepedihan tak berkhir  sampai disitu yang  dirasakan  masyarakat setempat, namun sampai sekarang masih berlanjut  dengan modus lain yaitu, hadirnya PT LSM. Kondisi ini sangat  memprihatinkan, dimana masyarakat harus melawan ketidak adilan  pemerintah yang telah mengeluarkan izin pertambangan di wilayah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konflik terjadi mulai dari tahun 2006 hingga sekarang antara masyarakat  dengan perusahaan PT. LSM dan Pemerintah Aceh serta Pemerintah Aceh  Besar yang telah mengeluarkan izin, baik perang melaui media maupun  lewat aksi didepan gedung dewan. Namun kondisi saat ini situasi semakin  memanas persoalan yang dihadapi oleh masyarakat, sampai sekarang konflik  tersebut semakin runyam, hingga saat ini belum adanya kejelasan  terhadap masyarakat dalam kasus ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, Sebuah pertanyaan, pentingkah pertambangan bagi masyarakat Aceh  khususnya masyarakat Lhoong dan  apakah pertambangan tidak merusak  lingkungan serta bisa mensejahterakan rakyat Aceh..? ini satu pertanyaan  yang harus dijawab oleh pemerintah Aceh, jangan seenaknya saja  merampas/mengeruk hasil kekayaan alam milik masyarakat tanpa melihat  dampak yang akan ditimbulkan kedepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Dampak dari pertambangan semakin jelas kita lihat selama ini,  terpecah belahnya ditingkatan masyarakat dengan dibangunnya system adu  domba sesama masyarakat, hilangnya akses masyarakat adat terhadap  sumber-sumber ekonomi dikawasannya sendiri, hancurnya social budaya,  hilangnya kearifan local masyarakat setempat dan juga rusaknya ekologi  yang ada dalam kawasan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, Pemerintah seharusnya lebih jeli, membangun Aceh itu bukan  dengan merusak dan mengeruk biji besi tanpa melihat daya rusak akibat  pertambangan selama ini, ancaman krisis pangan dan lahan, tambang biji  besi adalah industri yang rakus lahan. Lahan-lahan itu, termasuk lahan  produktif seperti kebun durian, kopi, cengkeh dan pinang. Tak hanya  merusak lingkungan, Pengerukan biji besi  juga mencemari aliran sungai  yang mengaliri area persawahan dimana warga setempat bergantung hidup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun yang lebih menyakitkan bagi masyarakat, Gubernur mengeluarkan  statement dimedia yang bahwasanya PT. LSM tidak bermasalah serta merusak  lingkungan dan sesuai dengan perizinan dan juga Amdal, jadi perusahaan  pertambangan eksploitasi biji besi itu tidak perlu ditutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kondisi ini Pemerintah Aceh dan Pemkab Aceh Besar seolah-olah  menutup mata, menutup ruang bagi masyarakat yang ada disekitar kawasan  tambang. Seharusnya kedua PEMDA tersebut sadar jangan hanya kepentingan  PAD semata dengan alasan untuk kemakmuran rakyat dan kesejateraan  masyarakat, tanpa berpikir panjang untuk masa depan mereka, dengan  merusaknya alam sama dengan merusak generasi pemuda penerus bangsa ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dalam hal ini, Masyarakat Lhoong meminta kepada Pemerintah Aceh  dan Pemkab Aceh Besar harus bertanggung jawab atas semua persoalan ini  yang  telah memberi izin eksplorasi dan eksploitasi biji besi kepada  pihak perusahaan pertambangan yang ada di Lhoong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Rusliadi KML&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-3007974370657309309?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/3007974370657309309/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=3007974370657309309' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/3007974370657309309'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/3007974370657309309'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2010/06/membangun-lhoong-bukan-dengan-tambang.html' title='Membangun Lhoong Bukan dengan Tambang.'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-6979494027305943620</id><published>2010-05-24T08:12:00.001-07:00</published><updated>2010-05-24T08:12:50.664-07:00</updated><title type='text'>Lakon-Lakon Menjijikkan Di Ruang Serba Guna DPRA</title><content type='html'>Ini cerita yang baru saja kami alami, cerita tentang penjajah yang  sedang menhancurkan masa depan rakyat Lhoong dan sedang merampok  kekayaan alam Aceh atas nama investasi. Inilah cerita yang terjadi dalam  ruang serba guna DPRA dalam pertemuan dengar pendapat antara masyarakat  Lhoong, Managemen PT LSM, Gubernur Irwandi dan juga anggota pansus DPRA  serta para kepala dinas yang terkait dalam proses perampokan yang  dilakukan oleh PT LSM di Lhoong, Senin, 24 Mei 2010. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; Ada fenomena menarik, geli, serta menjijikkan ketika Direktur PT LSM,  Jerry Patras, memohon dengan iba kepada semua pihak untuk tidak menutup  PT LSM, "kami ini perusahaan investasi tambang yang baru, ibarat  anak-anak kami ini memang telah membandel, tapi kan namanya anak-anak  tidak mungkin kita pukul dengan balok, paling keras anak-anak pasti kita  cubit, dan ibarat anak-anak kami butuh bimbingan dari bapak-bapak  semua". Hmm.. inilah yang keluar dari mulut Jerry Patras, Jerry yang  berubah 180 derajat mejadi penjilat gubernur dan juga anggota DPRA,  Jerry yang berubah menjadi sedikit tebal muka ketika tanpa malu  mengutarakan kata-kata penjilat, inilah lakon para penjajah, sama  lakonnya dengan Irwandi yang tanpa malu juga berani mengatakan kepada  publik bahwa Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar hanya  mendapatkan 25% persen dari hasil yang didapatkan oleh proses ekploitasi  yag dilakukan oleh PT LSM di Lhoong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pertemuan yang tak seberapa temu itu juga Jerry Patras dengan  bangganya mengatakan kepada forum bahwa akan membawa warga Lhoong ke  tanah suci, akan membangun pabrik, akan memberikan beasiswa, akan  memberikan dana pembangunan sosial budaya, dan akan-akan beribu akan  lainnya, beribu bualan kembali keluar dari moncong Jerry Patras yang tak  seberapa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, ada lagi kisah menarik tentang guberur kita Irwandi  "Panglima Tibang Publo Nanggro", tentang Irwandi yang tersenyum dan  tertawa tanpa salah ketika mengatakan bahwa kita tak mungkin menutup  perusahaan yang telah menanamkan investasi di Aceh dengan alasan akan  membuat para investor lain enggan menanamkan sahamnya di Aceh, Irwandi  juga dengan tanpa salahnya mengatakan bahwa harga tanah kalau bisa  jangan terlalu mahal, "kalau terlalu mahal nanti investasi akan lari ke  Vietnam dan Kamboja, karena disana harga tanah sangat murah. Kita  sekarang sedang bersaing dengan mereka untuk menggaet investor". Tak  hanya itu, kebanggan Irwandi terhadap Alvian, pemilik saham dan juga  Komisaris Utama PT LSM juga diungkapkan dalam forum yang sebenarnya tak  bisa dikatakan forum itu. "Dulu ketika Alvian mengajukan permohonan  kepada saya, saya katakan bijih besi itu milik siapa. Dia [alvian] jawab  bahwa tanah itu miliknya Peerintah Aceh, maka saya tanyakan lagi berapa  keuntungan kepada Pemerintah Aceh, dia bilang keuntungannya 10%, maka  setelah saya tawar keuntungan pemerintah Aceh menjadi 25%, Hehehe.. ".  Irwandipun tertawa dengan lahapnya, seakan 25% itu merupakan keuntungan  yang sangat besar bagi Pemerintah Aceh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak tahulah dia bahwa dia telah menjual hasil alam negeri ini kepada  Alvian, tak tahulah dia bahwa tak ada bedanya dia dengan Jawakarta yang  dulu dia kowar-kowar telah menjual hasil alam Aceh. Dia lah Irwandi,  jameun usee Jawa jinoe peutamoeng China, hana beda, penjajah mandumnyan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan dalam ruang dewan tersebut hanya berlaku layaknya seremonial  para komprador negeri ini, ada lakon lieh punggoeng Irwandi yang  dilakukan Jerry Patras, ada lakon Irwandi yang tanpa malu telah menjual  negeri, ada juga lakon kepala Bapedalda Aceh, Husaini Syamaun yang tanpa  malu menyatakan bahwa proses eksploitasi yang dilakukan oleh PT LSM  tidak menyalahi aturan walau sebenarnya perusahaan penjajah tersebut  tanpa dilengkapi dengan Instalasi Pembuangan Air Limbah [IPAL].  Lakon-lakon inilah yang dinampakkan, yang berdiri diatas kecemasan warga  Lhoong yang sedang terancam bencana jika perusahaan tersebut terus  beroperasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komite Masyarakat Lhong [KML] tetap menuntut agar PT LSM ditutup, tanpa  ada nilai tawar. Sedari dulu masyarakat Lhoong menyatakan bahwa masalah  lingkungan lebih penting daripada harga tanah yang 25.000 Rupiah, masa  depan lebih penting daripada kompensasi yang menjadi tujuan kaum-kaum  pragmatis seperti anak-anak Himpunan Mahasiswa Aceh Besar [HIMAB], lebih  baik kami menggarap sawah dan kebun kami dengan damai daripada harus  menjual kampung kami kepada keserakahan Jerry Patras, Alvian dan juga  para komprador seperti Irwandi dan juga pejabat lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan yang dari dulu diajukan oleh masyarakat Lhoong dan sampai  sekarang belum terjawab adalah siapa yang berani bertanggung jawab jika  seandainya kampung kami rusak karena eksploitasi tersebut. Tak ada  satupun yang berani menjawab, mulai dari Irwandi sampai kepada Camat  Lhoong bahkan kepala Bapedalda Husaini Syamaun yang katanya ahli  lingkungan sekalipun. Tak ada dan tak akan pernah ada, karena apa yang  dirasakan rakyat itu lebih jujur daripada apa yang keluar dari mulut  para pembuat Amdal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami merasa dan melihat serta berpikir bahwa tak ada satupun  pertambangan di Indonesia ini yang tidak merusak lingkungan dan juga  mensejahterakan rakyat, tak ada dan tak ada. Yang ada beribu  pertambangan yang mengeruk perut bumi hingga koyak, meninggalkan  kehancuran bagi masyarakat dan juga membawa semua kekayaan yang telah  dikeruknya entah kemana. Tinggallah tanah kita seperti bocah yang  berkudis, berkurap, tak ada yang peduli. Pedulikah Irwandi dan Bukhari  Daud akan hal ini ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga ini mejadi pelajaran untuk kesekian kalinya bahwa kedaulatan dan  kesejahteraan itu masih sangat jauh dai harapan, jauh sejauh Jerry  Patras dan Alvian merencanakan kehancuran Lhoong. Maka, oleh karena itu  kita bulatkan tekad perjuangan TUTUP PT LSM dan Tolak Tambang di  Aceh..!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin perlu kita renungkan dan pikirkan kata-kata Chico Mendez di  pedalaman hutan Amzone, Acre Brazil puluhan tahun silam, Membangun Bukan  Dengan Merusak.. !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saleum..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhajir&lt;br /&gt;Juru Bicara KML.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-6979494027305943620?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/6979494027305943620/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=6979494027305943620' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/6979494027305943620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/6979494027305943620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2010/05/lakon-lakon-menjijikkan-di-ruang-serba.html' title='Lakon-Lakon Menjijikkan Di Ruang Serba Guna DPRA'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-2106655369151575212</id><published>2010-04-04T13:17:00.001-07:00</published><updated>2010-04-06T10:47:11.517-07:00</updated><title type='text'>Kau Bermimpi Aku Merindu</title><content type='html'>Kampus itu begitu ceria dimata, temboknya berwarna supak, kantinnya masih diisi tawa Yahnu dan celotehan si Bulek dari Tungkop, ketika kita sama tinggi dan sama rendah memasukinya. Selepas ritual tua yang sekarang haram dilaksanakan, kau begitu anggun melangkah melewati separkiran kereta mahasiswa tua. Aku masih culun, seculun matamu menatap sebaris dua baris teori hukum dasar yang kita pelajari. Aku masih malu, semalu para perempuan muda melewati barisan koboy tua dibawah pintu kantin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehari dua hari kita mulai berubah. Kita lahap semua buku, kita kupas semua pikiran, sebaris dua baris para pembangkang mulai berjejer dihalaman otak kita. Kau begitu anggun ketika memberiku sebuah tanya, kenapa ada penindasan, kenapa ada keserakahan, kenapa begini kenapa begitu. Kau begitu cerdas berteori ria dibawah pohon tua yang sekarang menaungi mobil-mobil mewah anak bangsawan kota ini. Dan aku hanya bisa berkata, dulu nenekku sering menceritakan kepahlawanan Cut Nyak Dhien dan kakekku sering membawaku ke Pasie Kareung tempat serdadu Soekarno menumpahkan darah rakyat Aceh, Pulot Cot Jeumpa kataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tak ada yang kurindukan selain bisa berdebat denganmu, ada ribuan topik yang menanti untuk dipermasalahkan, padahal kadang yang kita bincangkan tak ada masalah sedikitpun dinyata adanya. Sebagai perempuan kau melebihi yang diinginkan orang, tapi aku cuma ingin idemu yang cemerlang. Sebagai perempuan, kau pun malas turun ke jalan seperti layaknya mahasiswa ideal yang hidup didunia gerakan, tapi kata bijakmu tak pernah malas mencumbu pikirku, ketika amarah ini ke ubun melihat raja negeri berpesta. Kau seperti Gorgo, permaisuri Leonidas yang membantai dewa Xerxes Persia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, kita punya mimpi. Sebaris kesuksesan telah kita perdebatkan dimeja kantin, kantin laknat yang menghilangkan penat. Dan sekarang, karena mimpi itulah kita jadi berseberangan. Kata bijakmu tak lagi bisa mendamaikan hati ini, aku sudah berbatu, keras. Dulu, aku punya cita menjadi tauladan bagi warga kampungku, tapi sekarang aku sadar bahwa tauladan harus dibangun dengan melawan karena hidup ini laksana perang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kampus itu jadi muda sekarang, tapi aku tak lagi disana. Kantinnya juga begitu, Yahnu sudah berpindah ke kampungnya, dan warna-warni bergantung ria ditemboknya. Tak ada lagi tawa gila manusia-manusia supak lagi dekil memarkir baju lusuhnya di kantin laknat itu. Tak ada lagi selintingan gitar dengan teriakan khas Iwan Fals, syair dan sajak kesukaanku. Dan yang harus kau tau perempuanku, tembok aturannya terlalu tinggi untuk kulompati, ingin kulobangi tapi tak cukup lembar rupiah dikantongku dan aku tak mau dan tak akan pernah melobanginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rinduku tergores di celoteh ini, celoteh yang kususun selepas menonton manusia benua biru saling kejar mengejar bola, celoteh yang dingin sedingin kota dicumbu hujan, petir menghias dan jalanan berlumur lumpur. Dan sekarang, aku tahu kau sedang bermimpi. Mimpi yang kau susun dulu, dulu sangat sebelum amarah menyegatku. Tapi sekarang aku tak lagi bisa bermimpi, aku ingin nyata, nyata dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuanku..&lt;br /&gt;Aku menyanyagimu. seperti hujan membasahi kota ini. Seperti petir menghiasi malam puncak Seulawah. Malamku adalah malammu, mimpimu biar jadi mimpimu saja. Karena nyata ini terlalu pahit dan indah untuk kuimpikan dan kuhilangkan. Biar kuhadapi, walau kau tak disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Muhajir Pemulung]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-2106655369151575212?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/2106655369151575212/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=2106655369151575212' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/2106655369151575212'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/2106655369151575212'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2010/04/kau-bermimpi-aku-merindu.html' title='Kau Bermimpi Aku Merindu'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-5276152936290860933</id><published>2010-03-22T11:07:00.001-07:00</published><updated>2010-03-22T11:07:58.583-07:00</updated><title type='text'>Lhoong, Tanah Kami Duka Kami</title><content type='html'>Tuan, tolong dengan kerendahan harapan kami&lt;br /&gt;enyah saja dari sini. &lt;br /&gt;kau harus ingat, yang berdaulat di sini adalah seisi kampung ini. &lt;br /&gt;bukan raja badut yang telah kau sumpal mulutnya dengan uangmu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sekali lagi, jika Tuan merasa punya kampung halaman, pulanglah, jenguklah kampung halamanmu sendiri. Atau Tuan adalah serupa anak jadah, yang disemua kampung ia diserapah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Komite Masyarakat Lhoong]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-5276152936290860933?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/5276152936290860933/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=5276152936290860933' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/5276152936290860933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/5276152936290860933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2010/03/lhoong-tanah-kami-duka-kami.html' title='Lhoong, Tanah Kami Duka Kami'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-3698693322795734870</id><published>2010-03-18T19:07:00.000-07:00</published><updated>2010-03-18T19:07:28.433-07:00</updated><title type='text'>Pema Unsyiah, Milik Mahasiswa Atau Titipan Kepentingan Luar?</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;Tulisan ini sedikit menyoal tentang peran dan hasil kinerja dari lembaga eksekutif mahasiswa tertinggi di Unsyiah, Pemerintah Mahasiswa Unsyiah (PEMA Unsyiah). Pema Unsyiah yang dipimpin oleh presiden mahasiswa Mujiburrahman sebagaimana kita ketahui telah setengah tahun dilantik oleh Rektor Unsyiah sebagai lembaga yang siap mengayomi dan memenuhi aspirasi 25.000 lebih mahasiswa Unsyiah, sebuah harapan dan kerja yang sangat mulia jika dilaksanakan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;Enam bulan berlalu dan enam bulan lagi kita menanti, alangkah indahnya jika kita mau mengevaluasi apa yang telah dibuat oleh Pema Unsyiah enam bulan lalu agar kedepan mereka yang merupakan pemimpin kita dapat lebih baik lagi dalam menjawab masalah demi masalah yang dihadapi mahasiswa Unsyiah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;Jika kita mau mengevaluasi pasti yang pertama kita tanyakan pada diri sendiri adalah apa tugas Pemerintahan Mahasiswa (PEMA) sebagai sebuah lembaga eksekutif mahasiswa tertinggi di Unsyiah. Presiden Mahasiswa dipilih oleh mahasiswa Unsyiah, milik 25.000 mahasiswa Unsyiah, dan tentunya bekerja serta “menjadi babu” 25.000 mahasiswa Unsyiah, ini yang harus kita garis bawahi. Kemudian baru kita tanyakan kembali, apa yang telah dilakukan oleh Pema Unsyiah terhadap mahasiswa Unsyiah, adakah suatu kebijakan atau kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada mahasiswa unsyiah serta dapat menjawab keresahan mahasiswa selama ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;Enam bulan sudah berlalu, sebagai mahasiswa yang setiap hari mengamati perkembangan politik mahasiswa unsyiah di kampus, saya berpendapat Pema masih sangat jauh dengan rakyatnya (baca=mahasiswa), Pema unsyiah lebih dekat dengan hiruk pikuk perpolitikan luar kampus. Sudah jadi rahasia umum jika Pema Unsyiah menjadi pihak yang sangat aktif melakukan demonstrasi dalam mengkritisi Pemerintahan Aceh, mulai dari ayam sayur sampai obat kuat telah diberikan oleh pema unsyiah kepada Pemerintah Aceh sebagai simbol ketidakmampuan pemerintah dalam memberikan kesejahteraan bagi Rakyat Aceh. Terlepas berbagai kepentingan politik dibelakangnya, saya memberikan apresiasi besar kepada Pema dan Mujiburrahman sebagai presiden dalam hal mengkritisi Pemerintahan Aceh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;Tapi, jika kita kembali kepada khittahnya, pema yang dipilih oleh mahasiswa Unsyiah selayaknya tidak melupakan kehidupan mahasiswa Unsyiah yang setiap hari juga (seperti rakyat aceh) melalui kehidupan perkuliahan yang penat di kampus. Jika Pema memang milik mahasiswa sudah seharusnya Pema berbicara kepentingan mahasiswa, bukannya kepentingan luar kampus yang penuh dengan intrik politik dan taktik tanpa berkutik. Bukannya tidak boleh berbicara tentang rakyat (jika memang pema berbicara tentang rakyat, Alhamdulillah), tapi berbicara rakyat dengan melupakan rakyat sendiri sungguh suatu yang tidak etis, “&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;laloe bak dapu rumoeh gob, bue leuho rumoeh droe goh lom masak&lt;/i&gt;” begitu kata orang tua kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;Mahasiswa Unsyiah mengharapkan dan mendambakan agar sekali-kali Mujiburrahman sebagai presiden mahasiswa berani berdiri dengan suara lantang menolak setiap sikap dan kebijakan rektorat yang merugikan mahasiswa, dengan suara lantang menolak kenaikan SPP bukannya justru membuat kesepakatan dengan rektorat untuk mencekik leher mahasiswa seperti kasus dana tambahan dan dana kemahasiswaan yang dibebankan kepada mahasiswa pada tahun 2009 lalu. Jika perihal tentang SPP kita tanyakan kepada Pema Unsyiah, maka pema akan menjawab akan kita diskusikan dengan pihak rektorat, dan jika tidak tidak ada titik temu dalam diskusi tersebut maka dengan mudah pula Pema lepas tangan dengan alasan telah berusaha. Jika Pema miliknya rektorat dan para pejabat di kampus Unsyiah maka kita dapat memakluminya, tapi kita semua sudah sepakat bahwa Pema adalah miliknya mahasiswa Unsyiah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;Keberpihakan Pema Unsyiah kepada Mahasiswa kembali diuji ketika rektorat berencana mengajak Pema, DPMU, dan Para Ketua BEM Fakultas untuk melakukan studi “melancong” banding ke Malaysia yang belum jelas tujuan dan tidak mempunyai dampak positif apapun terhadap mahasiswa. Saya tidak mendebatkan positif dan negatif studi banding tersebut, karena memang tak layak untuk di perdebatkan, semua sudah jelas, tanpa ada sedikitpun dampak posistif terhadap mahasiswa Unsyiah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;Ekslusifisme Pema Unsyiah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;Dalam sebuah diskusi dengan kawan-kawan Fakultas Kedokteran beberapa waktu lalu, tergambar sebuah kondisi tertutupnya (eksklusif) lembaga tinggi mahasiswa di tingkat universitas, yaitu Pemerintahan Mahasiswa (Pema) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM). Banyak mahasiswa yang tidak mengetahui apa sebenarnya tugas dan fungsi Pema Unsyiah, kawan diskusi saya di Fakultas Kedokteran tersebut bahkan menanyakan kepada saya apa bedanya ada atau tidak adanya Pema. Ini membuktikan bahwa ketidaktahuan mahasiswa terhadap lembaga kampus banyak terjadi di Unsyiah, mahasiswa tak pernah mendapatkan pencerahann tentang seluk beluk kehidupan politik kampus, dan bahkan mahasiswa tak pernah tahu tugas dan fungsi Pema. Pema menutup diri dengan mahasiswa yang notabene adalah rakyatnya, bukan orang lain. Ketertutupan ini suatu hal yang amat sangat kita sayangkan, karena seperti diatas bahwa Pema adalah miliknya mahasiswa Unsyiah bukan milik sekelompok mahasiswa yang telah memenangkan pemilihan Presiden Mahasiswa pada enam bulan yang lalu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;Jika kita simpulkan dari tulisan ini, ada beberapa hal yang menjadi poin evalusi terhadap enam bulan pemerintahan mahasiswa unsyiah di bawah kepemimpinan Presiden Mahasiswa Mujiburrahman, antara lain, (1) Pema Unsyiah harus memberikan perhatian utama kepada mahasiswa Unsyiah, bukan kepada kelompok luar luar kampus, Pema Unsyiah harus progresif dalam mengadvokasi kepentingan mahasiswa Unsyiah bukannya kepentingan kelompok luar kampus yang sangat rentan dengan intrik politik. (2) Pema Unsyiah harus membuka dirinya terhadap semua mahasiswa Unsyiah, transaparansi terhadap semua kegiatan yang dilakukan oleh pema Unsyiah sangat dibutuhkan agar semua mahasiswa merasakan dampak akan adanya pema unsyiah, dengan demikian mahasiswa juga mengetahui seluk beluk kehidupan perpolitikan kampus. (3) mengukur kinerja Pema bukan pada berapa kegiatan (yang menghabiskan anggaran banyak) yang telah dilaksanakan, tetapi mengukur kinerja Pema Unsyiah pada seberapa besar dampak positif yang dirasakan oleh mahasiswa Unsyiah terhadap apa yang telah dilakukan oleh Pema.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;Dengan sama-sama kita jaga dan kita kawal Pemerintahan Mahasiswa Unsyiah, harapannya agar enam bulan yang akan datang Pema bisa lebih memihak mahasiswa dan memperhatikan mahasiswa Unsyiah, bukannya sibuk melepaskan ayam sayur dan memberikan obat kuat kepada Pemerintah Aceh sementara mahasiswa Unsyiah menderita seperti anak ayam tanpa induk. Yang terakhir ingin saya katakan untuk kesekian kalinya adalah Pemerintah Mahasiswa (Pema) dan Presiden Mahasiswa (Presma) Mujiburrahman adalah milik 25.000 mahasiswa Unsyiah, bukan miliknya kelompok manusia yang mempunyai kepentingan politik dan kekuasaan di luar kampus kita, kampus yang katanya Jantoeng hate rakyat aceh. Semoga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;*Muhajir Pemulung : Mahasiswa Fakultas Hukum Unsyiah, Bergiat di Mapala Hukum Unsyiah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-3698693322795734870?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/3698693322795734870/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=3698693322795734870' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/3698693322795734870'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/3698693322795734870'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2010/03/pema-unsyiah-milik-mahasiswa-atau.html' title='Pema Unsyiah, Milik Mahasiswa Atau Titipan Kepentingan Luar?'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-4529988354991416437</id><published>2010-03-12T11:19:00.001-08:00</published><updated>2010-03-12T11:19:41.625-08:00</updated><title type='text'>Datanglah, Perempuanku</title><content type='html'>Aku menunggumu perempuanku&lt;br /&gt;Peluh dari rawa seberang menemaniku subuh ini&lt;br /&gt;Kala matahari pergi aku berjalan menyusuri sepetak sawah &lt;br /&gt;Hingga Rawa Pancu menemani malamku untuk sebuah lauk sarapan pagi kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menjagamu perempuanku&lt;br /&gt;Tak rela kuketuk pintu tua rumah kita hanya untuk membangunkanmu&lt;br /&gt;Karena kutau tulangmu tak sekuat ragaku yang kekar kelam ini&lt;br /&gt;Karena kutau kau perempuanku, kelembutanku, kesahajaanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; Fajar sadiq mengintip dari ujung dunia kampung kita&lt;br /&gt;Anak gampong memanggil tuhan dengan suara merdu&lt;br /&gt;Kau betinaku, bangunlah, &lt;br /&gt;ada sejumput asa di riuhnya para burung belakang rumah kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau perempuanku, datanglah&lt;br /&gt;Kita akan berjalan melewati hari ini&lt;br /&gt;Dengan keindahan nikmatnya tuhan&lt;br /&gt;Dengan kenikmatan sederhananya para sufi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Sagoep, Subuh Buta, 2 Januari 2010]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-4529988354991416437?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/4529988354991416437/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=4529988354991416437' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/4529988354991416437'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/4529988354991416437'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2010/03/datanglah-perempuanku.html' title='Datanglah, Perempuanku'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-4443936443762993035</id><published>2010-03-12T10:32:00.001-08:00</published><updated>2010-03-12T10:34:14.830-08:00</updated><title type='text'>Bocah Malam</title><content type='html'>Senyummu menyanjung malam&lt;br /&gt;Syairmu menghantam kelam&lt;br /&gt;Bocah, nasib telah kau genggam&lt;br /&gt;Urungkan untuk kau diam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota ini terlalu angkuh&lt;br /&gt;Hingga mereka candu berselingkuh&lt;br /&gt;Tapi siang telah kau sirami peluh&lt;br /&gt;Untuk sebuah hidup yang tak mengeluh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hidup kita sama bocah&lt;br /&gt;Kau tapaki setiap ruang remang dengan botol botol pecah&lt;br /&gt;Hidup kita indah bocah&lt;br /&gt;Seindah nyanyian singgasana tuhan ketika malaikat meyembah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bocah, aku harap remang ini abadi&lt;br /&gt;Aku harap gelap tanpa datang mentari&lt;br /&gt;Aku harap malam tanpa pagi&lt;br /&gt;Aku harap cinta tanpa benci&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taukah kau bocah, malam itu indah&lt;br /&gt;Malam itu damai, malam itu merdu, malam itu syahdu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taukah kau bocah, mereka tak tau indah malam&lt;br /&gt;Mereka tak tau damai malam, mereka tak tau merdu dan syahdu malam&lt;br /&gt;Ada beribu cerita cinta disini, cerita lapar, cerita pembangkangan&lt;br /&gt;Cerita kedaulatan yang dirampas nafsu di selangkangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warga malam tak punya tilam&lt;br /&gt;Warga malam merindu diam&lt;br /&gt;Bocah, kita bukan pecundang&lt;br /&gt;Kau pejalan hari yang merindu malam, bersanding riang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup ini nikmat bocah&lt;br /&gt;Karena malam kita malam para pengabdi&lt;br /&gt;Karena cinta kita cinta para sufi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Malam, 25 Desember 2009]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-4443936443762993035?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/4443936443762993035/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=4443936443762993035' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/4443936443762993035'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/4443936443762993035'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2010/03/bocah-malam.html' title='Bocah Malam'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-8730495388870772427</id><published>2010-03-12T10:30:00.001-08:00</published><updated>2010-03-12T10:38:33.136-08:00</updated><title type='text'>Mari Bercinta Di Altar Tuhan*</title><content type='html'>Cinta, tak lebih dari hikayat ranjang&lt;br /&gt;terbang melintasi simpang surabaya menghentikan sorak soray pecandu dadu&lt;br /&gt;Cinta, tak lebih dari iklan tubuh&lt;br /&gt;berjalan meliuk dan menikung hingga persimpangan kampung tua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bidadari masih sibuk berhiruk di hayalan&lt;br /&gt;para tentara sudah berpaling pada tubuhnya&lt;br /&gt;laksa memenggal kepala tuhan, mereka berperang atas nama birahi&lt;br /&gt;laksa surga yang tak berpenghuni, mereka datang meneguk nafsu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Salah siapa hingga tuhan terpenjara&lt;br /&gt;Salah siapa hingga tuhan mati&lt;br /&gt;Kita yang diajarkan bahwa tuhan melihat segala yang kita buat&lt;br /&gt;kita pula yang meyakini bahwa tuhan tak pernah tidur apalagi mati&lt;br /&gt;nah, bukankah tuhan telah mati jika kita tau itu salah dan masih kita perbuat ?&lt;br /&gt;bukankah tuhan telah mati dalam pikiran kita ?&lt;br /&gt;bukankah kita telah menganggap tuhan mati hingga kita berani berlaku seperti itu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, kenapa harus marah ketika ada orang mengatakan tuhan telah mati ?&lt;br /&gt;tak perlu marah kawan, memang begitu adanya ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersujudlah jika kau memang ingin sujud&lt;br /&gt;bukan karena kau rindu surga sehabis membaca kisah majalah murahan itu&lt;br /&gt;bersujudlah karena tuhan, karena tuhan dan karena tuhan&lt;br /&gt;bukan karena keindahan dan gaya hidup&lt;br /&gt;karena sujud itu tak layak dibandingkan dengan keindahan&lt;br /&gt;karena sujud itu bukan gaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;malaikat menyebut dan bersujud&lt;br /&gt;bumi menari, langit bergoyang&lt;br /&gt;laksa para sufi berjalan dengan kesahajaan&lt;br /&gt;laksa para nabi makan di pinggir jalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari, tuhan ada disini..&lt;br /&gt;bukan di istana raja atau di jamuan para ulama..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-8730495388870772427?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/8730495388870772427/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=8730495388870772427' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/8730495388870772427'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/8730495388870772427'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2010/03/mari-bercinta-di-altar-tuhan.html' title='Mari Bercinta Di Altar Tuhan*'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-6339580379464990108</id><published>2010-01-02T13:30:00.000-08:00</published><updated>2010-01-02T13:30:16.869-08:00</updated><title type='text'>Menanti Gerakan Lingkungan Progresif Di Aceh</title><content type='html'>Catatan kecil ini kutulis setelah berdiskusi dengan kawan-kawan yang selama ini (sama seperti aku) menganggap dirinya pecinta alam dan lingkungan hidup. Ditemani sebatang rokok dan secangkir kopi diskusi jadi menarik ketika berbicara tentang kondisi lingkkungan hidup di Aceh, dan lebih menarik lagi ketika berbicara tentang apa yang bisa kita buat dengan sumber daya manusia yang kita miliki terhadap lingkungan hidup agar lestari dan berkeadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan lingkungan di Aceh bisa dikatakan kalah panggung dan kalah agresif bila dibandingkan dengan gerakan lainnya, baik itu Hak Azasi Manusia, Pendidikan, Politik bahkan gerakan kaum perempuan yang menuntut kesetaraan. Gerakan lingkungan di Aceh hanya berbicara tentang bagaimana menanam pohon, bagaimana membuang sampah pada tempatnya, dan hanya berkisar pada forum-forum diskusi dan bahkan seminar di dalam hotel bintang lima. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan bermaksud ingin membenarkan tindakan membuang sampah sembarangan atau berlaku pasif dalam penanaman pohon, tapi ini berbicara tentang agresif tidaknya sebuah gerakan. Ada banyak hal yang harus dibicarakan dan diutamakan jika berbicara lingkungan hidup di Aceh, pertambangan, konversi hutan, pemberian hak konsesi hutan, eksploitasi galian, dan juga masalah industri yang meracuni masyarakat, ini adalah sekelumit permasalahan yang sebenarnya berada di depan ketika kita semua ingin berbicara tentang gerakan lingkungan hidup di Aceh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika mau melihat data yang ada, sejak tahun 1973 PT Arun ada dan mengeruk perut bumi Aceh belum ada sebuah gerakan lingkungan hidup yang menentang kerusakan lingkungan yang ditimbulkan, yang ada itu hanyalah para aktivis HAM yang selalu menggembar-gemborkan perilaku kejahatan serdadu yang melakukan pelanggaran HAM dalam menjaga Arun. Dan konon, PT Arun juga salah satu penyokong dana kepada serdadu Indonesia dalam melakukan tugasnya "mengamankan" Aceh. Belum ada suatu gerakan yang menentang Arun karena perilakunya yang telah meracuni masyarakat sekitar industri tersebut, karena sebenarnya berbicara liingkungan hidup adalah berbicara hak warga negara terhadap kelestarain alam dan keadilan dalam pengelolaam sumber daya alam. Pertanyaan kemudian adalah, apakah kawan-kawan aktivis lingkungan Aceh sepakat jika kita mengatakan bahwa PT Arun merupakan penjahat lingkungan di Aceh? Mari kita berpikir dari perspektif lingkungan hidup dan pastinya dengan melihat dari segala sisi sosial yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi gerakan lingkungan hidup di Aceh sekarang sama dengan kondisi gerakan mahasiswa pasca tahun 2000, dimana lebih memilih aman dari berbagai macam resiko. Gerakan mahasiswa di Aceh sekarang sangat jarang berbicara tentang kondisi real masyarakat yang menjadi korban dari kebiadaban penguasa di Aceh, mahassiwa lebih memilih untuk mengadakan bakti sosial dan juga berbicara tentang palestina serta membuat seminar di balik tembok kampus dari pada turun langsung ke tengah masyarakat dan menghadang penguasa agar peduli pada rakyatnya. Kondisi gerakan lingkungan di Aceh sama persis dengan hal tersebut, jika mau jujur anak mapala (Mahasiswa “yang katanya” Pecinta Alam) di Aceh cuma bisa berbicara tentang bagaimana menanam pohon yang banyak yang kemudian harus tumbang karena hak konsesi dan pembangunan, bagaimana agar tidak membuang sampah sembarangan padahal perusahaan-perusahaan besar terus memproduksi barang yang menghasilkan sampah yang berbahaya bagi lingkungan, dan berbicara tentang global warming yang mengancam dunia padahal pada saat yang sama industri-industri besar milik korporasi internasional yang merupakan penyebab utama dari global warming terus merajalela mengerogoti perut bumi dan menjajah masyarakat sekitarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya kampanye tentang menanam pohon dan jangan membuang sampah sembarangan adalah suatu bentuk pengalihan isu oleh para agen-agen korporasi internasional dari masalah yang sebenarnya di depan mata dan sangat parah kepada hal-hal kecil yang bisa memuluskan mereka untuk terus melakukan pengrusakan lingkungan hidup dan sumber daya alam. Jika kita terus berpaku pada hal-hal seperti ini, maka tujuan utama dari gerakan lingkungan hidup yang lestari dan berkeadilan tak akan pernah tercapai, kedaulatan rakyat terhadap sumber daya alam titipan anak cucu kita hanya cerita yang bisa diinjak-injak oleh kepentingan raksasa-raksasa ekonomi kapitalisme. Kita semua akan jadi saksi sekarang dan nantinya kalau rakyat kita hanya akan jadi penonton dari isi perut bumi yang dikeruk untuk kepentingan badut-badut serakah, unutk kepentingan forum negara G 7 yang sekarang sedang mengendalikan ekonomi dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aceh butuh sebuah gerakan lingkungan hidup yang progresif yang sanggup menghadang setiap penjahat lingkungan hidup yang sekarang bergentayangan di Aceh yang bertopengkan pegiat lingkungan dibalik laptop dan mobil mewah serta forum-forum hotel bintang lima. Alam dan lingkungan hidup Aceh butuh mereka yang berani dan punya prinsip serta konsistensi untuk mewujudkan gerakan lingkungan hidup yang lestari dan berkeadilan. Jika memang begitu, mari bergerak melakukan perubahan jangan berpangku tangan dalam kesenangan dengan gaji puluhan juta dari korporasi perusak lingkungan. Nenek moyang kita sudah cukup meninggalkan ilmu dan pelajaran bagi kita semua bagaimana cara menjaga sumber daya alam kita, endatu kita sudah menampakkan kepada kita semua bahwa menjaga alam dan lingkungan hidup bukan dengan keserakahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Lestari..&lt;br /&gt;Muhajir Pemulung&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-6339580379464990108?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/6339580379464990108/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=6339580379464990108' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/6339580379464990108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/6339580379464990108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2010/01/menanti-gerakan-lingkungan-progresif-di.html' title='Menanti Gerakan Lingkungan Progresif Di Aceh'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-6405299419349933883</id><published>2010-01-01T07:59:00.001-08:00</published><updated>2010-03-12T10:40:10.110-08:00</updated><title type='text'>Diksar X Mapala Hukum Unsyiah</title><content type='html'>Sebenarnya catatan ini sudah lama ingin kutulis, semenjak pertengahan bulan lalu ketika kami baru pulang dari pedalaman Kawasan Ekowisata Kuta Malaka setelah Diksar X Mapala Hukum Unsyiah, Diksar yang [bagi aku] paling menguras pikiran selama aku berada di Mapala Hukum Unsyiah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diksar adalah pendidikan dasar yang harus diikuti oleh setiap calon anggota untuk mencapai status sebagai anggota Mapala Hukum Unsyiah. Setiap lembaga aku rasa punya sebuah ritual atau kegiatan atau apalah namanya baik itu bersifat pendidikan atau lainnya untuk menyaring anggotanya, dan lembaga kami menamakan kegiatan atau ritual tersebut dengan Pendidikan Dasar dengan nama lain atau singkatannya Diksar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Diksar X Mapala Hukum Unsyiah dilaksanakan seminggu dari 7 - 14 Desemebr 2009 di Kawasan Ekowisata Kuta Malaka Aceh Besar. Setelah proses panjang akhirnya Diksar X menghasilkan 11 orang (4 diantaranya perempuan), yang secara legalitas dinyatakan sebagai anggota Mapala Hukum Unsyiah, yang secara hukum rimba dinyatakan sebagai petualang baru Mapala Hukum Unsyiah. Ini merupakan Diksar kedua terbanyak secara kuantitas setelah Diksar pertama yang berjumlah 17 orang. walau dari pertama kami banyak berharap agar kuantitas itu dapat terkalahkan dengan Diksar ini, tapi itu cuma harapan belaka. tak jadi masalah sebenarnya, karena bagi kami kuantitas bukanlah penentu tapi kualitaslah yang akan membawa kita ke puncak yang kita impikan, itulah yang selalu diajarkan senior kami ketika kami dahulu pertama kali menyandanng status anggota Mapala ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ingin di telusuri lebih jauh, sebenarnya Diksar cuma mengajarkan 3 hal, yang pertama mentalitas, kemudian kebersamaan anggota tim dan yang terakhir loyalitas terhadap lembaga dan organisasi. Jika ini sudah tercapai maka berhasillah Diksar tersebut, itu adalah standarisasi sebuah Diksar tentunya. Membangun mnetalitas menjadi penting karena ini adalah hakikat sebagai anak pecinta alam, bayangkan jika ada anak mapala yang gak punya mental, pasti tak akan ada cerita tentang keindahan alam ini yang bisa dihasilkannya. Punya mental bukan berarti berani bekelahi atau "sok preman" di depan orang, tapi punya mental adalah berani tampil apa adanya, percaya diri, punya prinsip, itulah mental yang kami pahami sebagai generasi yang dibesarkan dari lembaran kepahitan dan keindahan hidup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi melihat hasilnya bukanlah pada Diksar, kita harus melihatnya paska Diksar tersebut, semua yang terjadi pada Diksar akan nampak jelas pada si peserta. Mentalitas, Kebersamaan, dan Loyalitas bisa diukur paska Diksar. Maka, oleh karena itu jadilah petualang sejati yang punya mentalitas tinggi, bukan yang cengeng, yang tak mampu mengarungi hidup di alam tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selebihnya, harapan dari segenap anggota Mapala Hukum Unsyiah agar anggota Diksar X Mapala Hukum Unsyiah dapat menjadi pilar utama dalam menjadikan lingkungan hidup yang lestari dan berkeadilan dan juga dapat bersama membawa Mapala Hukum Unsyiah ke puncak yan gselalu kita impikan bersama. Jika kalian adalah petualang maka kalian pasti tahu tantangan itu adalah sahabat kalian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Lestari.. &lt;br /&gt;Muhajir Pemulung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/Sz5FuwPW5xI/AAAAAAAAADA/WxFDUjUD5UM/s1600-h/Foto064.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5421847670926272274" src="http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/Sz5FuwPW5xI/AAAAAAAAADA/WxFDUjUD5UM/s400/Foto064.jpg" style="cursor: pointer; height: 300px; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendaki Hari Mencapai Harap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/Sz5Fuk-A3pI/AAAAAAAAAC4/_YcZ71W-keg/s1600-h/Foto031.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5421847667900735122" src="http://3.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/Sz5Fuk-A3pI/AAAAAAAAAC4/_YcZ71W-keg/s400/Foto031.jpg" style="cursor: pointer; height: 300px; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menapaki Jejak Pulang ke Camp&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/Sz5HuyleQwI/AAAAAAAAADI/bgAiJxVSGfQ/s1600-h/IMG_3081.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5421849870579155714" src="http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/Sz5HuyleQwI/AAAAAAAAADI/bgAiJxVSGfQ/s400/IMG_3081.jpg" style="cursor: pointer; height: 300px; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang Ceria Di hari Rock&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-6405299419349933883?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/6405299419349933883/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=6405299419349933883' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/6405299419349933883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/6405299419349933883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2010/01/diksar-x-mapala-hukum-unsyiah.html' title='Diksar X Mapala Hukum Unsyiah'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/Sz5FuwPW5xI/AAAAAAAAADA/WxFDUjUD5UM/s72-c/Foto064.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-3811208512154740938</id><published>2010-01-01T01:45:00.000-08:00</published><updated>2010-03-12T10:41:18.126-08:00</updated><title type='text'>Seulawah Agam, Ceria Kita Peluh Bersenda</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/Sz3Y3XGj75I/AAAAAAAAACw/3aap_aATxpQ/s1600-h/Seulawah+Agam.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5421727972029886354" src="http://4.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/Sz3Y3XGj75I/AAAAAAAAACw/3aap_aATxpQ/s400/Seulawah+Agam.jpg" style="cursor: pointer; height: 342px; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jangan mengaku pecinta alam Aceh jika belum menyentuh puncak Seulawah Agam, 1806 Mdpl, Sebuah ketentuan tak tertulis bagi para pecinta alam di Aceh. Ketika aku baru bergabung di Mapala Hukum Unsyiah pada awal 2007, maka yang menjadi pijakan pertama unutk membuktikan diri sebagai petualang dan bercumbu dengan alam adalah mendaki Seulawah Agam. Ini menjadi ujian pertama walau aku lebih mengatakannya sebagai bulan madu sebagai pecinta alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ketika kutulis catatan ini, kawan-kawanku di Mapala Hukum sedang berada di puncak Seulawah Agam, ikutan merayakan ritula tahun baru 2010 yang aku tak tahu darimana pertama ritual itu dilaksanakan. Tetapi aku tak ikut bukan karena menolak ritual tersebut, tapi karena ada satu dua alasan yang harus diselesaikan di kota yang amat riuh dengan hiruk pikuk manusia ini. Terakhir aku menapaki puncak Seulawah adalah pertengahan 2008, ketika kawan-kawan dari Mapala STIK Chiek Pante Kulu mengadakan acara Seulawah Sapu Gunung (SSG). Rindu memang untuk menjamahnya lagi, tapi ruang dan waktu belum memberi aku peluang yang cukup untuk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya berbicara daya tarik, Seulawah Agam tak punya daya tarik seperti gunung lainnya di luar Jawa yang menyediakan pemandangan bumi terhampar dan gemerlapnya lampu kota, Seulawah tak punya itu, karena puncaknya memang tertutup pohon rimbun berlumut dan pastinya tak menampakkan pemandangan kecuali sesekali dari celah pohon rimbun berlumut itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling aku suka dari mendaki Seulawah adalah kampung terakhir di kaki Seulawah, biasanya sebelum memasuki pintu rimba dan memulai pendakian kami selalu menginap semalam di kampung terakhir, Suka Damai. Air riuh yang mengalir di sela jalan, hamparan kebun yang luas, udara dingin dan sejuk, masyaraktnya yang ramah, merupakan daya tarik utama di kampung terkhir tersebut. Belum lagi jika pagi ingin melihat matahari terbit, maka disini menjadi tempat yang amat cocok unutk menikmatinya, serasa tak cukup kata-kata untuk kutulis disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan ya bisa kesana lagi.. entahlah.. !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-3811208512154740938?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/3811208512154740938/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=3811208512154740938' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/3811208512154740938'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/3811208512154740938'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2010/01/seulawah-agam-ceria-kita-peluh-bersenda.html' title='Seulawah Agam, Ceria Kita Peluh Bersenda'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/Sz3Y3XGj75I/AAAAAAAAACw/3aap_aATxpQ/s72-c/Seulawah+Agam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-2907155927114056838</id><published>2009-12-20T13:34:00.000-08:00</published><updated>2010-03-12T22:28:06.038-08:00</updated><title type='text'>Mereka Sedang Menjajah Kita Kawan..!</title><content type='html'>Sebentar lagi Pemira untuk memilih Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Unsyiah, pintar-pintarlah kita memilih saudaraku. Karena ini merupakan pesta untuk menentukan nasib mahasiswa fakultas hukum setahun kedepan. Bagaimanapun ceritanya kedaulatan mahasiswa fakultas hukum harus ditegakkan, kepentingan mahasiswa harus berada diatas kepentingan lainnya, diatas kepentingan kelompok si calon dan juga (mungkin) kepentingan pribadi si calon ketua BEM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika boleh saya mengajak kawan-kawan untuk sedikit berpikir, mari kita lihat sejenak kebelakang mulai dari sosok si calon sampai visi dan misi yang ditampilkan dalam kampanye calon ketua BEM. Sosok si calon dan visi misi si calon menjadi bahan evalusi berpikir bagi kita bersama dalam membangun kehidupan mahasiswa fakultas hukum kedepan yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jika boleh saya jujur, dari semua calon ketua BEM kita itu tiga diantaranya berasal dari organisasi atau lembaga luar. Ada dari Mahasiswa Peduli Keadilan (MPK), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dan juga Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) yang di klaim oleh kalangan aktivis kampus sebagai underbownya Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Lembaga-lembaga tersebut merupakan lembaga yang selama ini sibuk dengan urusan perpolitikan di Aceh, lembaga-lembaga yang sibuk berdemo, lembaga-lembaga yang saya yakin punya banyak kepentingan, dan pastinya lembaga-lembaga yang telah melupakan kepentingan mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah kita berpikir bahwa mereka (pastinya) akan menjadikan kepentingan lembaga mereka diatas kepentingan mahasiswa fakultas hukum unsyiah, kepentingan politik mereka diluar sana, kepentingan dewan syuro mereka, kepentingan-kepentingan politisi yang selama ini menyuplai dana dan logistik untuk keberlangsungan lembaga mereka. Jika kemudian mahasiswa menjadi sapi perahan dan objek eksploitasi dari kepentingan si calon ketua BEM maka kedaulatan mahasiswa yang selama ini kita harap-harapkan semakin jauh panggang dari api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika boleh melihat kebelakang, apa yang telah dilakukan oleh ketiga lembaga diatas terhadap kepentingan mahasiswa di kampus. Pernahkah mereka bicara tentang SPP yang melambung tinggi? Pernahkah mereka bicara tentang kreativitas di fakultas hukum yang semakin terkekang? Pernahkah mereka bicara tentang mahasiswa yang tak lagi bisa kuliah dari jebakan akademik yang merupakan pembodohan itu? Aku rasa kawan-kawan semua pasti punya jawabannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya teringat beberapa hari lalu ketika Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ‘yang katanya’ komisariat Fakultas Hukum Unsyiah menggunakan ruang BEM Fakultas Hukum untuk melakukan perekrutan anggota baru, saya kemudian berpikir bahwa ini adalah salah satu bentuk perongrongan terhadap kedaulatan mahasiswa Fakultas Hukum. Ruang BEM yang merupakan lambang tertinggi dari eksekutif mahasiswa Fakultas Hukum digunakan untuk kepentingan luar sedangkan pada saat yang sama UKM-UKM yang ada di Fakultas Hukum Unsyiah masih ada yang belum mendapatkan ruang. Bukankah ini bentuk penjajahan yang selama ini tidak kita sadari, dan ini terjadi subur selama ini ketika BEM dikuasai oleh elit-elit dari lembaga-lembaga luar tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya rasa hal yang paling utama untuk kita pikirkan sekarang adalah bagaimana menjadikan kepentingan mahasiswa Fakultas Hukum berada diatas kepentingan lainnya, baik itu kepentingan lembaga luar, kepentingan personal, maupun kepentingan dosen sekalipun. Dan pastinya memberikan kekuasaan kepada lembaga-lembaga luar seperti yang terjadi selama ini sama dengan mengulang kisah suram yaitu penjajahan terhadap kepentingan mahasiswa. Dan saya yakin kawan-kawan pasti tidak akan memberikan suara kepada mereka-mereka yang selama ini mengeksploitasi mahasiswa atas kepentingan politik mereka di luar sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapan terakhir saya terhadap para calon yang sudah memberanikan diri maju sebagai calon ketua BEM, tinggalkanlah bendera dan kepentingan kelompok kalian di simpang galon sebelum kalian masuk ke kampus ini, mari kita bangun kampus ini dengan mendudukkan kepentingan mahasiswa di altar tertinggi, bukan kepentingan-kepentingan gerakan politik di luar sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Penulis adalah mahasiswa Fakultas Hukum Unsyiah angkatan 2005. Tulisan ini bukanlah kampanye, pembunuhan karakter atau pembusukan. Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan siap untuk dipertanggungjawakan secara intelektual dan juga secara hukum.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-2907155927114056838?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/2907155927114056838/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=2907155927114056838' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/2907155927114056838'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/2907155927114056838'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2009/12/mereka-sedang-menjajah-kita-kawan.html' title='Mereka Sedang Menjajah Kita Kawan..!'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-2359142946785448723</id><published>2009-12-18T00:47:00.001-08:00</published><updated>2010-03-12T22:33:17.820-08:00</updated><title type='text'>Beranikah Calon Ketua BEM “Telanjang”</title><content type='html'>Jika mengamati seluk beluk kehidupan mahasiswa fakultas hukum dalam beberapa hari ini, kita disibukkan dengan berbagai atribut kampanye calon ketua BEM yang akan bertarung dalam pemilihan raya (PEMIRA) beberapa waktu dekat ini. Tak ada yang unik sebenarnya, karena kampanye calon ketua BEM tahun ini sama dengan tahun-tahun sebelumnya yang penuh dengan carik kertas bergambar sang calon dihiasi beberapa bumbu-bumbu pemanis kata agar menarik nafsu mahasiswa untuk memilih sang calon. Yang menarik justru ketika cara dan bumbu itu tak pernah berubah, setidaknya itu yang saya lihat selama empat tahun menjalani hiruk pikuk kehidupan kampus tua ini sebagai mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mulai dari gambar sang calon yang mengumbar senyum termanisnya sampai visi misi yang mencoba menyelam masuk kedalam hati mahasiswa terus saja menjadi tontonan dan bacaan setiap tahun ketika kampanye untuk memilih sorang pemimpin mahasiswa di kampus ini. Belum lagi ada calon yang dengan “tebal muka” memamerkan sederet dua deret daftar absen seminar dan forum diskusi yang diikutinya, padahal jika boleh jujur namanya tercantum di daftar absen tersebut cuma sebagai pendengar yang baik, bahkan berbicara saja tak mampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya pembodohan seperti ini semakin menjadi dan bahkan menjadi penyakit, ini mungkin karena pola pikir sang calon tak jauh dari formalistik positivistik, selalu menampakkan kebaikan walau kadang kebaikan tersebut harus dirangkai sedemikian rupa dari kepalsuan-kepalsuan yang ada, toep salah peuleumah saleh. Sudah demikian parahkah pikiran kita untuk mencapai sebuah kekuasaan yang kadang kekuasaan itu cuma untuk membuat suatu seminar atau kegiatan formalitas semisal peringatan kemerdekaan di sebuah pulau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya teringat guyonan Ashadi Siregar, penulis novel Cintaku Di Kampus Biru, “Bagaimana Mengukur Kualitas Pacar Kita? Kalau Dia Sudah Berani Kentut di Depan Kita”. Guyonan ini kemudian di populerkan oleh budayawan Butet Kertaradjasa dalam artikelnya di harian nasional Kompas beberapa tahun lalu. Bagi saya guyonan ini bukanlah canda tapi penuh pendalaman makna, saya berpikir bahwa mengukur kapasitas cinta pacar kita ya dengan keberanian dia menampakkan keburukannya di depan kita atau bahkan “telanjang diri” di depan kita, karena dengan hal tersebutlah dia ikhlas mencintai. Begitu juga dengan mengukur keikhlasan calon ketua BEM yang kita harapkan (semoga) tulus untuk memajukan kampus yang tak seberapa tua ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beranikah calon ketua BEM kita “telanjang” dengan semua aib yang ada pada dirinya? Ini yang tak pernah nampak pada setiap kampanye pemilihan. Semua yang dinampakkan adalah kebaikan yang masih perlu dipertanyakan benar adanya, semua yang dinampakkan adalah gosip-gosip istana tentang keindahan, kecantikan, kebaikan yang akan dicapai suatu hari jika sang calon tersebut terpilih. Mengukur keikhlasan calon ketua BEM kita adalah dengan keberanian dia menampakkan aibnya di depan mahasiswa, menelanjangi semua kebaikan dan kejelekannya di depan mahasiswa agar semua mahasiswa tau apa yang ada, apa adanya. Bukan dengan menutupi sebagian tentangnya yang jelek dan buruk dan kemudian menampakkan semua kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mengharapkan semua calon ketua BEM kita berani bertelanjang, darimanakah dia, apa kepentingannya, apa keburukan yang pernah dibuatnya, seberapa besar korupsi yang pernah dia perbuat, seberapa besar sifat egoismenya, apa yang akan dia lakukan seandainya kepentingan kelompoknya dihadapkan pada kepntingan mahasiswa fakultas hukum, semua itu tolong dijawab oleh calon ketua BEM, jangan sampai keburukan yang pernah dibuat oleh mereka terulang pada mahasiswa fakultas hukum setahun kedepan, jangan sampai tragedi Densus 88 9/9/2009 yang menginjak-injak harkat dan martabat mahasiswa fakultas hukum serta semua elemen kampus akan terulang lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena telanjang adalah keikhlasan, telanjang adalah keterusterangan, telanjang adalah ketulusan, telanjang adalah apa adanya. Maka mari kita telanjang, mari kita ikhlas, mari kita berterusterang, mari kita tulus, mari kita berbuat apa adanya. Dan pastinya, mari kita pilih calon ketua BEM kita yang berani telanjang, apa adanya, bukan yang memamerkan kecerdasannya tak seberapa cerdas itu, bukan yang memamerkan kesopanan yang sebenarnya adalah topeng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Penulis adalah mahasiswa Fakultas Hukum angkatan 2005, bergiat pada Komunitas Kolong Langit Syiah Kuala.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-2359142946785448723?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/2359142946785448723/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=2359142946785448723' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/2359142946785448723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/2359142946785448723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2009/12/beranikah-calon-ketua-bem-telanjang.html' title='Beranikah Calon Ketua BEM “Telanjang”'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-1872835882919973264</id><published>2009-12-18T00:44:00.000-08:00</published><updated>2009-12-18T00:45:01.630-08:00</updated><title type='text'>Sajak Bungoeng : Kuali Raja Kuala Rajam</title><content type='html'>Kuala bubon batee meu puta&lt;br /&gt;Nyoe pat bungoeng lon canden that mata&lt;br /&gt;Uroe ngoen malam teu ingat rupa&lt;br /&gt;Han ek lon pikee udeep lam papa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam nyoe Buleun punoeh that muka&lt;br /&gt;Di Raja Bakoy ka geu leung tika&lt;br /&gt;Bungoeng lon sayang ka abeh layee&lt;br /&gt;Ureung Chiek bungoeng pieh lagee boh yee&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Na siat buleun ka ji toep le awan&lt;br /&gt;Disinoe bungoeng cukop rupawan&lt;br /&gt;Han ek lon pikee bungoeng meutuah&lt;br /&gt;Sang ta pajoeh bu nyang tan na kuah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuneuk lon peugah bak gata hai bungoeng&lt;br /&gt;Baje lon basah ka meu ek langoeng&lt;br /&gt;Haba lon tutoe neu tuloeng dengoe&lt;br /&gt;Sampoe troek mate keu gata lon pungoe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Kuala Rajam, 14 Februari 1987]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-1872835882919973264?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/1872835882919973264/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=1872835882919973264' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/1872835882919973264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/1872835882919973264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2009/12/sajak-bungoeng-kuali-raja-kuala-rajam.html' title='Sajak Bungoeng : Kuali Raja Kuala Rajam'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-6568892091843169739</id><published>2009-11-19T01:35:00.000-08:00</published><updated>2009-11-19T01:36:15.129-08:00</updated><title type='text'>Towa Kau Lepas, Toga Pun Kau Raih</title><content type='html'>Bungoeng.. Handphone kecilku berdering dengan pesan darimu, bahwa kau mengundangku untuk menampung sebagian kecil bahagiamu karena kau baru saja lolos dari perangkap formalisasi kampus yang katanya jantoeng hatee rakyat itu, kau mengundangku untuk melihat ritual yang bagi sebagain orang sangat disakralkan hingga mengundang seluruh sanak familinya ketempat itu, walau kadang ritual itu adalah hasil dari proses yang mengangkangi nurani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kulihat pesan meutuah itu, senang bercampur duka medesah di hati dan jantung yang sedang di geroti nikotin rokok ini. Senang karena kau telah menyelesaikan kuliahmu, duka karena kau tinggalkan aku disini, meraba towa dan tinta yang hampir habis untuk menulis gundah dan duka prajurit di medan perang. Aku tau bungoeng, kau mencapai puncak itu bukan karena kau berdamai dengan munafik nya hidup di kampus yang sangat kita cintai ini, tapi karena kau memang layak [jika tak mau kubilang koyak] untuk menikmati status barumu. Status yang sebenarnya telah menambah beban di pundak dan pikiranmu untuk terus berteriak di jalan yang kadang mereka anggap sesat, penuh penat, dan pastinya terancam disunat serdadu negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bungoeng, ketika siang yang dicumbu hujan itu aku lewati tembok kampus yang tak seberapa itu, kuliat berjejer ucapan berkalung bunga di trotoar jalan seakan menghantar kalian untuk pergi jauh dari hiruk pikuk dialektika murahan dan kadang sialan. Ku coba melewati jejeran pesta itu untuk mataku bisa meraih tatapan kalian, kalian yang sedang sibuk mengabadikan ritual yang kita telah sepakat menyebutnya dengan opera murahan di istana raja. Aku bingung bungoeng, kulihat kalian pikirku menerawang jauh kapan aku bisa memberi ritual murahan itu pada empunya rumah tempat kulahir, pada empunya hak yang menyusuiku, walau aku tau itu hanyalah ritual belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bungoeng, Toga itu belum lepas dari tubuh dekilmu, seakan kau tak lagi mau melepasnya. Seakan kau ingin menghinaku, seakan kau ingin mengatakan padaku bahwa towa yang dulu bau karena sama kita muncratkan air ludah tak akan kau sentuh lagi, dan seakan ingin kau katakan bahwa towa itu sekarang aku yang punya hak bersama ribuan pengikut setan dibelakangku. Ah, bungoeng, mungkin ini cuma pikiran busuk ku saja terhadap kalian. Dan aku harap kalian tak seperti itu bungoeng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bungoeng, sebenarnya panjang ingin kunukilkan kata-kata ini pada kalian. Tapi tinta yang kupakai untuk kutulis ini keburu diminta pemilik nya. Kau taukan kalau tinta ku yang dulu telah lama rusak di gerus zaman, krena teknologi itu tak bisa bertahan lama seperti adam atau dinosaurus bungoeng. Jika nanti aku punya kemudahan akan aku beli tinta yang baru, khusus ingin kutulis surat cinta dan rindu pada kalian bungoeng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, terakhir untuk kalian bungoeng, walau toga telah kau raih, pintaku towa kita jangan kau lepas. Karena kita telah berjanji untuk tetap di jalan ini, jalan kita. Selamat Jalan Bungoeng..!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-6568892091843169739?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/6568892091843169739/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=6568892091843169739' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/6568892091843169739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/6568892091843169739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2009/11/towa-kau-lepas-toga-pun-kau-raih.html' title='Towa Kau Lepas, Toga Pun Kau Raih'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-3402913660002505525</id><published>2009-09-27T08:45:00.000-07:00</published><updated>2009-09-27T08:49:45.597-07:00</updated><title type='text'>Tolong Kalian Beri Judul</title><content type='html'>Sebentar lagi lebaran, kata mereka yang menantikannya. Ketika kuketik sekata duakata celoteh ini, aku masih berpikir apa arti lebaran bagi manusia. Besok rencana mau kutatap wajah ibuku, karena dialah yang pantas aku aku tatap untuk pertama kali sekarang. Banyak dari kita yang sudah lebih dulu menatap wajah sang ibu, seperti barisan preman wilayah barat Atmaka dan juga barisan wilayah Peurelak Atmaka. Terakhir masuk kabar ke hape busukku, Haji Muhammad [HM] Teuku Muhammad Kurniawan sudah menginjak negeri asalnya. Ah, aku juga jadi rindu mengggapai kampung halaman walau dengan sekelumit masalah yang aku tinggalkan di kandang kita di kampus merah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit kukabari, ketika paragraf pertama ini kusudahi, Badak, Aroel Jaroet dan Pane Amroe silih berganti mengomentari statusku. Aku sendiri tak tau apa maksudnya, tapi kuanggap saja bentuk reaksi dari rindu dan cinta yang mereka pendam padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kandang kita mungkin jadi sepi, dari celotehan yang kadang ada orang anggap tak berguna, tapi aku tetap menganggap itu sebagai fenomena kebergunaan. Dari forum induk di kandang itu sekarang kalian sedang membentuk sub forum di tanah kalian masing-masing. Pereulak, Nanggroe Barat, dan mungkin sedikit yang masih tinggal di Kutaradja. Badak mungkin akan jadi raja di Peureulak dan Cakeuk aku yakini sebagai Panglima Perangnya. Di Nanggroe Barat ada Jampok yang berebut tempat sebagai raja dengan Haji Muhammad [HM] Teuku Muhammad Kurniawan, mungkin ada Bang Roykee dan Petot yang sedikit menggembosi keadaan. Kutaradja? ah, kota tua ini tetap akan di huni oleh para cukong dan maniak rantam keude kupi, ada Akang, Hanfi Diyus, dan beberapa elemen kecil lainnya. Dan aku yang telah kalian pilih sebagai raja diraja yang memegang singgasana Atmaka Arga Arcala setahun depan memilih untuk berdiam diri menyepi di kaki bukit Geurutee Meurehom Daya, negeri indah warisan jejak perahu Fansuri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari yang lalu, ada sedikit riak di tanah merah kita, riak yang sebenarnya tak layak dianggap riak jika ada manusia yang berani berteriak lantang. Jika saja Abdullah Muhammad Amin tak diangkut oleh serdadu cukimay [meminjam kata badak] itu mungkin tak harus Cakeuk dan Bang Andre mengeluarkan tenaga dalamnya hingga si serdadu cukimay itu terpelanting kena tunjang hingga mengeluarkan amarah nya di ujung bedil mini pemberian pemerintah yang di gaji dari uang rakyat. Walau ada sedikit yang tak terima, tapi riak itu telah redam dari dendam seredam monyong Abdullah Muhammad Amin menyantap paha ayam kemarin malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, yang aku tau Badak masih membelakkan matanya di depan layar Muka Buku ini, baru saja ia memberi balasan dari komentarku terhadap sapanya dengan Pane Amroe. Cerita tentang Badak, dialah pemilik hak paten dari kata "kurang" yang pernah menjadi virus beberapa kelompok preman di Muka Buku, bahkan menjalar ke komunitas-komunitas lainnya. Itu mungkin prestasi dia yang pernah kucatat, mungkin kawan-kawan bisa membantahnya atau malah menambahkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya, apa kabar angkatan pertama Atmaka? adakah kabar kalian bisa terhimpun di data pengurus Mapala Hukum Unsyiah? yang aku tau kabarnya selama ini cuma Akang, Diyus Hanafi, Indis Kurniawan, Fauzan dan Pane Amroe, karena intensitas tatap muka ku dengan mereka relatif tinggi. Diyus Hanafi sendiri baru kurogoh bungkus rokoknya untuk sebatang Dunhill yang berbungkus merah itu di Chek Yukee. Sedangkan Akang beberepa malam yang lalu selalu kulalui dengannya di tepi Krueng Aceh meneguk semangkuk dua mangkuk kupi, dan alhamdulillah aku tidak harus mengeluarkan rupiahku untuk membayarnya, Terimong Geunaseh untuk Akang atas kopinya. Huhu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, banyak cerita lainnya yang harus kita bagi, tapi tak melalui dinding maya ini mungkin. Tentang saudara kita yang lagi jatuh hati pada anak dara kampus, tentang sapu busuk sekret yang selalu mengundang seuntai senyum betina dan mungkin cerita tentang "kurang" dan "lebih" dari kalian. Aku tunggu itu. Spesial untuk bang Gembel, tolong dong warnai tubuh kami dengan indahnya Tano Gayo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika boleh aku jujur, sekarang aku lagi lapar, lapar akan kebersamaan dan kekurangan kita. Kita memang kurang tapi tak pernah berkurang walau yang menghadang adalah karang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Atmaka..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhajir alias Bukom&lt;br /&gt;H. VII. 049. USK&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-3402913660002505525?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/3402913660002505525/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=3402913660002505525' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/3402913660002505525'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/3402913660002505525'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2009/09/tolong-kalian-beri-judul.html' title='Tolong Kalian Beri Judul'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-7571255171324705734</id><published>2009-09-01T13:18:00.000-07:00</published><updated>2009-09-01T13:20:06.609-07:00</updated><title type='text'>Kau Tunggu Aku Demi Secuil Nikmat Indomie</title><content type='html'>Ka toeh ujeun ka toeh, hek ku kawe pieh han jitem roeh&lt;br /&gt;kumeu jak woe ku takot roeh, hana kuwoe ujeun ka jitoeh&lt;br /&gt;Lam geurupoh manok dek yank meusangkot, keunek raba manok hawa that that&lt;br /&gt;rupajieh dirumoh hana ungkot, dek yank ka deuk pruet ka meulipat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ka toeh ujeun ka toeh, boh cangguk karab putoeh&lt;br /&gt;si ampon jab ka keunong poeh, nibak si pai nyang raya boh soeh&lt;br /&gt;Ateuh tempat eh si raya ka reubah, mangat that tuboh empeun ka leupah&lt;br /&gt;bek neu ganggu hai tengku meutuah, menyoe hana meuhet boh soeh bak judah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nur Laila.. Oh Oh Nur Laila..&lt;br /&gt;Nur Laila.. Oh Oh Majeunun..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ampon Jab, kenapa kau berhijab dengan betina yang kau kagumi itu?&lt;br /&gt;tak kah kau tau ia juga ingin hijab mu itu terurai..&lt;br /&gt;oh Ampon, jangan kau jadikan tubuhmu laksa liur budung yang menetes tanpa dites..&lt;br /&gt;karna budung bukan perahu yang ditamsil Fansury..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tengku Gogon, hidupmu layu zahir di ramadhan penuh rahmat&lt;br /&gt;atau kah kau memang terlayu amat sangat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hom Hai..&lt;br /&gt;Han ek Kupike, Meuruwa ka di preh bak pinto rumoh&lt;br /&gt;Mengharap Indomie bisa berlauk dengan Sie Kameng ini malam..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saleum..&lt;br /&gt;Pemulung&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-7571255171324705734?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/7571255171324705734/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=7571255171324705734' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/7571255171324705734'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/7571255171324705734'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2009/09/kau-tunggu-aku-demi-secuil-nikmat.html' title='Kau Tunggu Aku Demi Secuil Nikmat Indomie'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-1726139916631271092</id><published>2009-08-29T15:38:00.000-07:00</published><updated>2009-08-29T15:40:33.645-07:00</updated><title type='text'>Facebook, Wujud Generasi Memble</title><content type='html'>Sejak Facebook diluncurkan pertama kali pada tanggal 4 Februari 2004 oleh Mark Zuckerberg dimaksudkan sebagai media untuk saling mengenal bagi para mahasiswa Harvard, dan sejak saat itu pula acount ini telah menjadikan Mark sebagai milyarder muda di dunia. Dunia mengakui bahwa facebook telah mengalahkan acount jejaring sosial lainnya dalam popularitasnya semisal blog, friendster dan lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku menggunakan acount facebook pada awal tahun 2008, pada masa itu facebook digunakan sebagai media untuk saling berdiskusi, berdebat dan memikirkan tentang hal-hal yang selalu mengisi fenomena sosial masyaarakat, baik politik, ekonomi, budaya dan bahkan hingga gaya hidup. Kalangan yang mengakses acount Facebook waktu itu adalah orang-orang yang hidupnya tidak bisa dipisahkan dengan komputer dan dunia maya sebagai tempat untuk menambah ilmu dan mencarai informasi. Status yang mengisi wall dan catatan yahg diposting selalu menarik untuk dikomentari dan didiskusikan, hal ini memang mengalahkan fungsi blog hingga banyak para blogger yang meninggalkan rutinitas blognya sekedar untuk bercengkrama di acount Facebook. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, setelah acount ini semakin lebar sayapnya para penggunanya pun semakin bertambah tidak hanya dari golongan dan kelas sosial yang saya sebutkan diatas, tetapi sudah sampai pada lapisan anak sekolah dan para mahasiswapun menggunakan acount ini. Dan sesuatu yang menjadi daya tarik dan menghiasi Facebook pun luntur sedikit demi sedikit, mungkin karena semakin banyak corak ragam dan pikiran para pengguna maka perbauran corak pikir pun tak dapat dihindari. Facebook pun ajang curhat dengan status cengeng atau sesuatu yang kadang tidak perlu untuk dituliskan, semisal anak kecil yang merengek di depan orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika mau mengamati, fenomena ini semakin menjadi dalam beberapa bulan terakhir. Fenomena ini menggambarkan generasi memble atau yang suka enggeh-enggeh daripada generasi yang peduli yang kadang sedikit membangkang terhadap kondisi sosial yang tidak ideal. Martin Heidegger, filsuf Jerman, mengatakan bahwa sifat suatu kelompok masyarakat atau orang perorang dapat dilihat dari hal-hal yang berada di sekelilingnya, mulai dari jenis musik kesukaan, makanan kesukaan atau gaya hidup. Dan fenomena facebook tersebut mengindikasikan bahwa kebanyakan orang-orang sekarang adalah para kaum memble yang hedonis dan apatis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan hedonis karena menggunakan facebook cuma sebatas kesenangan dan bahkan sampai melalaikan dari hal-hal penting yang harus dilakukan. Apatis karena apa yang tampak di acount orang tersebut sangat jarang (jika tak mau dibilang tak ada) yang bersentuhan dengan kondisi real lapangan yang dialami masyarakat. Aku jadi ingat perkataan seorang teman, bahwa semua yang terjadi dengan gaya hidup anak muda sekarang ada suatu settingan yang tersistematis, semisal musik, gaya hidup, dan juga gaya berpikir. Tapi sang teman tersebut tidak menjelaskan secara rinci tentang settingan tersebut, termasuk siapa yang mensettingnya. Wallahu'alam..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini adalah hasil pikiranku, makanya harap sangat akan sumbangan pikir dari lainnya. Semoga kita tidak menjadi Generasi Memble..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saleum..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-1726139916631271092?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/1726139916631271092/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=1726139916631271092' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/1726139916631271092'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/1726139916631271092'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2009/08/facebook-wujud-generasi-memble.html' title='Facebook, Wujud Generasi Memble'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-2751413836964622740</id><published>2009-08-16T16:38:00.000-07:00</published><updated>2009-08-16T16:39:59.517-07:00</updated><title type='text'>Mengintip Nasionalisme di Pohon Pinang dan Karung Goni</title><content type='html'>Tak bisa kuberi apa untuk negara ini selain celotehan yang kurajut dimalam senyap ini, walau kemudian ada yang mengatakan bahwa aku manusia yang tak tau berterima kasih terhadap negara ini yang telah membesarkanku. Tak apalah, biar saudaraku berkomentar, untukku dan untuk negara ini aku harap berguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah 64 tahun kita memproklamirkan kemerdekaan dari selembar kertas proklamasi, walau kemerdekaan yang hakiki belum jua sampai ke pangkuan. Ada keinginan untuk terus menggapainya walau kadang terhadang oleh para pengkhianat bangsa ini, koruptor, politisi yang ingi merubah pancasila dan kaum wahabi yang sepuluh tahun terakhir ini sudah mulai menyebarkan virus-virus kehancurannya ke negara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada makna besar yang terkandung dalam setiap peringatan hari kemerdekaan, hari dimana kita memperingati Soekarnoe dan Hatta membacakan manifesto negara ini, negara yang kaya raya akan hasil bumi dan kreasi nenek moyangnya. Makna bahwa kita sedang memegang estafet yang dititipkan Soekarnoe, Hatta, Jenderal Soedirman, dan yang lainya untuk mencapai kemerdekaan yang hakiki. Seberapa mampu kita melaksanakan adalah masalahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita lihat sekilas, tak ada sudut negeri yang tak meriah memperingatinya dan meneriakkan kata-kata merdeka. mulai dari umbul-umbul sampai bendera yang di cetak sebesar mungkin, mulai dari panjat pinang berminyak sampai loncat goni. Tapi mari kita susupi lebih dalam kegiatan tersebut dan kelakuan kita sehari-hari dalam memegang estafet perjuangan yang dititipkan ini, maka akan terlihat dan zahir kontradiksinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kita sedang menipu diri dalam kemeriahan tujuh belasan, kita lebih bangga dengan segala macam produk luar negeri dari pada mencoba membantu ekonomi negara ini dengan menggunakan produk dalam negeri, rupanya logika pasar lebih kuat dari rasa nasionalisme. Pemimpin kita pun lebih senang berobat ke Malaysia daripada menggunakan peralatan dan rumah sakit daerah sendiri yang lebih mumpuni, jika alasanya soal kualitas kenapa tidak membangun institusi kesehatan yang lebih berkualitas di tengah uang yang sangat melimpah ini. Anak-anak para pejabat dan orang yang berkelas lebih bangga dan senang jika bisa liburan dan menghabiskan uang di luar negeri dibandingkan dengan berlibur dan menikmati keindahan alam negara sendiri. Anak-anak muda kita lebih bangga dan senang dengan budaya-budaya hedonis luar daripada berkreasi dengan budaya yang telah diwariskan nenek moyang yang kaya makna dan pesan-pesan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini sekelumit kisah dan fakta yang harus kita sadari dan kita benahi, karena rasa cinta tanah air tidak penting diungkapkan dengan seremonial dan segala macam ritual-ritual yang tak memberi makna. Jika kehidupan sehari-hari tak bisa kita ekspresikan rasa cinta tanah air, maka semua seremonial tujuh belasan tak lebih dari piasan palsu dan candu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika panjat pinang dan loncat goni bisa memeriahkan seremonial tujuh belasan, tanyakan pada hati kita yang melakukannya apakah kita mampu dan mau secara sungguh-sungguh untuk tetap mencintai negara yang sedang morat-marit ini dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku harap nasionalisme bukan hanya sebatas kata pengisi status Facebook dan bukan hanya sebatas seremonial belaka, demi kemerdekaan yang hakiki yang selalu kita harapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saleum..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-2751413836964622740?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/2751413836964622740/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=2751413836964622740' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/2751413836964622740'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/2751413836964622740'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2009/08/mengintip-nasionalisme-di-pohon-pinang.html' title='Mengintip Nasionalisme di Pohon Pinang dan Karung Goni'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-3622750782733428970</id><published>2009-08-16T04:00:00.000-07:00</published><updated>2009-08-16T04:03:16.838-07:00</updated><title type='text'>Damai Sebotol Pewangi</title><content type='html'>Tanahku Kaya&lt;br /&gt;Kaya cerita kaya tragedi&lt;br /&gt;Cerita cinta cerita damai&lt;br /&gt;Tragedi manusia yang seperti binatang&lt;br /&gt;Rumoeh Geudong, Bukit Tengkorak, Kampung Janda, Arakundo, dan sebuah simpang yang bernama KKA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada deru para serdadu&lt;br /&gt;peluru saling beradu&lt;br /&gt;Tapi kampungku yang dibakar&lt;br /&gt;Saudaraku yang ditapaki serdadu&lt;br /&gt;Sulutan rokok di wajah lugu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, tapi itu dulu kawan..&lt;br /&gt;Cerita yang mengharu biru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada anak-anak tertawa di pinggir kali&lt;br /&gt;Ada anak-anak muda yang punya kreasi&lt;br /&gt;Ada mahasiswa yang terus berkoar untuk secuil keadilan yang masih samar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di kampungku, anak-anak masih bertanya dimana jasad bapaknya, siapa yang telah membawa bapaknya dan siapa yang telah merobek perawan saudara perempuannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisakah kau jawab wahai penguasa..?&lt;br /&gt;Bisakah kau jawab wahai Yudhoyono..?&lt;br /&gt;Bisakah kau jawab wahai Irwandi..?&lt;br /&gt;Bisakah kau jawab wahai aktivis LSM yang hidup dari uang darah para syuhada dengan program dan proyek mu itu..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Damai jangan kau jadikan candu saudaraku..&lt;br /&gt;Tanpa keadilan atas kejahatan masa lalu damai ini tak lebih dari sebotol pewangi di selangkangan wanita malam..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taman Sari, 15 Agustus 2009&lt;br /&gt;Selamat menikmati damai, semoga betul-betul nikmat..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-3622750782733428970?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/3622750782733428970/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=3622750782733428970' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/3622750782733428970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/3622750782733428970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2009/08/damai-sebotol-pewangi.html' title='Damai Sebotol Pewangi'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-7594927660705992399</id><published>2009-08-14T05:56:00.000-07:00</published><updated>2009-08-14T06:00:03.977-07:00</updated><title type='text'>Soe Hok Gie</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SoVfZkm8UcI/AAAAAAAAACI/MWKWWCMziAU/s1600-h/2-gie.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SoVfZkm8UcI/AAAAAAAAACI/MWKWWCMziAU/s400/2-gie.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5369803023637565890" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Soe Hok Gie, sebuah nama yang menjadi idola anak muda indonesia setelah Riri Reza menceritakan kisah dam kehidupannya dalam sebuah film yang berjudul Catatan Seorang Demonstran. Walau dikawan-kawan gerakan sikapnya yang suka naek gunung dianggap sebagai bentuk pelarian dari keadaan yang sebenarnya dan lari dari tanggung jawab, siapa yang tak kenal Gie, dia adalah tokoh yang menghiasi sejarah politik Indonesia pada era 1960-an. Lahir pada 17 Desember 1942 dan meninggal secara mengenaskan kerena menghirup belerang di puncak Semeru pada tahun 1969 tepat sehari sebelum ulang tahunnya yang ke-27. Pemikiran Gie banyak mewarnai gerakan mahasiswa setelahnya, yaitu gerakan 1974, 1980-an dan juga 1998 sampai 2000-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak masih sekolah Gie sudah terbiasa dengan karya-karya orang besar dunia, seperti Pramodya Ananta Toer, Mahatma Gandhi, dan Juga Rabindranath Tagore. Seperti calon-calon tokoh lainnya, Gie sudah menjadi jadi "pembangkang" sejak duduk di SMA, sering membantah apabila apa yang dia pikirkan tidak sesuai dengan apa yang dikatakan oleh gurunya. Dan keadaan tersebut mencapai kanalisasinya ketika Gie kuliah di Fakultas Sastra UI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikirannya yang tajam dan kritis mulai menghiasi surat kabar nasional semisal Kompas, Sinar Harapan, Indonesia Raya dan lainnya pada masa itu. Gie juga menghasilkan beberapa buku yang alhamdulillah masuk dalam daftar buku saya dirumah, seperti Dibawah Lentera Merah, Orang-Orang di Persimapangan Kiri Jalan dan juga Catatan Seorang Demonstran. Gie sudah mulai menulis sejak berumur 15 tahun, sejak saat itu apa yang dialaminya di simpan dalam catatannya hingga kemudian melahirkan sebuah buku Catatan Seorang Demonstran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik kemudian adalah bagaimana proses ketika Soekarnoe berhasil ditumbangkan dan Soeharto berhasil menduduki dan membangun pondasi dinasti orde barunya. Ketika inilah Gie harus bersitegang dengan beberapa kawan seperjuangannya karena berbeda pendapat tentang masuk ke dalam kekuasaan Soeharto atau harus terus menjadi oposisi sejati, dan Gie pun memeilih oposisi dan tetap melawan untuk sebuah kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Gie, berpegang pada prinsip yang diyakininya benar adalah segala-segalanya. Lebih baik diasingkan daripada harus berdamai dengan kemunafikan. Nilai seperti inilah yang sebenarnya merupakan esensi dari kisah seorang Gie, bagaimana anak muda sekarang bisa mengedepankan moral dan kebenaran daripada kepentingan kesenangan dan juga kepentingan kelompok. Bagaimana mahasiswa sekarang bisa membangun sensitifitas gerakan daripada harus berkutat dengan nilai-nilai yang kadang cuma sebatas simbol untuk selembar ijazah itu. Gie sudah menampakkan semuanya pada mahasiswa dan anak muda Indonesia, bahwa perjuangan tidak pernah berakhir, dan ia selalu hidup bersama kehidupan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bisa hadir seribu Gie lagi di negeri ini..&lt;br /&gt;"Hidup adalah soal keberanian. Keberanian menghadapi tanda tanya, tanpa kita bisa mengerti, tanpa kita bisa mengelak. Terimalah dan Hadapilah.. (GIE)"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-7594927660705992399?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/7594927660705992399/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=7594927660705992399' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/7594927660705992399'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/7594927660705992399'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2009/08/soe-hok-gie.html' title='Soe Hok Gie'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SoVfZkm8UcI/AAAAAAAAACI/MWKWWCMziAU/s72-c/2-gie.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-1209951866594790588</id><published>2009-08-13T12:30:00.000-07:00</published><updated>2009-08-13T12:35:17.966-07:00</updated><title type='text'>Entah, Tak Tau Kukasih Judul Apa</title><content type='html'>Bari tadi pagi kudengar kabarmu telah berpulang kawan, meninggalkan beribu cerita yang telah kau ukir, meninggalkan beribu kisah heroik untuk kami yang masih berada di jalan ini. Semangkuk kupi tadi malam di bentaran kali itu menjadi kehangatan terakhir yang kurasa bersamamu, disitu pula kau bercerita bahwa kau ingin bertemu Izrail di jalan yang sedang kita jalani sekarang, dalam desingan peluru, dalam terpaan darah para syuhada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, tuhan berkehendak lain kawan. Izrail tak menjumpaimu di jalan ini, jalan yang telah mengajari kita bagaimana untuk peduli, jalan yang penuh yang terjal mendaki dan berduri dibandingkan jalan indah yang banyak dilalui oleh para saudara-saudara kita di balik tembok kampus itu. Kau bersua dengannya ketika tidur melelapkanmu, mungkin kau sedang bermimpi melihat apa yang selama ini kau impikan terwujud adanya, impianmu tentang negeri yang indah yang tanpa kemunafikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak bisa memberikan apa-apa padamu, tak bisa mengantarmu ke liang tanah. Jika aku boleh memakai alasan orang banyak, aku cuma bisa memberikan doa, doa yang beribu hijab antara aku dengan Nya. kudoakan agar kau masih bisa berteriak lantang di liang itu, berteriaklah dan katakan pada semua penghuni liang tanah bahwa kemunafikan yang kau benci itu masih bergentanyangan di dunia ini. katakan pada munkar wa nankir bahwa kau adalah titisan Saidina Umar, Saidina Ali, yang tak bisa diam melihat kemunkaran, walau banyak orang dan bahkan saudara kita di dunia ini menganggap perang mu dengan kemungkaran itu hanya sandiwara untuk mencapai kepentingan dunia belaka. Tapi aku tak percaya itu kawan, karena aku ada di sampingmu ketika kau menghunus pedang menghujam mereka yang mungkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua bocah yang kau tinggalkan di gubuk reyot itu akan aku jaga, itu janjiku kawan. Akan aku ajari mereka cara berperang, akan aku ceritakan pada mereka bahwa bapaknya adalah seorang panglima para pejuang yang di panggil Izrail justru bukan di medan perang. Sekarang, aku belum bertemu mereka, dua panglima kecilmu itu. Tak bisa aku bayangkan apa yang mereka rasakan ketika tahu kau telah bercumbu dengan Izrail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anakmu adalah anak-anak bumi, yang diciptakan tuhan untuk menjadi penjaga bumi dari Juz Ma'juz manusia. dan tuhan telah menitipkan pada mereka darah yang mengalir dalam tubuhnya adalah darahmu, darah yang tak pernah merasa bosan menghadang semua serdadu laknat, darah yang lebih deras dari derai Krueng Peusangan atau Sungai Alas. Jadi, jangan kau takutkan akan nasib mereka di bumi ini kawan, mereka telah menyatu dengan bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan, jasadmu telah diliangkan, tapi semangatmu masih ada pada kami. Pada dua bocahmu, pada nenek tua yang kau tolong kemarin senja dan pada mereka-mereka yang selalu rindu ingin mentap wajahmu. Salamku buat Izrail si pencabut nyawa itu, lama sudah dan rindu berat kunantikan ia disini, berharap bisa meneguk semangkuk dua mangkuk kupi bersamanya di kota tua ini, sembari bisa bercakap dan bercerita tentang neraka dan surga yang telah membuat mabuk manusia di dunia. Mabuk akan kenikmatan yang di iklankan surga, mabuk akan kesengsaraan yang selalu diteror neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senja ini aku kembali ke bantaran kali tempat kita menikmati kopi semalam, pastinya semangkuk ini akan kuhabiskan sendiri tanpa kau lagi disini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Jalan Kawan..!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-1209951866594790588?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/1209951866594790588/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=1209951866594790588' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/1209951866594790588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/1209951866594790588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2009/08/entah-tak-tau-kukasih-judul-apa-bagikan.html' title='Entah, Tak Tau Kukasih Judul Apa'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-6615993670425602699</id><published>2009-08-09T11:06:00.000-07:00</published><updated>2009-08-09T11:26:54.746-07:00</updated><title type='text'>Kuta Malaka dan Secuil Keindahan Yang Baru Zahir</title><content type='html'>Lama sudah tak kujamah Kuta Malaka dengan segala keindahannya yang diberikan tuhan, pastinya aku tak ingat, mungkin ada sekitar sebukan dua bukan kaki ini tak pegal mendaku dan peluh tak membasahi tubuh. Ketika kuketik catatan ini, baru saja aku pulang dari sana, melepas lelah sejenak dan langsung menatap layar maya ini untuk sebuah catatan dan untuk secuil ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuta Malaka dulunya adalah sebuah mukim yang kemudian oleh orde baru dijadikan kecamatan, karena dulu sebelum peraturan yang mengenaralisasikan pemerintahan setingkat gampong ada, kecamatan tidak dikenal dalam sistem pemerintahan di Aceh. Sebagai sebuah mukim yang berada di kaki pegunungan bukit barisan Kuta Malaka memiliki banyak modal untuk menghidupi masyarakat nya dari hutan. Air yang jernih untuk kehidupan dan persawahan, tanah yang subur untuk perkebunan dan bahkan potensi hutannya yang tak kalah menarik adalah Air Terjun Tuan Muerah Kuta Malaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuan Meurah adalah nama seorang ulama setempat yang makamnya berada di kaki bukit yang dialiri sungai yang hulunya memiliki air terjun bertingkat 46. 46 tingkat adalah hasil dari eksplorasi kawan-kawan Mapala Hukum Unsyiah pada awal tahun 2008. Dari nama Tuan Meurah itulah kemudian lahir nama sungai dan air terjun tersebut. Aku tak punya referensi banyak tentang kidah hidup Tuan Meurah selain konon kata masyarakat setempat makam Tuan Meurah dijaga oleh seekor harimau dari rimba setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hulu Sungai Tuan Meurah punya air tejun dan di muara sungai tersebut punya kewajiban untuk menghidupi ribuan warga Aceh Besar, diantaranya Samahani, Montasik dan Sibreh. Jika sampai Tuan Meurah kering, maka kering pula sawah masyarakat di daerah tersebut. Maka, bisa dibayangkan jika salah satu sumber kehidupan itu hilang, kehidupan manusia pun akan macet. Menjaga dan merawat Tuan Meurah menjadi tugas kita bersama untuk kelangsungan hidup masyarakat setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai sekarang, Tuan Meurah memang belum menampakkan gejala penyakit kekeringan total seperti yang banyak dialami di daerah pulau Jawa sana. Yang ada hanya kekeringan karena musim memang lagi kemarau, dan itu tidak terlalu menjadi masalah karena menagemen air secara alami yang dilakukan oleh pepohonan di sekeliling sungai di hulu masih stabil, dan satu-satunya cara untuk menjaga agar managemen air itu tetap stabil adalah dengan tetap memelihara pepohonan disekitar sungai. Loging dalam bentuk apapun (baik legal maupun ilegal) diharamkan menurut ilmu pengetahuan dan juga menurut adat setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak sumber daya alam yang ada di Kuta Malaka, aku beserta kawan-kawan di Mapala Hukum Unsyiah akan tetap dan terus mengeksplorasi kekayaan tersebut agar bisa dinikmati oleh masyarakat setempat tanpa merusak lingkungan hidup dan tanpa merusak sumber airnya. Banyak yang belum terjamah oleh pikiran dan tenaga kami yang terbatas ini. Banyak tanaman obat yang bisa dimanfaatkan, banyak tempat yang bisa dijadikan tempat ekowisata konservasi dan banyak kearifan lokal masyarakat setempat dalam menjaga lingkungan hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk sementara ini yang dapat aku ceritakan dalam catatan pendek ini, nanti aku akan kembali dengan cerita lain lagi. Tentang kekayaan di tanah yang meutuah ini, tentang kehidupan yang damai sebelum para serdadu negara mengusiknya dengan operasi atas nama nasionalisme buta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Lestari dan Berdaulat untuk alam kita..!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhajir&lt;br /&gt;Ketua Mapala Hukum Unsyiah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-6615993670425602699?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/6615993670425602699/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=6615993670425602699' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/6615993670425602699'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/6615993670425602699'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2009/08/kuta-malaka-dan-secuil-keindahan-yang.html' title='Kuta Malaka dan Secuil Keindahan Yang Baru Zahir'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-7778504147536524260</id><published>2009-08-06T23:30:00.000-07:00</published><updated>2009-08-06T23:33:43.777-07:00</updated><title type='text'>Mari Ingat Kembali Sejarah Kelam Pembantaian DOM di Aceh Saudaraku…!!</title><content type='html'>Pemberlakuan Daerah Operasi Militer oleh Rezim Orde Baru dan antek-anteknya yang ada di Aceh pada tahun 1989 hingga tahun 1998 merupakan sejarah kelam dan tragedi yang tak dapat dilupakan bagi Rakyat Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga status Daerah Operasi Militer dicabut pada tanggal 7 Agustus 1998 oleh Panglima ABRI pada masa itu yaitu Jenderal Wiranto, baying-banyang sejarah kelam nan hitam pekat itu masih terpatri dalam ingatan sebagian besar Rakyat Aceh. Sampai sekarang Pemerintah Indonesia belum mengakui dalam bentuk apapun adanya adanya kejahatan kemanusian dan pembantaian yang dilakukan oleh serdadu Indonesia pada masa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak yang kehilangan orang tua tanpa pernah tau bagaimana bentuk jasad dan kuburnya, para wanita yang kehormatannya direnggut secara paksa, puing-puing rumah yang terbakar, dan beribu cerita lainnya menjadi saksi dari sejarah kelam dan hitam nan pekat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kata Soekarno, bahwa jangan pernah sekali sekali kita melupakan sejarah, maka kami mengajak segenap Rakyat Aceh untuk tidak pernah melupakan tragedi pembantaian atas nama nasionalisme buta tersebut. Untuk masa depan Aceh yang lebih baik, yang jauh dari kemelaratan hidup dan merdeka dari setiap kejahatan kemanusian yang dikaukan oleh serdadu Negara dan Aceh yang selalu menjunjung tinggi hak azasi manusia rakyatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga menuntut Pemerintah Aceh untuk tidak melupakan tragedi kelam nan hitam pekat Pemberlakuan Daerah Operasi Militer (DOM), agar menjadi pelajaran dan pengalaman berharga bahwa pendekatan kekerasan militerisme haram berlaku di negeri yang meutuah ini. Dan juga menjadikan hari pencabutan Daerah Operasi Militer (DOM) pada tanggal 7 Agustus sebagai Hari Pembebasan Aceh dari pembantaian dan kejahatan kemanusian serdadu Negara Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari Kita Ingat Kembali Sejarah Kelam Pembantaian DOM di Aceh saudaraku…!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-7778504147536524260?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/7778504147536524260/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=7778504147536524260' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/7778504147536524260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/7778504147536524260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2009/08/mari-ingat-kembali-sejarah-kelam.html' title='Mari Ingat Kembali Sejarah Kelam Pembantaian DOM di Aceh Saudaraku…!!'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-2720751643274346497</id><published>2009-08-05T02:15:00.000-07:00</published><updated>2009-08-05T02:44:47.923-07:00</updated><title type='text'>Selingting Merdu Seharum Azan Subuh Tubuhmu</title><content type='html'>Rambut supakmu hampir kembali lagi, setelah lama hilang sejak kau di serang serdadu malaria dari lembah Kuta Malaka. serdadu yang tak tau di untung, menyerang mu yang di setiap purnama menjejakkan kakinya di lembah nan indah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatapmu kelam dan bola matamu semakin dalam, sedalam harapmu untuk kota tua ini. Kota yang telah kau pijak kan cita dan harapan besar di trotoar dan lampu remang jalanan malam. Di kota tua ini pula kau berteriak dan berceloteh tentang hidup yang kadang tak adil, tentang mereka yang kadang tak sudi melihat fakta bumi yang dipijak, dan aku terus meratapi nasib malangmu yang kadang tak kau hiraukan demi secuil yang kau harap itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mukamu tirus, lonjong dan tajam, setajam ingatanmu akan kehidupan yang tak pernah usai yang selalu memberimu tantangan walau aku dari jauh melihatnya adalah kepahitan sepahit-pahit hidup. Air wajah yang menaungi muka mu itu juga tak jauh beda, selalu menmapakkan keprihatinan, sekan ada seulawah gunung diatas pundakmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lusuh tubuhmu bukanlah tabu, seperti yang selalu mereka katakan di mimbar-mimbar atas nama agama, atas nama keindahan, atas nama kesopanan. Agama, keindahan, kesopanan adalah candu jika hanya untuk melayani nafsu mereka. Pembungkus tubuh yang kau rajut semenjak dua menjak dari kau masuki gerbang kota ini, laksana pembalut pakain malaikat yang turun dari altar tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau tak pernah berwangi ria dengan parfum, seperti yang lazim dilakukan oleh anak muda sekarang. Bagimu kotor dan bersih itu relatif, dan membalut diri dengan keindahan pakaian adalah kemunafikan yang tak mampu menampakkan wujud aslinya. Melihatmu seperti itu aku teringat akan masyarakat di tepi pantai Kute di Bali, bahwa bagi mereka telanjang adalah kesederhanaan dan keterusterangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau pernah berkata padaku, disela senja yang dihiasi gerimis merintik. Bahwa hidup adalah perjuangan, perjuangan untuk manusia yang lebih bermartabat, untuk manusia yang berkeadilan. Begitu mulia nya hati mu kawan, sungguh suatu anugerah jika aku bisa bersamamu menapaki setiap sudut tantangan ini. Melawan bersama, berteriak bersama, berceloteh bersama di angkuhnya kota yang telah membuatmu begini adanya. Dan kau juga selalu mengingatkanku bahwa kesederhaan itu adalah kekayaan yang tak hingga yang diberikan tuhan, apa adanya adalah kenikmatan senikmat-nikmat hidup. Walau yang zahir lapar dan sedih bau tubuhmu mengatakan kau sedang menikmati hidup bak di surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku ingin mencium bau tubuh aslimu tanpa kepalsuan parfum dan Aku ingin melihat keindahan tubuh lusuh dan kulit dekilmu tanpa topeng pakaian"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-2720751643274346497?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/2720751643274346497/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=2720751643274346497' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/2720751643274346497'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/2720751643274346497'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2009/08/selingting-merdu-seharum-azan-subuh.html' title='Selingting Merdu Seharum Azan Subuh Tubuhmu'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-6154094789671027229</id><published>2009-07-30T14:17:00.000-07:00</published><updated>2009-07-30T14:18:57.029-07:00</updated><title type='text'>Antara Pema Unsyiah, Rektorat dan SPP Mahasiswa</title><content type='html'>Sejak Rektorat Unsyiah menetapkan SPP untuk mahasiswa Unsyiah tahun 2009 dengan SK Rektor Nomor 472 Tahun 2009, Mahasiswa semakin gundah dengan kenaikan biaya SPP yang melambung dan mencekik leher ureung ciek. Hari terus berlalu tanpa ada pihak yang menggugat kondisi tersebut walau PEMA sekalipun yang notabene merupakan lembaga penyuara aspirasi mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaca dari kondisi tersebut, kawan-kawan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Fakultas di antaranya BEM Fakultas Pertanian, BEM Fakultas KIP, BEM Fakultas Ekonomi, dan Keluarga Besar Mahasiswa Fakultas Hukum mencoba menepis sedikit kegalaum mahasiswa dengan melakukan aksi demonstrasi menolak SPP Mahasiswa yang didasarkan pada beberapa kondisi dan poin-poin dalam SK tersebut yang tidak jelas alias siluman. Dari aksi tersebut maka dihasilkan sebuah kesepakatan dengan pihak rektorat bahwa pihak rektorat mengakui kesalahan (rektorat menyebutnya kekeliruan) dalam SK tersebut yaitu penutipan dana tambahan untuk mahasiswa angkatan 2007 ke bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini penulis melihat bahwa tidak penting berapa hasil yang didapatkan dari aksi tersebut, tapi yang menjadi perhatian utama adalah di tengah gersangnya kepedulian mahasiswa dan lembaga-lembaga resmi mahasiswa semacam Pema Unsyiah ada "segerombolan" anak-anak yang masih peduli terhadap kondisi sosial mahasiswa. Bagaimana oase di gurun pasir mereka hadir di tengah individualitas dan hedonitas kehidupan mahasiswa Unsyiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang justru kemudian menjadi lucu adalah ketika Pema Unsyiah dengan medianya Sahaja mengeluarkan pernyataan kontroversial dan teubai muka, dengan meyatakan bahwa terbongkarnya "kekeliruan" rektorat dengan Surat Keputusan nya adalah buah dari kerja Pema Unsyiah yang telah melakukan audiensi dengan pihak rektorat. Suatu pernyataan yang sangat bertolak belakang dari fakta yang sebenarnya. Penulis melihat pernyataan yang dikeluarkan Pema Unsyiah yang ditanda tangani oleh Mujiburrahman selaku Presma Unsyiah memperlihatkan bahwa Pema Unsyiah kelabakan dengan kedok yang sudah terbongkar. Pema Unsyiah ingin menyatakan kepada publik mahasiswa bahwa Pema merupakan corong aspirasi mahasiswa, walau faktanya berkata lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis ingin mengatakan bahwa Pema Unsyiah mempunya andil besar dalam kenaikan SPP tahun ini, bukan seperti pernyataan Pema yang menyatakan sebaliknya. Pema Unsyiah ikut bersekongkol dengan rektorat untuk mencuri uang mahsiswa dengan dana-dana siluman terbut. Buktinya adalah Surat Usulan Pema Unsyiah kepada pihak rektorat Nomor 006/DPH/PEMA/USK/VII/2009 pada tanggal 6 Juli 2009 Tentang Daftar Kutipan Dana diluar SPP Mahasiswa Unsyiah, yaitu bagi mahasiswa baru sebesar Rp 261.000 dan bagi mahasiswa lama sebesar Rp 75.000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam berpolitik memang dikenal proses saling menelikung, menelikung di tikungan seperti yang dilakukan oleh Pema dalam hal SPP tersebut. Akan tetapi, jika dalam menyuarakan aspirasi dan kepedihan hidup mahasiswa pun dipakai untuk tujuan politis maka bisa dibayangkan betapa bobroknya moral mahasiswa, apalagi jika ini dilakukan oleh Pema yang mayoritas dihuni oleh mahasiswa-mahasiswa "yang katanya" peduli, yang selalu menunjukkan eksistensinya sebagai seorang mahasiswa yang 'abid. Sungguh kebohongan besar apa yang telah dikatakan Mujiburrahman dalam kampanye nya ketika hendak duduk di kursi Pema Unsyiah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya kita bisa saling bergandengan tangan untuk dapat menyuarakan aspirasi mahasiswa dan membangun kekuatan mahasiswa sebagai pengawal kehidupan sosial di dalam masyarakat. Siapa yang dapat nama tidak lah penting untuk diperdebatkan, yang penting adalah kepentingan mahasiswa selalu menjadi tujuan bersama dan yang utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, tulisan ini hanya bertujuan untuk membuka mata kita bersama akan kondisi kehidupan mahasiswa di kampus yang katanya Jantoeng Hatee rakyat Aceh tersebut. Seperti kata proklamator kita, Muhammad Hatta, bahwa kampus adalah republik berpikir bebas. Oleh karena itu, mari kita membuka semua pikiran kita untuk bebas demi kehidupan yang lebih baik dan ideal seperti yang kita cita-citakan. Jika ada yang tidak berkenan dengan tulisan saya, maka mari kita duduk bersila berbicara dengan pikiran kita untuk kita bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saleum..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhajir&lt;br /&gt;Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-6154094789671027229?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/6154094789671027229/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=6154094789671027229' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/6154094789671027229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/6154094789671027229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2009/07/antara-pema-unsyiah-rektorat-dan-spp.html' title='Antara Pema Unsyiah, Rektorat dan SPP Mahasiswa'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-7708070375936096050</id><published>2009-06-09T08:09:00.000-07:00</published><updated>2009-06-09T08:10:18.083-07:00</updated><title type='text'>Kami Tak Lupa</title><content type='html'>Peluru dari senjata yang kau nyalakkan masih bersarang di tubuh dekilnya. Kau tau, itu satu dari sekian puluh belas timah panas yang kalian sarangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika nanti ia bangun dari tidur panjangnya, akan aku ceritakan semuanya tentang kalian, yang angkuh, sombong, dan sedikit lebih biadab di kampung tua ini. Kampung yang telah kalian banjiri darah penghuninya, kampung yang telah kalian isakkan tangis penghuninya, dan juga kampung yang telah mengajari kami bagaimana cara bertahan hidup dan terus melawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika para hulu hulu dan balang balang melepas kepergian kalian di dermaga itu, kami berkumpul di surau ini untuk melafazkan sepatah syukur kepada Rabb. Menyisir setiap tanah yang kalian tempati mencari seonggok daging saudara kami yang mungkin masih tersisa, walau yang kami dapat cuma selinting tulang seluntang belulang. Tapi ingat, kami tidak melupakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami tak lupa, dan takkan pernah lupa..&lt;br /&gt;Pada kalian yang datang tanpa permisi ke kampung yang telah menyumbang nyawa untuk pondasi negara ini.&lt;br /&gt;Kami tak lupa, dan takkan pernah lupa..&lt;br /&gt;Ketika subuh kalian bariskan warga kami di Kuala Pudeng, hingga peluru yang kalian tumpahkan bersarang di tubuh dekil saudara kami.&lt;br /&gt;Kami tak lupa, dan takkan pernah lupa..&lt;br /&gt;Juga pada mereka yang tersenyum di gedung megah ketika peluru kalian menyalak. Mereka yang selalu menjilat, hingga kalian pulangpun dermaga penuh dengan jilat lidah melintah. Sekarangpun, retorika demi retorika menghiasi surat kabar negeri ini, seakan ingin kalian katakan pada kami bahwa kalian adalah pejuang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat, kami tak lupa dan takkan pernah lupa..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suboh Buta, 2 Juni 2009&lt;br /&gt;Muhajir Pemulung&lt;br /&gt;Saleum..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-7708070375936096050?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/7708070375936096050/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=7708070375936096050' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/7708070375936096050'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/7708070375936096050'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2009/06/kami-tak-lupa.html' title='Kami Tak Lupa'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-8712239347542838499</id><published>2009-06-02T01:19:00.000-07:00</published><updated>2009-06-02T01:28:26.848-07:00</updated><title type='text'>Habeh Hancoe..</title><content type='html'>Geredham.. Geredhum..&lt;br /&gt;Bak kayee reubah, lagee tentra jeupang keunong peudeng&lt;br /&gt;Kerethum.. Bham bhum..&lt;br /&gt;Rumoeh pieh hancoe, di seupot le ie hana pat tulong&lt;br /&gt;Ureung gampoeng meuhamboe, meusapat bak kuala&lt;br /&gt;hana soe tuloeng illa Po Tallah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriep.. kriep.. kriep..&lt;br /&gt;Miriek ka jiepo, bacee ngon sengkoe hana ta tuhoe&lt;br /&gt;Padee dalam blang pieh ka habeh thoe.&lt;br /&gt;Di ureung gampoeng ka meupaloe&lt;br /&gt;Pakon meuno Po Tallah, pakon keuh lagee nyoe&lt;br /&gt;Jameun hantom ta rasa lage nyoe bencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saleum..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-8712239347542838499?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/8712239347542838499/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=8712239347542838499' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/8712239347542838499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/8712239347542838499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2009/06/habeh-hancoe.html' title='Habeh Hancoe..'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-1626092593693101057</id><published>2009-04-21T19:46:00.000-07:00</published><updated>2009-04-21T19:48:27.038-07:00</updated><title type='text'>Umpatan buat hantu blawu</title><content type='html'>Kemarin, senja di 21 April 2009, sudah ketiga kalinya pengecut-pengecut itu datang, ke tempat yang sama, orang yang sama, dan tujuan yang sama. Dan ketiga kalinya pula mereka ingin katakan pada dunia bahwa cuma mereka umat yang terpilih, yang dipilih tuhan untuk mengelola sepetak dua petak tanah di surga. Seakan kaplingan tanah di surga sudah di konsesikan tuhan terhadap mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengecut? Ya, aku panggel dan pastinya aku anggap kalian pengecut. Pengecut yang selalu takut terang, seakan hantu blawu, yang selalu bermain di gelap, tikam belakang, sebo-seboan, dan yang sedikit menjijikkan selalu atas nama tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin, senja itu, memang tak sempat aku lihat kebiadaban kalian. Kebiadaban yang menurutku telah kalian susun sebelumnya, sebelum kemarin dan senja itu hinggap di Fakultas Pertanian Unsyiah. aku tau, semua telah kalian susun bersama para syuro-syuro kalian, telah kalian kotori mesjid-mesjid untuk rapat iblis kalian, untuk menghasut, hingga lahir dogma bahwa semua diluar kalian adalah kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh, silahkan. Bagi aku, silahkan kalian anggap kami kafir, karna pertanggung jawaban keimanan kami bukan pada kalian, tapi pada tuhan kami, tuhan yang kami yakini benar adanya tanpa ada paksaan. Dan tolong, sekali lagi aku minta-walau amarah sudah di ubun-jangan ganggu kami. Ambil apa yang kalian mau, kekuasaan-untuk partai wahabi kalian itu-silahkan kalian ambil. Asal dengan cara yang halal dan intelek. Jangan kalian ganggu kami dan jangan kalian paksakan pikiran kotor kalian itu pada kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita kemarin senja jadi bukti betapa buasnya nafsu serakah akan kekuasaan kalian, kekuasaan yang merupakan upeti bagi syuro-syuro kalian di partai wahabiah itu, yang pada pemilu kemarin tak maksimal merebut hati rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang terakhir dari umpatan ini, tolong kalian ingat. Aku tunggu kalian, di terang, bukan di gelap. Jangan seperti hantu blawu, jangan sebo-seboan, dan jangan jubah-jubahan. Dimanapun dan kapanpun..!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-1626092593693101057?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/1626092593693101057/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=1626092593693101057' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/1626092593693101057'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/1626092593693101057'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2009/04/umpatan-buat-hantu-blawu.html' title='Umpatan buat hantu blawu'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-5183843153960034888</id><published>2009-04-15T12:50:00.000-07:00</published><updated>2009-04-15T14:27:56.465-07:00</updated><title type='text'>Jangan Persempit Makna Cinta..!!</title><content type='html'>Bukan karna apa dan bukan karna siapa aku tumpahkan uneg di layar maya ini, cuma ingin berbagi pikir dengan mereka yang selalu menghamba pada cinta. Tak lebih..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuawali dakwaan atau apalah namanya unek ini, tolong jangan persempit makna cinta. Walau kalian penghamba pada cinta, kuharap cinta selalu jadi inspirasi dari setiap inci kehidupan kalian. Tinggal kemudian yang harus kita diskusikan adalah dengan cara apa kita memaknai cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecewa dan juga sedih, dan entah apa lagi rasa yang hadir dari lubuk hati yang tak lagi sehat karna gempuran asap rokok ini ketika cinta selalu dimaknai dengan perasaan antara si jantan dan betina dan juga begitu sebaliknya. Cinta yang membuat anak manusia selalu mendayu dayu ketika disapa olehnya dan juga membuat anak manusia sedih sendu hingga hidup tak lagi enak dijalani. Cinta yang selalu dianggap parsial, yang berangkat dari diri sendiri untuk "dia" bukan untuk "mereka". "Roman kehidupan yang sealu berbicara tentang aku, aku, dan dia".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, aku juga pernah terjebak dengan makna cinta yang seperti itu, cinta yang mendewakan Romeo dan Juliet bak pahlawan hidup yang terus hidup dalam sinaran matahari hidup. Pernah juga mendayu dayu dan juga pernah tak mau lagi melanjutkan hidup yang singkat ini. Tapi aku sadar, bahwa cinta yang seperti itu tak dapat menyelesaikan masalah hidup ini, masalah yang selalu dihadapi manusia di kolonglangit ini, terkikisnya humanisme dan berhamba pada keserakahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, banyak orang yang mengatakan bahwa manusia butuh cinta untuk dapat keluar dari masalah pelik yang dihadapi sekarang, butuh cinta untuk menjalani hidup yang tak berapa lama sisa. Tapi, cinta yang bagaimana. Apakah cinta yang membatasi kisahnya dengan sekat aku dan dia, hingga mereka tak dapat masuk dalam kisah itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta itu universal, tak bisa dimaknai parsial. Cinta itu untuk semua manusia, bukan hanya untuk dia. William Shakespeare dan Kahlil Gibran sebenarnya jadi rujukan untuk berpikir bagaimana mencintai setiap manusia tanpa ada batasan gen, ras, status sosial, dan juga warna kulit. Jangan salah memaknai karya Gibran saudaraku, jika tak mau dijajah oleh perasaan yang mendayu dayukan hidup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amerika tak memiliki cinta karna sampai detik ini mereka terus menumpahkan darah di Afganistan dan Irak, Israel juga demikian. Aceh tak harus kembali lagi ke lembah konflik jika kita bisa terus bercinta, jika para elite nasional dan lokal dapat memberikan cinta kepada rakyat, cinta yang universal, bukan sempit!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ini tidak rancu seperti yang kau katakan saudaraku, karna kerancuan justru bersemayam di dalam jiwa yang tak mau berpikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi manusia, demi kedamaian dan juga demi keadilan, jangan persempit makna cinta saudaraku...!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-5183843153960034888?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/5183843153960034888/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=5183843153960034888' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/5183843153960034888'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/5183843153960034888'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2009/04/jangan-persempit-makna-cinta.html' title='Jangan Persempit Makna Cinta..!!'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-7830552677188349924</id><published>2009-04-14T09:42:00.000-07:00</published><updated>2009-04-14T11:00:58.473-07:00</updated><title type='text'>Betulkah Bibir Perempuan Lebih Berharga dari Selangkangan?</title><content type='html'>Buka Facebook, liat status Diyus Hanafi teringat cerpenis besar Indonesia dan cerpennya yang berjudul Maukah Kau Menghapus Bekas Bibirnya di Bibirku dengan Bibirmu?. Mungkin bagi kaum yang mendalami sastra sebagai bidang yang digeluti setiap hari akan lahir beribu tanggapan dan analisis. Tapi bagi aku yang menjadikan sastra sebagai penghilang penatnya hidup cuma bisa berasa decak kagum yang tanpa batas, tanpa kritik sedikitpun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karna itu, dan juga karna itu, pasti mbah Google (ini juga pertama kali aku dengar dari Diyus Hanafi) jadi tempat pelampiasan hasrat keingintahuan tentang apa saja yang ada hubungannya dengan Hamsad Rangkuti dan cerpennya tersebut. Banyak hal yang aku dapat, mulai dari pujian indahnya kata-kata Hamsad, sampai ada judul postingan di salah satu blog yang aku kunjungi persis sama dengan judulnya cerpen Hamsad. Tapi, yang menarik bagiku adalah ketika mendalami kat-kata dari cerpen tersebut, "Maukah kau menghapus bekas bibirnya di bibirku dengan bibirmu?". Jika kita ganti kata2 tersebut dengan "Maukah kau mengganti bekas hatinya di hatiku dengan hatimu"?, bagaimana jadinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mulai berpikir bahwa "bibir" yang digambarkan oleh Hamsad tersebut kiasan adanya, apa saja boleh kita ganti dengan bibir tersebut. Mau "Hati" seperti contoh diatas atau juga "Tempat". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, ada hal lain yang menarik untuk ditanggapi, yaitu "bibir" dan "cium". Apa arti bibir bagi seorang perempuan? ada yang bilang wanita amat susah menyerahkan bibirnya untuk orang yang tidak dicintai, tubuh boleh kau jamah tapi bibir tunggu dulu. Aku juga tak tau persisnya, karna aku bukan perempuan, Hehe. Jika ada manusia yang berstatus perempuan yang membaca postingan ini tolong ditanggapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibawah ini salah satu tanggapan yang aku copy dari blog yang juga mengupas tentang cerpen Hamsad Rangkuti tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ternyata wanita malam sekalipun, merasa lebih mudah menyerahkan, maaf, kemaluannya, daripada bibirnya untuk dicium. Demi bayaran lebih, ia mungkin akan mencium seluruh bagian tubuhmu yang lain, tapi tidak bibirmu. Mereka akan bilang, “Maaf, itu cuma untuk orang yang kucintai”.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-7830552677188349924?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/7830552677188349924/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=7830552677188349924' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/7830552677188349924'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/7830552677188349924'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2009/04/buka-facebook-liat-status-diyus-hanafi.html' title='Betulkah Bibir Perempuan Lebih Berharga dari Selangkangan?'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-1674092722705083938</id><published>2009-03-20T20:39:00.000-07:00</published><updated>2009-03-20T20:45:07.729-07:00</updated><title type='text'>Kelam Lampau. Kosa, Bakar, Bunuh dan entah apa lagi..</title><content type='html'>Selinting merdu, menunggu 1000 pembawa kelam lampau ke tanah kami..&lt;br /&gt;kelam yang masih rapi tersimpan, di tikar pandan rumah kami yang pernah dibasahi darah..&lt;br /&gt;Akankah kembali terulang, kosa, bakar, bunuh&lt;br /&gt;akankah kembali menghiasi halaman lembaran berita pagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka adalah hantu, hantu cacat yang memanggul senjata di bawah temaram lampu langit..&lt;br /&gt;hantu yang pastinya takut terang&lt;br /&gt;terang yang dijadikan ruang untuk memprovokasi atas nama negara dan nasionalisme..&lt;br /&gt;Nasionalsime yang sempit dan buta..&lt;br /&gt;Nasionalisme yang telah mebuat mereka buta bahwa darah yang mereka teteskan adalah darah yang selama ini memberi mereka makan, dari sawah, ladang, bahkan kebun kopi di tanah tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka datang lagi, di kala pejuang lama yang dulunya tertindas sedang bermetamorfosa menjadi penindas. Penindas baru yang sibuk dengan euforia, euforia proyek, euforia politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami tak akan tenang jika keadilan belum menyentuh tanah ini, tanah yang pernah kalian injak atas nama keamanan, udara yang pernah kalian kotori bau amis darah dan juga asap bakar rumah kami.&lt;br /&gt;Tak akan.. tak akan pernah..&lt;br /&gt;Walau hantu pembawa kelam lampau itu kembali berlabuh disini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Damai, cuma mitos,semu, topeng, jika tanpa keadilan bagi jasad yang telah berlalu..&lt;br /&gt;bagi yang tinggal untuk terus mencari dimana jasad itu bersemayam dan siapa yang membawa mereka kesana..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-1674092722705083938?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/1674092722705083938/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=1674092722705083938' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/1674092722705083938'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/1674092722705083938'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2009/03/kelam-lampau-kosa-bakar-bunuh-dan-entah.html' title='Kelam Lampau. Kosa, Bakar, Bunuh dan entah apa lagi..'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-5101814655964619038</id><published>2009-02-17T10:32:00.000-08:00</published><updated>2009-02-19T05:30:33.039-08:00</updated><title type='text'>Jangan Biarkan Aceh Kembali Bergolak</title><content type='html'>Aceh sudah damai, tak sampai setahun pasca geulumbang raya meluluhkan nanggroe ini. Sehingga dengan damai segala yang tidak bisa kita nikmati semasa konflik dapat kita rasakan. Orang Aceh dapat bekeliaran dari malam sampai pagi, pelosok-pelosok di kampung Aceh dapat dijamah oleh arang lain, yang sebelumnya sangat tidak dapat kita lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua dari kita pasti berharap damai ini dapat terus berjalan mulus diantara kehidupan rakyat Aceh, pihak pemberontak juga telah mengubur niatnya untuk menuntut merdeka dari negara yang morat marit ini. Dan semuanya juga membutuhkan kerja keras kita untuk dapat meneruskan damai ini sampai anak cucu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi nampaknya damai ini mulai tercoreng dengan segala aksi kriminalitas yang terjadi selama ini, seiring waktu berjalan mendekati upacara yang bernama pemilu, intensitas kekerasanpun tak tinggal diam untuk meningkatkan dirinya. Kejahatan yang terjadi bukanlah kejahatan atau kriminal biasa, ini semua ada hubungannya dengan pemilu yang merupakan pertarungan politik bagi segenap yang mempunyai kepentingan dengan Aceh, baik itu pemerintah nasional, partai politik baik lokal maupun nasional bahkan pihak militer negara ini punya kepentingan dengan Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berpendapat, sebelum genderang pemilu ditabuh, sebelum partai lokal mendeklarasikan dirinya atau sebelum pintu kampanye dibuka, kejahatan yang terjadi lebih sebagai kriminl biasa. Bahkan jika ada sedikit bentrokan antara mantan pemberontak dengan pemerintah baik itu polisi maupun militer, itu hanya sebuah ungkapan kecemburuan atau belum dewasanya menerima perdamaian. Dan itu dapat teratasi seiring damai terus memayungi waktu di Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terjadi sekarang bukanlah itu, telah tampak ada pihak yang ingin mendapatkan bagian pasca pemilu nanti. Ada pihak yang merasa bahwa jika pihaknya kalah atau partai yang ada hubungan dengan mereka kalah maka mereka akan tersingkirkan dari percaturan politik, ekonomi dan bahkan sumberdaya alam yang ada di Aceh. Sehingga segala cara dilakukan untuk menuju ke arah itu, mulai dari intimidasi, atau segala hal lainnya yang melanggar etika pemilu dan demokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terjadi kemudian adalah damai terancam di Aceh, banyak asumsi yang mulai menebak ke arah itu. Kejahatan yang terjadi sekarang lebih mirip dengan konflik dahulu yaitu vertikal, antara pihak Jakarta dengan Aceh, antara partai nasional dengan partai lokal. Jika kita pakai asumsi yang diatas yaitu perebutan kekuasaan dan kepentingan antara pihak-pihak yang ada, maka yang menjadi aktor perebutan sekarang adalah antara pihak nasional dan pihak di daerah atau pihak lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta seakan tak rela jika legislatif dikuasai oleh orang lokal, semacam ada ketakutan jika Aceh akan lepas atau merdeka dari Indonesia. Sebuah ketakutan yang tak bisa saya bilang salah jika berbicara dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pihak lokal juga punya ketakutan terhadap kekuasaan Jakarta di Aceh, memori lama tentang pembantaian dan ketidakadilan belum hilang dari rakyat Aceh, sekarang saatnya untuk mengelola dan berkuasa terhadap apa yang ada di Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Damai Terancam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala pihak harus menahan semua keinginan dan kepentingannya untuk kedamaian di Aceh, jika hal tersebut terus dipaksakan maka bukan tidak mungkin kisah kelam konflik akan kembali terulang di tanah yang katanya makmur ini. Kepentingan rakyat Aceh harus didahulukan untuk terus menjaga perdamaian ini. Segala upaya juga wajib dilakukan baik oleh pemerintah pusat maupun Aceh untuk dapat menjaga hasil dari MoU Helsinki ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala sesuatu yang menjadi ancaman terhadap perdamaian harus ditindak tegas, tidak harus pandang bulu. Inilah yang menjadi permasalahan selama ini, polisi sebagai institusi yang berhak dan wajib untuk menjaga keamanan masyarakat seakan hilang keberanian atau memang tidak mampu. Sehingga lahirlah pihak lain yang juga punya kekuatan dengan beranggapan bahwa mereka juga berhak memberikan pengamanan kepada masyarakat, yaitu militer. Tampilnya militer untuk merupakan bukti bahwa reformasi di tubuh militer dan pemisahan fungsi Tentara Nasional Indonesia dengan POLRI belum sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mobilsisasi TNI seperti masa konflik dengan pembentukan pos-pos militer di daerah Bener Meriah (salah satunya) merupakan bentuk tindakan diluar wewenang dan merupakan ancaman terhadap perdamaian di Aceh, Mobilisasi sangat sensitif terjadinya pergesekan. Jika ini terus dibiarkan, maka tunggulah waktu kehancuran perdamaian Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukseskan Pemilu Aceh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal terdekat yang sangat rentan terjadinya konflik adalah pemilu legislatif 9 April 2009. Banyak pihak yang beranggapan bahwa pemilu merupakan terminal masa transisi untuk masa depan Aceh. Gagalnya pemilu maka gagallah perdamaian Aceh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala hal yang dapat mengganggu proses pemilu harus ditindak tegas oleh polisi dengan berkoordinasi dengan panwaslu tentunnya. Jika seandainya polisi tidak mampu untuk menjaga proses jalannya pemilu di Aceh, maka mengakulah tidak mampu. Dan jika ini terjadi, maka sudah seharusnya pemerintah mengundang pemantau asing pemilu di Aceh. Karena dengan segala kondisi yang ada, sudah cukup menjadi alasan bagi pemerintah untuk mengambil kebijakan tersebut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-5101814655964619038?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/5101814655964619038/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=5101814655964619038' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/5101814655964619038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/5101814655964619038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2009/02/polisi-mana-kerjamu.html' title='Jangan Biarkan Aceh Kembali Bergolak'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-8379535679231788856</id><published>2009-02-16T05:52:00.000-08:00</published><updated>2009-02-17T10:07:26.702-08:00</updated><title type='text'>Seunerah, Asa yang belum tercapai</title><content type='html'>Cerita ini berawal ketika Diksar IX Mapala Hukum Unsyiah, di kawasan Indrapuri Aceh Besar. Agenda tahunan Mapala Hukum untuk kaderisasi anggota baru ini dilaksanakan pada tanggal 7 - 15 Februari 2009. Dan sekarang Diksar usai sudah dengan meninggalkan banyak cerita, dan mungkin aku punya kesempatan untuk mengungkapkan salah satu cerita yang ada diantara cerita lainnya di atas layar yang tak sebeapa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seunerah, air terjun di pedalaman Indrapuri. Aku baru mendengar ceritanya juga ketika Diksar IX Mapala Hukum, itupun dari cerita warga setempat yang kami jumpai di sungai Krueng Jreu yang lagi mencari ikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika merunut pada cerita warga setempat, Seunerah dapat dicapai dalam waktu lebih kurang 10 jam jalan kaki dari Indrapuri. Waterfall yang tingginya sekitar 30 meter ini juga merupakan ujung dari jalan yang baru dibuat oleh para manusia serakah perusak hutan disana. Bayangkan, sampai ke Seunerah sudah terparkir buldozer dengan angkuhnya meraung membabat hutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya tak ada kata-kata bagiku untuk melukiskan betapa indahnya Indrpauri dengan Seunerahnya. Padang rumput Blang Planteu yang menjadi camp latihan gerlyawan GAM dulu yang sekarang seakan-akan berubah menjadi arena off road, memanjakan mata sampai terbentur bukit hijau. Areal seluas kampus Unsyiah ini merupakan padang ilalang yang akan kita jumpai jika hendak menuju Seunerah dari Indrapuri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu masa konflik Blang Panteu ini merupakan padang ilalang setinggi 2 meter dan belum sedikitpun tersentuh pembangunan jalan. Paling yang ada cuma jalan setapak, makanya sangat cocok sebagai tempat latihan gerilyawan GAM dulunya, karena memang tidak ada celah bagi serdadu untuk dapat masuk kedaerah itu jika tak mau dihantam peluru dari atas bukit yang mengelilingi Blang Panteu. Baru kemudian pasca damai tahun 2005 keserakahan mulai menjamah indahnya alam Indrapuri, Blang Panteu, Alunan sungai Krueng Jreu, nyayian batu bukit dan gemerciknya Seunerah mulai terganggu dengan suara-suara mesin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asa Kami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seunerah adalah asa kami, kami yang hanya bisa menatapnya dari puncak Cot Perahu tanpa bisa menjamahnya, kami yang hanya bisa mendengar cerita warga Indrapuri tanpa bisa melangkah lebih jauh. Tak salah jika sampai detik ini aku dan kawan-kawan di Mapala Hukum masih menyimpan asa itu dalam-dalam, suatu saat siap untuk kami ledakkan. Sehingga aku yakin dengan pikiran yang aku yakini selama ini, bahkan alam beserta isinya diciptakan tuhan untuk manusia. Untuk dinikmati, untuk dimanfaatkan, untuk dirasakan keagunganNya, pastinya bukan dengan keserakahan, keangkuhan atau dengan kerakusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu depan, aku berencana meledakkan asa ini. Menuju Indrapuri dengan segala bekal yang ada, setelah siap semua keperluan tetek bengek yang berhubungan dengan kampus, dengan kuliah atau bahkan dengan betina yang masih kuanggap 'pukimak' itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senerah, nantikan aku di pintu rimbamu..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-8379535679231788856?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/8379535679231788856/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=8379535679231788856' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/8379535679231788856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/8379535679231788856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2009/02/seunerah-asa-yang-belum-tercapai.html' title='Seunerah, Asa yang belum tercapai'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-591803722974632546</id><published>2009-02-01T12:06:00.000-08:00</published><updated>2009-02-01T16:52:54.878-08:00</updated><title type='text'>Hak Lingkungan, antara Bencana dan Harapan</title><content type='html'>"Menanti Hak lingkungan hidup jatuh dari langit, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;mungkin Jibril lagi berbaik hati membawa kabar kepada penghuni bumi, bahwa bumi ini akan selamat dari kepunahan, bahwa manusia akan bisa hidup damai dengan alamnya, seperti nenek moyang nya dulu. Mencari secuil berkas kehidupan untuk menyambung hari esok dengan penuh lega, damai, tanpa keserakahan akan kekayaann alam yang melimpah".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu mungkin yang hasil diskusi dengan kawan-kawan Mapala Hukum di suatu senja di hamparan trotoar kedai kopi di kota tua ini. Senja yang mungkin sedikit bisa membuat pikiran tenang diantara riuhnya teknologi kota tua ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hak lingkungan hidup memang jauh dari harapan, hak untuk hidup tenang, damai, tanpa ada bencana seakan haram untuk kita nikmati. Bencana seakan menjadi tamu tahunan, baik warga kota maupun masyarakat yang berdiam di pedalaman atau pedesaan atau juga gampong. Bencana hanya menjadi bahan tangisan bersama sanak saudara yang jadi korban, mungkin ada doa dan bantuan material sebagai bentuk solidaritas dari saudara lainnya, bahkan yang lebih ironisnya lagi, pemerintah dan para pengusaha yang seharusnya harus bertanggung jawab atas eksploitasi lahan yang dilakukannya hanya bisa ikut berbela sungkawa atas musibah yang terjadi terhadap korban yang merupakan rakyat terdekat dari lahan yang dieksploitasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hak atas lingkungan hidup diatur secara eksplisit dalam Deklarasi Umum Hak Azasi Manusia (DUHAM), namun hak lingkungan hidup sebagai hak azasi manusia barulah mendapat pengakuan dalam bentuk kesimpulan oleh sidang Komisi Tinggi Hak Azasi Manusia pada bulan April 2001 yang menyatakan bahwa "setiap orang memiliki hak hidup di dunia yang bebas dari polusi bahan-bahan beracun dan degradasi lingkungan hidup".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup banyak peraturan tentang pengelolaan lingkungan hidup yang terdapat baik dalam perjanjian internasional untuk tingkat global seperti yang tersebut diatas, maupun yang dihasilkan di dalam negeri sendiri, diantaranya Undang-Undang No 23 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. Namun, yang menjadi pertanyaan kemudian adalah seberapa efektifkah penerapan peraturan yang ada dalam memenuhi hak lingkungan hidup warga negara yang sudah mulai gerah dengan segala bencana yang silih berganti bercumbu dengan kehidupan masyarakat. Aturan hukum yag ada seakan tak berguna, jika kita sandingkan dengan predikat negeri ini sebagai Republik Bencana Ekologis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merujuk pada catatan Walhi, bencana ekologis dari tahun ke tahun semakin menunjukkan peningkatan yang signifikan. Pada tahunn 2007 telah terjadi 205 kali bencana dan pada tahun 2008 intensitasnya meningkat sampai dengan 359 kali bencana, sementara upaya yang dilakukan pemerintah lip service belaka dan tidak menunjukkan upaya serius untuk mereduksi dan mencegah bencana tersebut. Bahkan tak jarang dana penanggulangan bencana dikorupsi oleh aparatur pemerintahan yang bertanggung jawab menanggulangi masalah tersebut.(www.walhi.or.id/kampanye/psda/outlook_2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan lingkungan hidup (enviromental movement) belum sepenuhnya efektif dalam mendorong eksplisitas hukum sebagai hak dasar. Baik gerakan yang dilakukan oleh organisasi masyarakat sipil maupun pemerintah belum dapat mereduksi dan mencegah bencana ekologis, atau paling tidak meminimalisir bencana. Gerakan masyarakat sipil baru berbicara sebatas kampanye penegakan hukum terhadap penjahat lingkungan dan disisi lain juga kampanye terhadap isu-isu lingkungan hidup yang kadang-kadang melibatkan para penjahat lingkungan itu sendiri sebagai donatur dan tulang punggung gerakan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan pemerintah juga samam seperti gerakan masyarakat sipil, cuma perbedaannya kadang-kadang banyak gerakan masyarakat sipil yang menjadi oposan dari pemerintah. Yang pertama, gerakan pemerintah lebih cenderung bersifat pragmatis, masyarakat disibukkan dengan program tanam sejuta pohon, kemudian tanpa berdosanya pemerintah memberikan hak konsesi lahan terhadap perusahaan yang mengajukan proposal untuk investasi. Maka, terciptalah HGU, HPH, IPH, HTI, bahkan tidak jarang sering terjadi konflik antara masyarakat setempat dengan pemilik hak konsesi lahan tersebut. Konflik sering terjadi karena tidak adanya pelibatan masyarakat dalam mengurus dan mengelola lingkungan hidup dalam areal lahan konsesi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua, pengelolaan lingkungan hidup yang dilaksanakan belum menunjukkan suatu konsep pencegahan akan bencana. Kita selalu sibuk untuk mencegah ekses yang ditimbulkan oleh bencana, tidak berpikir apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah terjadinya bencana. Managemen penegelolaan bencana yang diatur oleh pemerintah juga tidak memasukkan klausula pencegahan terhadap bencana. Jika bencana yang terjadi adalah tsunami, yang terpikir adalah bagaimana mencari jalan alternatif untuk melarikan diri pada waktu tsunami menerjang, bukannya berpikir bagaimana caranya untuk dapat mencegah tsunami terjadi. Jika bencana yang mengancam adalah banjir bandang, maka yang dipikirkan adalah bagaimana mensuply logistik untuk korban bukannya berpikir agar banjir bandang tidak terjadi. Bukankah mencegah lebih baik daripada mengobati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks penegakan hukum lingkungan juga terjadi hal yang demikian. Bahkan bisa dikataka, konstribusi penegakan hukum terhadap rakyat untuk menikmati hak lingkungan hidup yang bersih tidak ada. Yang ada hanyalah pemasukan devisa terhadap negara, atau dengan kata lain yang dilakukan bukanlah penegakan hukum lingkungan, akan tetapi pencegahan kerugian negara. Bila kita tamsilkan pemberantasan illegal logging sebagai suatu penegakan hukum yang dimaksud diatas, maka pemberantasan tersebut hanya berhasil pada tataran penangkapan kayu yang telah ditebang, bukan pada tataran pencegahan terjadinya illegal logging. Beberapa kasus yang di ekspose oleh media membuktikan itu, keberhasilan aparatur penegak hukum selalu pada penangkapan kayu log yang tidak ada pemiliknya atau razia terhadap kayu illegal yang hendak dipasarkan, akan tetapi sangat jarang adanya suatu proteksi dan pencegahan agar proses penebangan kayu itu tidak terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu dilakukan sekarang adalah bagaimana melaksanakan rumusan peraturan hukum yang ada untuk dapat memenuhi hak lingkungan hidup yang bebas dari polusi dan degradasi lingkungan. Suatu manajemen pengelolaan bencana yang lebih peka dan reaktif terhadap kondisi masyarakat harus dirumuskan dan dilaksanakan. Jika manajemen pengelolaan bencana yang berprinsip mencegah sudah dilaksanakan, maka untuk memperoleh hak lingkungan yang utuh bukan mustahi adanya. Kalaupun ada aral melintang mungkin itu disebabkan oleh (dan aku yakin ini perlu kita diskusikan lagi) takdir..!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cuser%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Trebuchet MS"; 	panose-1:2 11 6 3 2 2 2 2 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-591803722974632546?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/591803722974632546/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=591803722974632546' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/591803722974632546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/591803722974632546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2009/02/hak-lingkungan-antara-bencana-dan.html' title='Hak Lingkungan, antara Bencana dan Harapan'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-8143151598926881844</id><published>2009-01-23T14:00:00.000-08:00</published><updated>2009-01-25T04:56:20.670-08:00</updated><title type='text'>Antara Pemuda dan Remaja</title><content type='html'>Adakah perbedaan antara pemuda dan remaja?&lt;br /&gt;Pertanyaan itu muncul dipagi buta ketika mengutak atik halaman web demi web, blog demi blog, dan artikel demi artikel. Pagi yang indah dan senyap untuk dibayangkan walau tak seindah dan sesenyap yang dirasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda atau remaja merupakan ujung tombang perjalanan kehidupan dalam sebuah negara atau bangsa, tak ada yang pungkiri itu. Oleh karna itu, sesuatu yang terjadi terhadap pemuda dan remaja cukup menarik perhatian semua kalangan, baik akademisi, politisi, kaum agamawan maupun pemuda dan remaja itu sendiri. Kehidupan pemuda dan remaja serta perubahan sosial yang terjadi terhadap mereka juga menarik minat kaum peneliti untuk menumpahkan pikirannya terhadap hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya tidak ada perbedaan antara pemuda dan remaja. Cuma kalau lebih diperhatikan kedua nama atau istilah tersebut beda penempatan dalam kondisi dan peran sosial. Pemuda lebih ditempatkan dalam hal politik dan sosial, sedangkan remaja ditempatkan dalam hal budaya populer dan gaya hidup. Istilah pemuda selalu dikaitkan dengan hal yang berbau perubahan sosial, politik seperti reformasi, walau yang terakhir ini disusupi oleh elemen lain yaitu mahasiswa, tetapi mahasiswa juga sub-elemen dari pemuda. Pemuda merupakan ujung tombak dalam hal tersebut, tanpa keterlibatan pemuda mustahil hal seperti diatas dapat berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Realitas pemudaisme atau kepemudaan mulai bangkit ketika sumpah pemuda dikumandangkan pada tahun 1928. Kegiatan-kegiatan anak muda dan organisasi anak muda selalu bergerak akan hal-hal yang berbau politis. Kiprah pemuda pada waktu itu bersatu untuk mewujudkan kemerdekaan indonesia, sikap nasionalisme yang terbangun merupakan wujud dari keinginan merubah keadaan dan realitas sosial serta politik. kondisi pemuda seperti ini terus bertahan sampai masa orde baru berkuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Orde Baru, studi tentang kaum muda selalu dikaitkan dengan persoalan politik. Seperti disebutkan Benedict Anderson dalam bukunya yang masyhur, Revolusi Pemuda (1988), di masa sebelum Soeharto berkuasa, kegiatan yang tersedia bagi anak-anak muda adalah kegiatan yang sifatnya politis. Pada masa Orde Lama dan sebelumnya, sebagian besar pemuda Indonesia menghabiskan waktunya dengan mengikuti organisasi-organisasi pemuda, mahasiswa dan juga partai politik. Pada masa itu, budaya apatisme amat jauh dari pikiran pemuda. Anak-anak muda besar dalam realitas sosial yang memang menuntut mereka untuk peduli dan terlibat langsung untuk ikut merubah keadaan ke arah yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;Remaja dan Budaya Populer&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hingga kemudian bangsa ini memasuki masa pertumbuhan ekonomi dan pembangunan 1970-an, pada saat inilah terjadi pergeseran kondisi kaum muda indonesia. pada masa ini, terjadinya stabilitas perekonomian Indonesia telah mempengaruhi kondisi sosiologis kaum muda Indonesia. Sehingga terbentuklah gaya hidup baru yang jauh dari realitas sosial dan politik di Indonesia pada waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pihak yang berpendapat bahwa kondisi ini juga akibat dari depolitisasi yang dilakukan oleh Soeharto. James Siegel, memotret kondisi kondisi yang terjadi di Indonesia pada kala itu. Bukunya, Solo in The New Order, Language and History in an Indonesian Town (1986), salah satunya. Menurut James Siegel, mulai terjadi pergantian istilah untuk menyebut kaum muda Indonesia itu, disinilah muncul istilah "Remaja". Menurut Siegel, remaja merupakan anak muda hasil depolitisasi Orde Baru, karna pergantian istilah ini bukan hanya soal bahasa tapi juga soal politik. Dengan kata lain, sejak saat itu, kaum muda Indonesia mulai melirik hal-hal lain diluar politik dan sosial sebagai aktifitas mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari demi hari remaja Indonesia mulai disibukkan dengan gaya hidup dan urusan hedonis lainnya. Generasi yang bisa dikatakan mulai tabu untuk membicarakan perubahan sosial dan kondisi masyarakat di sekelilingnya. Walau ada segelintir intelektual dari kaum muda yang menggerakkan diri untuk berbicara ke permukaan, tapi itu hanya segelintir. Nyatanya istilah "remaja" memang membuat kaum muda untuk diam dan terus terbuai dengan pembangunan dan sedikit kesenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Realitas ini semakin nyata ketika remaja Indonesia mengekori budaya barat. Media menjadi elemen yang sangat berpengaruh terhadap kondisi seperti ini. Remaja dibuai dengan program-program yang semakin jauh dengan realitas sosial, tak tersadari oleh kaum muda memang, tapi kondisi seperti ini memang sangat diharapkan oleh kapitalisme yang menguasai media sebagai senjata ampuhnya. Sampai sekarang MTV terus menghegemoni terhadap remaja-remaja Indonesia sehingga mereka terus mengekori budaya barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin sampai nanti, sampai kita sadar..&lt;br /&gt;Bahwa bangsa ini butuh kita, untuk mereka yang tertindas sepetu pembangunan dan globalisasi..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-8143151598926881844?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/8143151598926881844/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=8143151598926881844' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/8143151598926881844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/8143151598926881844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2009/01/antara-pemuda-dan-remaja.html' title='Antara Pemuda dan Remaja'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-846479096887509881</id><published>2008-12-19T20:02:00.000-08:00</published><updated>2008-12-19T20:19:12.894-08:00</updated><title type='text'>Cerita dari dalam kabut</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Ini cerita kami, diantara hawa dingin yang menusuk tulang, ketika kaki mencoba menjejaki setiap jengkal tanah menuju puncak Bae. Cerita yang telah membuat pikiran tentang kemewahan kehidupan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; hilang untuk sementara zaman ditelan rimbun dan damianya kuasa alam. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Kalian boleh menyebut ini kisah atau cerita, tapi yang pasti jangan katakan ini dongeng karena keringat kami berani bersaksi atas nama angkuhnya hidup manusia. Aku tak tau harus memulainya darimana, mungkin dari ruang kumuh yang berada diantara pagar kesombongan fakultas hukum atau juga dari pintu rimba yang menyambut kami dengan gemercik nyanyian sungai di pedalaman Jantho, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; besar di Aceh Besar yang tak layak disebut ibukota.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Kumulai saja cerita ini dari suatu senja di hari jumat, 31 oktober 2008, ketika kami meninggalkan kampus menuju Jantho unutuk suatu ritual yang banyak orang bilang tak berarti atau buang-buang energi. Ada aku, Jalak, Banenk, Pane Amroe, Pojan, Ihsan Badak serta Ketua Umum Mapala Hukum, Geraldi Farizi. Subtansi dari cerita ini adalah try out navigasi bagi angkatan baru Mapala Hukum, yang merupakan agenda rutin dari Mapala Hukum dengan tujuan untuk memperdalam ilmu navigasi bagi angkatan baru khususnya dan bagi seluruh anggota umumnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Syafaq merah di ufuk barat sudah lenyap ketika kami memasuki perkampungan terakhir di kaki Bukit Barisan, yaitu kampung Jantho Baru. Langsung saja ketua tim kami, Banenk, menuju kerumah empunya kuasa dikampung tersebut yaitu keuchik Jantho Baru untuk meberiyahukan kegiatan kami, hal ini merupakan etika bagi kami memasuki daerah orang karena kami masih memegang prinsip dimana langit dijunjung disitu bumi dipijak. Setelah semua proses administrasi lokal selesai &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;lima&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; menit kemudian kami sampai di rumah terakhir, disinilah kami simpan kenderaan karena memang tidak mungkin kami bawa sampai ke puncak Bae.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Tak mungkin menunggu lama lagi, kami langsung berangkat ke kamp pertama, yaitu di damp aliran sungai yang membelah air untuk pengairan petani disana, kmai juga menyebut tempat ini dengan pintu rimaba, karena disinilah awal cerita tentang rimbunnya hutan dimulai. Dari rumah terakhir sampai kepintu rimba menghabiskan waktu sekitar setengah jam, kami lalui perjalanan dalam pekatnya malam dengan bermodalkan senter yang tak seberapa terangnya. Sampai dipintu rimba jam 08.00 wib langsung mendirikan tenda serta kesibukan lainnya untuk mempersiapkan makam malam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Selepas makan, sempat briefing sebentar. Kemudian, kami habiskan malam dengan celotehan demi celotehan, dari Aceh sampai Papua, dari cinta sampai kelaparan, sampai tenda memanggil kami untuk menjamahnya demi simpanan tenaga untuk hari esok yang penuh tanda tanya. Tak usah kukabarkan berita diluar tenda ketika kami terlelap, karena itu urusan penghuni malam di kaki bukit barisan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Sabtu, 1 November 2008, pagi yang dingin dan udara yang sejuk. Tenda sudah basah oleh gerimis semalam ketika jam 07.00 WIB aku dan pojan bangun untuk mempersiapkan segalanya, yang terutama adalah menyiapkan sarapan demi secuil tenaga untuk melakukan pendakian. Tak usah juga kukabarkan apa yang kamai makan, karena semua yang masuk ke lambung adalah rahmat dari-Nya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Tepat jam 10.00 WIB kami mulai melangkahkan kaki meninggalkan pintu rimba, setelah sebelumya &lt;i style=""&gt;ngeplot &lt;/i&gt;peta, menapaki setiap jejak dibawah rerimbunan rimba, diantara kicauan burung dan siulan sungai yang semakin lama semakin tak terdengar terhijab oleh ruang dan waktu dalam skala yang selalu berubah. Tiga puluh menit kemudian kami sampai di pangkalan air terakhir, disinilah kami mengambil air untuk bekal selama dua hari sampai pulang besok. Setelah ini tak ada lagi sumber air bersih selain air untuk &lt;i style=""&gt;survive&lt;/i&gt; yang biasa banyak tersedia di setiap benda yang ada di rimba. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Hampir seluruhnya jalur menuju puncak Bae terjal sampai kemiringan 80 derajat. Perlu fisik dan memtal yang kuat pastinya untuk menempuh tantangan ini, bila tak hati-hati fatal akibatnya, karena jurang selalu siap menerima kita apa adanya. Tak terhitung sudah para pendaki menyerahkan nyawanya pada alam dikarenakan kecerobohan yang dilakukannya dan tentunya kesombongan yang dibawanya. Fenedick Ribery tewas mengenaskan di puncak Annapurna pegunungan &lt;st1:place st="on"&gt;Himalaya&lt;/st1:place&gt;, pada tahun 1994 ketika ingin menolong kawannya yang terjebak di celah gletser. &lt;st1:city st="on"&gt;Bahkan&lt;/st1:City&gt;, &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt; punya petualang tangguh berkaliber internasional, Norman Edwin, anggota Mapala UI yang tewas di puncak Aconcagua, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Argentina&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. Pada tahun 1992, Norman tewas bersama kawannya Dik Samsu, ketika mengadakan ekspedisi Garuda Seven Summit. Menurut beberapa kolega Norman di Mapala UI, kecelakaan tersebut terjadi karena Norman yang begitu ambisius untuk menaklukkan puncak Aconcagua, walaupun pada saat itu musim pendakian sudah habis dan pemerintah Argentina telah mengeluarkan larangan itu. Pelajaran pertama yang harus diambil adalah, Jangan Pernah Sombong dan Angkuh dengan Alam Liar!.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Setelah siap makan siang, jam 02.00 WIB kami lanjutkan pendakian. Tak lama berselang, kami memasuki perkampungan rotan, dengan perangkap durinya yang selalu mengintai. Seakan ingin memaki para duri, aku bahkan harus menerima tebasan duri rotan di leher, &lt;i style=""&gt;tapi tenang aja, tidak sampai mengganggu pendakian kok!.&lt;/i&gt; Setelah melewati perkampungan rotan sekitar dua jam, kabut dan badai serta gerimis mulai menyelimutu perjalanan kami. Perlahan-lahan mulai gelap, walau senja belum sepenuhnya berganti malam. Sampai pada akhirnya tepat ketika syafaq merah bertahta di ufuk barat, kami dapat menjamah pilar Bae. Inilah jamahan Mapala Hukum yang pertama di puncak Bae, selain ketua tim, Banenk, yang pernah menjamah pilar tersebut sebelumnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Dengan suhu dingin berada di angka 13 derajat celcius, kami tak bertahan lama untuk terus mendirikan tenda dan mengganti pakaian dengan yang lebih hangat, walau hawa dingin masih bisa menyelinap diantara jejaring tulang kami. Dan yang paling penting adalah membuat api unggun, walau dengan kondisi tempat yang berair dan dingin amat susah untuk membuat api unggun. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Seperti malam sebelumnya, selepas makan tak ada lagi kewajiban kami selain bercengkrama bersama, dengan celotehan-celotehan garing Pane Amroe diselingi cekikan riang Ihsan Badak, aku juga hanya bisa ikut tertawa dengan sesekali menimpali. Inilah celoteh kami, yang tanpa intrik telah mengertikan kami akan arti kesederhanaan, yang tanpa munafik telah menjadikan basa basi menjadi basi. Ditemani kopi secangkir, hawa dingin, suara angin di ketinggian diatas 1500 mdpl, seperti ada kehidupan lain diatas kabut malam. Laksana gemuruh para serdadu dari dalam kabut yang ingin menyerbu singgasana di puncak Bae.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Tak usah lagi kusambung tentang malam, biarkan kurawi tentang pagi sampai siang yang tak bermentari apalagi &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; Jantho yang indah dengan bukitnya yang mengalun. Baru ketika waktu memasuki pintu siang kabut mulai pergi dan terpampanglah bentangan alam yang tak sanggup dijangkau saraf keindahan. Ini bukan indah, melebihi indah, jika nominal matematika bisa mengikuti perjaanan kami, maka kami beri nilai indah pangkat sepuluh, ya begitulah, bukan mengada tapi memang ada untuk manusia mnegerti keindahan bukan dengan kemewahan yang dibumbui nafsu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Selepas makan siang, tepat jam 12.00 kami melangkah turun setelah sebelumnya meangabadikan beberapa momen untuk berbagi cerita dengan saudara yang tak ikut dalam perjalanan ini, termasuk cerita yan kususun kepada kalian disini. Tak sampai setengah jam kami menapaki tanah rimba Bae, tragedi terjadi, Tersesat!. Tapi aku tak akan bercerita tentang sesatnya kami di rimba tuhan tak bertuan itu, kalau kalian mau lebih tau datang aja ke ruang yang tak seberapa di kampus kami, pasti cerita sesat itu akan mengisi indera dengar kalian. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Setelah letih mencari jalan keluar selam dua jam, sang jalanpun berbaik hati dengan menampakkan wujudnya didepan kami, tanpa ba bi bu lagi dengan &lt;i style=""&gt;legowo&lt;/i&gt; kami turuni puncak Bae walau betis terasa hancur, walau tulang terasa remuk, sampai akhirnya jam 06.00 wib kami dapat mendengar dan melihat gemercik air sungai Jantho. Walau lelah, letih, bahkan sampai tubuh yang tersayat duri rotan, tapi yang pasti, seperti kata Bang Wan Fals, diantara mata air ini tak pernah ada air mata.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Syafaq merah bertahta di ufuk barat, kami perlahan merayapi perbukitan indah sebelum memasuki kampung Jantho Baru. Kampung yang adem, ayem, teduh, damai dan entah apa lagi yang bisa kuucapkan untuk kampung tersebut, walau setan-setan industrialis terus mengintai kampung tersebut. Bagi kawan-kawan angkatan 2006 keatas pasti punya cerita di bukit kampung itu, karena dulunya diperbukitan kampung Jantho Baru ini ritual peusijuk mahasiswa baru angkatan 2006 dilaksanakan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Setelah mengambil kenderaan dan memberitahukan kepulangan kami kepada keucik setempat, jam 08.00 wib kami memasuki &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; Jantho yang sepi, sunyi sebagai sebuah ibukota kabupaten. Setelah salah satu diantara kami berbaik hati menafkahkan hartanya untuk membelikan makanan, dan pastinya setelah makan malam, cerita kami berakhir disini. aku yakin ketika kutumpahkan ingatanku di blog ini, kabut masih tetap bertahta di puncak Bae, puncak yang memberikan sejuta kenikmatan bagi mereka yang mengerti rahmat, bagi mereka yang bersyukur, dan juga bagi mereka yang mengerti bahwa hidup bukanlah untuk makan, tapi makanlah untuk hidup. Dan aku juga yakin jejak kami masih di ingat oleh penghuni disana, oleh dinginnya puncak, oleh letihnya hati dan pastinya oleh kami sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Salam Lestari .. !!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-846479096887509881?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/846479096887509881/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=846479096887509881' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/846479096887509881'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/846479096887509881'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2008/12/cerita-dari-dalam-kabut.html' title='Cerita dari dalam kabut'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-8202657199026713619</id><published>2008-10-15T02:01:00.000-07:00</published><updated>2008-10-15T02:46:07.615-07:00</updated><title type='text'>Bulanpun tak dapat menggantikan hadirmu</title><content type='html'>Hilang biar hilang, hampa pasti akan datang&lt;br /&gt;harapan bukanlah tujuan, tapi proses&lt;br /&gt;dirimulah tujuanku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini, di ruang yang tak seberapa ini,&lt;br /&gt;mereka bicara tentang jaminan,&lt;br /&gt;bagiku waktu adalah jaminan untuk menggapaimu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Datang atau tidak hujan telah tumpah&lt;br /&gt;membangunkan rumput yang hampir punah&lt;br /&gt;bunga di trotoar pun kembali merekah&lt;br /&gt;tapi, harapan yang kau ludahi ke mukaku&lt;br /&gt;tak selebat hujan yang tumpah di sini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulanpun tak dapat menggantikan hadirmu&lt;br /&gt;walau aku tak secengeng yang kau duga&lt;br /&gt;karena sampai saat ini aku masih mencintaimu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;walau orang menganggap hati ini hancur berkeping&lt;br /&gt;aku masih sanggup mencintaimu dengan kepingannya yang tersisa..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(... dari kandang manusia yang telah dimanusiakan oleh alam, di kampus yang 'katanya' jantoeng hatee ini.. )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-8202657199026713619?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/8202657199026713619/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=8202657199026713619' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/8202657199026713619'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/8202657199026713619'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2008/10/bulanpun-tak-dapat-menggantikan-hadirmu.html' title='Bulanpun tak dapat menggantikan hadirmu'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-3608520678940796903</id><published>2008-10-13T09:19:00.000-07:00</published><updated>2008-10-13T10:33:00.367-07:00</updated><title type='text'>Untuk mu Betina ku</title><content type='html'>Dulu, setetes harapan kau ludahi mukaku&lt;br /&gt;tapi, aku hanya punya setetes di tengah lautan yang kau beri padanya.&lt;br /&gt;Tak perlu menunggu detik, tetesan itupun lenyap adanya&lt;br /&gt;karena aku bukan musa, yang konon sanggup membelah lautan,&lt;br /&gt;aku juga bukan Ifrid nya Sulaiman yang sanggup memindahkan istana Balqis dalam sekejap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, kau betina yang menjadikanku jantan&lt;br /&gt;yang telah membangun kastil dalam angkuhnya trotoar hidup&lt;br /&gt;seakan ingin kuteriakkan pada dunia,&lt;br /&gt;Aku punya bidadari dari surga..!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang,&lt;br /&gt;ditengah lautan ini, ku kumandangkan padamu&lt;br /&gt;tetesan itu masih ada, tanpa larut sedikitpun&lt;br /&gt;walau ombak samudra ini terus menelannya&lt;br /&gt;walau ombak samudra ini muntahkan kembali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetesan harapan yang kau ludahi itu masih ada,&lt;br /&gt;melihatmu berlayar di lautan yang menindas harapan&lt;br /&gt;melihatmu dengan perahu kebahagian entah kesengsaraan,&lt;br /&gt;karena ia tak tampak di lensa yang kecil ini,&lt;br /&gt;di sini, antara ombak yang mengulum pikir,&lt;br /&gt;di dalam hati ini,&lt;br /&gt;yang terus memupuk harapan itu,&lt;br /&gt;untukmu betinaku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(tengah malam, di pos satpam, di singgasana Darni Daud yang dibakar)&lt;br /&gt; ...&lt;br /&gt; ...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-3608520678940796903?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/3608520678940796903/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=3608520678940796903' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/3608520678940796903'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/3608520678940796903'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2008/10/untuk-mu-betina-ku.html' title='Untuk mu Betina ku'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-3978694481841347738</id><published>2008-10-08T00:40:00.000-07:00</published><updated>2008-10-08T03:31:23.663-07:00</updated><title type='text'>Mengingat Sejarah, Menuju Acehisme dan Aceh yang berdaulat.</title><content type='html'>Konon, pemilu legislatif yang katanya pesta demokrasi rakyat akan dipentaskan pada pertengahan 2009. Pesta yang unik bagi rakyat Aceh karena untuk pertama kali dalam sejarah politik Indonesia pemilu dapat diikuti oleh Partai Politik Lokal ( Parlok ) pasca konflik yang berkepanjangan dan juga pasca lepas dari hantu serdadu Indonesia, walau sekarang trauma terhadap hantu tersebut masih melekat dalam darah dan pikiran rakyat Aceh. Pesta ini juga yang kedua bagi rakyat Aceh pasca konflik setelah sebelumnya Pilkada tahun 2006 yang juga unik karena dapat diikuti oleh calon independen dan kemudian menghasilkan pemimpin Pemerintah Aceh yang berasal dari calon independen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat sejarah, bukanlah tindakan sia-si atau suatu kemunduran dalam berpikir. Selayaknya sejarah adalah landasan dalam berpikir jauh ke depan, karena pengalaman ( sejarah ) adalah guru yang terbaik, sehingga Soekarno, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Funding Father &lt;/span&gt;Indonesia pernah terkenal dengan istilah 'Jas Merah' nya atau jangan sekali-sekali melupakan sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah Aceh telah mencatat, selam 63 tahun Indonesia diproklamirkan oleh Soekarnoe dan Hatta Aceh menjadi ladang bagi Indonesia. Mulai dari pemberontakan Darul Islam atau Tentara Islam Indonesia, PKI, Aceh Merdeka ( AM ) sampai dengan Gerakan Aceh Merdeka ( GAM ) yang baru 'berakhir' tahun 2005 dengan adanya Memorandum of Understanding ( MoU ) setelah Aceh luluh lantak dihantam tsunami. Mulai dari daerah modal sampai daerah model,  sejarah telah menjadi alat perekam dalam pikiran rakyat Aceh, bagaimana nafsu terhadap kekuasaan telah mengorbankan harta benda bahkan nyawa saudara-saudaranya, bagaimana 'romantisme' politik elit-elit senayan telah menghapus fakta bahwa Aceh adalah modal bagi Indonesia untuk merdeka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpijak dari sejarah pula rakyat Aceh harus mengambil suatu sikap terhadap realitas politik yang ada, pemilu menjadi ajang untuk menunjukkan bahwa rakyat Aceh sudah muak dengan semua intrik politik elit Indonesia. Walaupun isu golongan putih ( golput ) begitu menggema di daerah lain, saya pikir belum saatnya rakyat Aceh mengambil sikap golput, karena pemilu 2009 akan menjadi barometer kondisi Aceh kedepan, dan partisipasi rakyat Aceh dalam pesta demokrasi tersebut menjadi wajib adanya untuk membangun suatu Aceh baru yang lebih berdaulat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menuju Acehisme dan Aceh yang berdaulat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin agak sedikit provokatif dan melawan nasionalisme ketika menuju aceh yang berdaulat kita angkat ke permukaan, karena kesan merdeka dan berpisah dari Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI ) akan timbul kembali ketika  berbicara tentang Aceh yang berdaulat. Tapi, akan sedikit berbeda karena yang kita bicarakan adalah Aceh, daerah model bagi demokrasi  Indonesia. Persoalan Aceh tidak bisa dilihat dari kaca mata hukum semata, tapi Aceh adalah resiko politik bagi Indonesia setelah lama menabuh genderang perang dan menghisap sumber daya alamnya. MoU Helsinki menjadi landasan dalam menempuh perjalanan politik di Aceh, ini merupakan produk dari darah yang tumpah di Aceh, rumah yang terbakar, jenazah yang tanpa kuburan dan juga hasil bumi yang dengan serakahnya telah dibawa ke Jawa oleh pemerintah Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aceh yang berdaulat adalah Aceh yang merdeka dalam mengambil kebijakan terhadap kemaslahatan rakyat Aceh kedepan. Aceh yang dapat segera menerapkan keadilan terhadap para korban konflik yang sekarang masih menjerit dan bertanya-tanya dimana kuburan bapak, ibu, anak dan juga saudaranya, yang masih takut mengatakan "Dia yang telah mengambil bapakku, dia yang telah memperkosa saudara perempuan dan ibuku!". Tanpa adanya keadilan bagi korban konflik, perdamaian menjadi sia-sia atau semu ( berbeda dengan arti perdamaian semu menurut Soenarko ). Aceh yang berdaulat juga merupakan modal bagi rakyat Aceh untuk dapat menguasai dan menikmati sumber daya alam yang melimpah, bukannya menjadi penonton dan merasakan dampak bencana alam dari eksploitasi alam yang berlebihan oleh perusahaan asing yang berkoalisi dengan pemerintah Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpijak dari realita di atas, menuju Acehisme dan Aceh yang berdaulat merupakan 'resiko sosial politik' yang harus ditanggung bersama, baik oleh pemerintah Indonesia maupun pemerintah Aceh sendiri. Dan, pemilu 2009 akan menjadi momen sekaligus kewajiban bagi rakyat Aceh untuk merebut semua impian yang sudah lama terbenam di bawah laras senjata dan sepatu serdadu Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kemudian adalah harapan,&lt;br /&gt;semoga..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-3978694481841347738?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/3978694481841347738/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=3978694481841347738' title='11 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/3978694481841347738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/3978694481841347738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2008/10/mengingat-sejarah-menuju-acehisme-dan.html' title='Mengingat Sejarah, Menuju Acehisme dan Aceh yang berdaulat.'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-388113458308589687</id><published>2008-10-05T10:04:00.000-07:00</published><updated>2008-10-05T10:47:59.922-07:00</updated><title type='text'>Antara senyum sedekah dengan senyum merekah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SOj8Z-JF9kI/AAAAAAAAABw/NGZWoX4U3lQ/s1600-h/Senyum.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SOj8Z-JF9kI/AAAAAAAAABw/NGZWoX4U3lQ/s400/Senyum.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5253726488435750466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang bilang kalau senyum itu sedekah, bahkan aku pernah dengar kalau itu adalah sabda nabi. Ada juga orang yang murah senyum, mulai dari caper, senyum ulok, sampai senyum ma'nyun (salah tingkah). Dan juga banyak orang yang pelit senyum, dengan beribu alasan, mulai dari gak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mood&lt;/span&gt; ( betol gak tulisannya?), sampai dengan alasan gak suka berbasa-basi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kita penerima senyuman seseorang, senyuman menjadi ambigu. Ada yang berpikir kalau orang yang lagi senyum memang senang dengan tingkah kita atau malahan orang tersebut sedang sinis.&lt;br /&gt;Keadaan ini pula yang membuat kita menjadi salah menempatkan tingkah, atau salah menginterpretasikan keadaan, yang jadi malahan berkibat, Fatal!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, bagiku ada yang menarik dari fenomena senyuman seorang anak manusia (bukan binatang). Jika anak manusia jantan atau betina berjumpa dengan lawan jenis, yang dia punya perasaan terhadapnya, akan lahir suatu analisis lagi tentang senyuman, beda dengan yang diatas. Ada senyum merekah dan ada senyum sedekah, yang selalu lahir ketika bersua dengan lawan jenis tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya kemudian adalah, apa bedanya senyum sedekah dengan senyum merekah? Kemudian, senyum bapak diatas termasuk senyum apa? Sedekah atau merekah? atau ada yang lainnya?&lt;br /&gt;Mari kita berdiskusi dengan hal yang jarang kita pikirkan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Note:&lt;br /&gt;Terima kasih untuk manusia yang bernama Diyus, yang telah berceloteh banyak hingga lahirnya postingan ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-388113458308589687?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/388113458308589687/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=388113458308589687' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/388113458308589687'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/388113458308589687'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2008/10/antara-senyum-sedekah-dengan-senyum.html' title='Antara senyum sedekah dengan senyum merekah'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SOj8Z-JF9kI/AAAAAAAAABw/NGZWoX4U3lQ/s72-c/Senyum.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-333925299942466711</id><published>2008-09-29T11:59:00.000-07:00</published><updated>2008-09-29T15:39:17.907-07:00</updated><title type='text'>Ketika hedonisme bersandar atas nama budaya.</title><content type='html'>Besok lebaran, atau biasa bahasa formalnya Hari Raya Idul Fitri 1429 Hijriyah. Hari yang bagi sebagian manusia di muka bumi dianggap sakral, suci. Bahkan dalam proses pensakralannya sampai harus melegalkan budaya hedonisme dan konsumtif. Budaya yang selama ini terus menggerogoti alam pikiran manusia-manusia belahan dunia timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam seminggu terakhir, selepas taraweh, selalu kusempatkan diri ini untuk meneguk secangkir kopi di Ulee Kareng, baik di Solong maupun Cek Wan. Dan dalam seminggu terakhir ini juga realitas hedonisme atas nama budaya dan agama begitu kental nampak di pandang mata. Pernyataan ini lahir setelah melewati Ulee Kareng, yang sisi kiri kanan jalannya dipenuhi dengan outlet-outlet pakaian serta perbendaan yang menambah eksistensi penampilan. Semua kita pasti melihat, bagaimana pergolakan roda ekonomi di setiap outlet yang ada, super sibuk, manusia berjubel. Lantas kemudian apakah kita pernah berpikir, apa yang sedang terjadi? adakah manfaat atau mudharat? Atau ini hanya fenomena sosial yang telah menjadi ritual manusia untuk menyambut sesuatu yang di anggap sakral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena untuk merubah penampilan menjelang lebaran sudah menjadi (aku lebih suka menyebutnya penyakit) budaya yang sulit untuk ditinggalkan masyarakat kita. Mulai dari anak-anak (yang memang dari kecil diajarkan untuk konsumtif) sampai orang dewasa bahkan orang tua, semuanya larut dalam pesta(?), tanpa pernah berpikir apa sebenarnya hakikat dari pada puasa dan hari raya itu sendiri. Baju baru, sepatu baru, kenderaan baru bahkan, menjadi suatu yang wajib ada. Tanpa sadar kita harus bersusah payah untuk mendapatkan itu semua. Kita seperti dijajah untuk 'wajib' mendapatkan itu, walau kadang modal yang ada tidak cukup untuk menyediakan semua yang dikatakan oleh ritual budaya 'sesat' itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah ada yang salah?&lt;br /&gt;Jawabannya tidak ada yang salah dengan perilaku kita, jika kita sadar dengan perilaku yang kita lakukan. Tapi yang terjadi adalah, hedonisme seakan menjadi tuhan dan konsumtifisme seakan menjadi agama baru. Individualistik tumbuh subur dipupuk oleh media yang juga seakan menuhankan kapitalisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah pernah terpikir jika kita sedang berlomba untuk saling menampakkan kehebatan satu sama lainnya? Kehebatan yang memang sudah pasti semu, bila dibandingkan dengan tuhan yang katanya selalu kita sembah ketika ramadhan. Kehebatan yang memang tidak sebanding dengan jeritan hati kaum yang tidak mampu menerima panggilan budaya 'sesat' itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks ini perilaku budaya dan agama menjadi penjajah baru terhadap ketimpangan sosial pada realitas masyarakat kita. Ritual yang selalu kita banggakan ternyata menjadikan kita buta akan kepedulian yang semestinya menjadi harapan. Ritual ini mengiring manusia kepada perilaku asosial, individualistik dan pastinya mengikis habis spirit kritis yang pernah ada, (kalaupun ada).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita perlu suatu kajian kritis terhadap ritual budaya yang memang tidak pernah ada argumentasi kebenaran. Janganlah menjadikan ritual seperti Meugang, Lebaran, Buka Puasa sebagai moment untuk menampar saudara kita yang lemah dan memanjakan mereka yang hidup dalam kemewahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah selayaknya ritual budaya dan agama tidak menjadi legitimasi terhadap praktek kolonialisasi dan hedonisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-333925299942466711?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/333925299942466711/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=333925299942466711' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/333925299942466711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/333925299942466711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2008/09/ketika-hedonisme-bersandar-atas-nama.html' title='Ketika hedonisme bersandar atas nama budaya.'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-5500869488138948942</id><published>2008-09-27T14:08:00.000-07:00</published><updated>2008-09-27T14:23:28.871-07:00</updated><title type='text'>Apa yang harus aku tulis?</title><content type='html'>Apa yang harus aku tulis&lt;br /&gt;ketika angin tertawa di antara lambung dan ususku,&lt;br /&gt;Ketika pagi menanti penuh perangkap,&lt;br /&gt;Ketika pekiknya menembus tembok dan jeruji bui serdadu,&lt;br /&gt;Diantara heningnya fajar kota&lt;br /&gt;yang telah mendiamkan gerak pemberontak di kaki bukit negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang harus aku tulis&lt;br /&gt;jika yang aku tulis menyuburkan lapar di trotoar&lt;br /&gt;jika yang aku tulis membuatnya terus mengerang..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-5500869488138948942?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/5500869488138948942/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=5500869488138948942' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/5500869488138948942'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/5500869488138948942'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2008/09/apa-yang-harus-aku-tulis.html' title='Apa yang harus aku tulis?'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-8907424258077909169</id><published>2008-09-26T22:55:00.000-07:00</published><updated>2008-09-27T00:04:49.614-07:00</updated><title type='text'>Walau semalam, sempakku pernah menghuni kamarmu!</title><content type='html'>Hahaha,&lt;br /&gt;Seru jika aku awali posting ini dengan ketawa...!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin, kawanku si Pulu-betina pastinya- mau minjamin laptopku. Udah beberapa kali aku telepon dia, dan janjinya tunggu di kampus. Tapi, ntah aral melintang apa yang terjadi, pertemuan di kampus tak terjadi. Hingga, sore ketika hendak keluar kubawa laptopku ke rumahnya. Sampai kerumahnya, karena malas aku bawa-bawa tas kutitip aja tas sekalian sama dia. Aku gak berpikir, kalo ada 'sarung si agam' ku di dalam tas(?).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin malam, ngopi di Cek Wan. Dia bawa tas aku serta laptop pastinya. Sambil marah-marah dia bilang, "Kurang ajar ke ya, sempak ke tarok di tas. Ke pegang pula sama aku, hiiiii".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hhahahaha, aku cuma jawab, "walau semalam, sempakku pernah menghuni kamarmu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hahahaha..&lt;br /&gt;wkakakawkaka...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-8907424258077909169?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/8907424258077909169/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=8907424258077909169' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/8907424258077909169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/8907424258077909169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2008/09/walau-semalam-sempakku-pernah-menghuni.html' title='Walau semalam, sempakku pernah menghuni kamarmu!'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-3102703775929792175</id><published>2008-09-20T11:17:00.000-07:00</published><updated>2008-09-20T13:58:09.474-07:00</updated><title type='text'>Dari ruang mapala yang meubura sampai cerita tentang satifa.</title><content type='html'>Huffhh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Capek, sumpek, ngantuk, malu, kena ulok lagi..&lt;br /&gt;hehe, ini perasaan yang aku alami hari ini, Sabtu, 20 September 2008 atawa 20 Ramadhan 1429 Hijriah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo soal capek, emank seharian aku dijajah oleh rasa yang bernama capek. Bangun jam 09.00 langsung mandi, ke kampus, ngurusin mapala yang yang bokek mencari dana untuk kenduri. Belom lagi mimpi ke puncak Leuser lewat jalur selatan semakin menggebu, di tambah lagi dengan tingkah birokrasi kampus yang semakin tak bersahabat dengan kreatifitas mahasiswa. Inilah yang keadaan yang membuat kami terus merangkak walau umur tak lagi seumur bayi, tak lagi menyusui, dan sudah mulai mengenal cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumpek.. Dari kemaren sore tubuhku tak menyentuh air (atau malas?). Bayangin aja, suhu Banda Aceh hampir 36 derajat, mencoba memenuhi janji tempo hari untuk ke kampus dengan segudang masalah. Belom lagi Gogon yang sok cool gak memberi kabar tentang workshop qanun KKR di LBH. Walau ba'da dzuhur dia sms aku untuk kasih penjelasan, tapi apa boleh buat yang namanya sumpek telah menjajahku hari ini. Walau frekuensinya tak selama Belanda menjajah Jawakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngantuk.. wah, gini ceritanya. Sebenarnya aku salah ikot workshop. Bayangin aja, workshop mengkritisi draft qanun KKR versi masyarakat sipil, yang notabenenya disusun oleh pakar hukum dan aktivis LSM yang ada di Banda Aceh. Kemudian, dengan sok patennya aku sama Gogon yang berstatus mahasiswa jalanan datang untuk ikut gabung. Yang ada bukannya mengeluarkan ide untuk mengkritisi draft qanun tersebut, tapi kami hanya MENCOBA MEMAHAMI isi dari draft qanun itu. Dan kemudian ditambah lagi jarang duduk di ruangan ber-AC plus rasa malas terus bertambah, terjadilah yang namanya NGANTUK. Sifat dasar manusia yang diproduksi oleh rasa malas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malu.. Sehabis workshop sambel menunggu waktu buka puasa (emank puasa?), lagi ngobrol sama kawan-kawan peserta lainnya. Ada Hospie, senior aku dikampus yang udah sarjana, yang pasti diantara sekian banyak senior dia yang paling aku segani. Ada juga bang Hendra, si pakar ulok itu, yang telah membuat malu aku di depan Hospie. Bang Hendra bilang ke Hospie, kalo aku pengen kenalan dengan Hospie. Bisa dibayangkan, kemana harus aku &lt;span style="font-style: italic;"&gt;culok &lt;/span&gt;muka aku, kalo ada tong sampah mungkin kesitu akan kulabuhkan muka ini (muka pun emank hancur, ngapain dipikirin kali). Dan kemudian cerita ini berlanjut lagi ke Solong, walaupun aktor brengseknya bukan lagi bang Hendra, tapi Fachroel, rekannya Hospie di LBH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senang walau kena ulok.. Haaa.., ini yang asik. Sebelum ke Solong, aku menyempatkan diri menjenguk saudara-saudari kampus di Mbak Moel yang lagi buka puasa rame-rame, dan kemudian orang ini ngajak lanjutin ke My Breed ( maaf kalau nulisnya salah, aku sendiri lebih suka menyebutnya dengan My Broett.. Upz..). Udah lama gak ngumpul ma orang-orang ne, semenjak alam mengubah pikiranku tentang kehidupan, semenjak jalanan memaksaku mengukur setiap jejak yang terlangkah, walau sekarang jejak itu tetap terlangkah di troatoar malam dan heningnya rimba Samahani.&lt;br /&gt;Berkumpullah saudara-saudari lama se PHI-PIH, dari jantan sampai betina, Budonk, Gogon, Inank, Erlis, Alsha, plus betina yang hampir menggapai toga almamater kampus, Icha Melisa. Disinilah tragedi sial (paling sial mungkin) terjadi. Mulai dari Gogon yang memancing cerita tentang Satifa(?) sampai tentang penampilanku yang katanya udah rapi (emank iya?) sejak mengenal betiana itu. Mulai dari cerita tentang Eci dan Dek yank yang gak datang sampai diskusi tentang beasiswa S2 dan les bahasa inggris. Mulai dari sepupu Erlis leting 2008 yang lagi dekat sama Gogon sampai dengan Icha yang gak pengen punya anak dan gak mau kawen dulu sebelum dapat gelar S2 nya(munafik kali ya? hehe). Sampai ujung-ujung nya terarah padaku dengan cerita Satifanya. Aduh, capek dah. Udah lama gak ngumpul, sekali ngumpul kena ulok sampe merah muka, sampe gak bisa ngomong lagi, sampe harus cari toilet, sampe harus memaksa kerongkongan menelan asap Malboro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai akhirnya si Icha meminta aku buatin blog untuknya ( idiih, cante'-cante', pandai ngulok, tapi gaptek! hahahahahaha).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huffhh..&lt;br /&gt;untuk kalian, semoga bisa membantuku mengukur jejak yang terus bertambah di setiap sudut bumi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thanks To Your Support..&lt;br /&gt;Thanks To Your Smile..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thanks To Lestari...!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-3102703775929792175?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/3102703775929792175/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=3102703775929792175' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/3102703775929792175'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/3102703775929792175'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2008/09/huffhh.html' title='Dari ruang mapala yang meubura sampai cerita tentang satifa.'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-4797757729300524201</id><published>2008-09-16T09:57:00.000-07:00</published><updated>2008-09-16T11:43:02.380-07:00</updated><title type='text'>My girl, tell me where do you sleep tonight.</title><content type='html'>My girl, malam semakin larut. Purnama pun semakin redup, ditelan awan yang sedang merangkak. Aku tak tau harus berbuat apa, dari pagi kita bersenda tanpa orang tua yang mau tau.&lt;br /&gt;Keberadaan kita terancam oleh munafik nya manusia sekarang, aku tak mau bermandi lumpur di kampung sebelah atau jadi tontonan gratisan selepas jum'at di mesjid jami' mukim kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My girl, hidup kadang tak sehebat yang kita bayangkan dulu, tak seindah yang kita impikan sekarang. Jangan kau janjikan bulan dan bintang itu untukku, tapi aku mau kau selalu berada disampingku dibawah sinarnya. Bulan dan bintang itu hanyalah seper seribu dari unsur alam ini, begitu juga aku, kau, kita dan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My girl, tak pernah terbayangkan bila malam ini aku harus berjalan tanpa nafasmu. Dekapmu seakan menyiratkan fatwa dokter yang kita temui siang tadi, yang berlagak seperti Izrail si pencabut nyawa. Takdir sudah pertemukan kita, bukan mereka, dia, apalagi orang tua kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My girl, where do you sleep tonight, jika jalan pulang yang ada penuh dengan ranjau yang munafik, jika peraduanmu sekarang hanyalah pangkuanku, jika perkataan dokter sombong itu betul adanya dan jika Izrail sedang mengintaimu dari balik redupnya awan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My girl, sekarang kau terlelap disini. Mungkinkah ini lelapan terakhirmu di pangkuanku, atau ini hanyalah paranoidku karena terlalu mendengar kata-kata dokter breksek itu. Jika yang kupikirkan betul adanya, lelaplah dengan lelap terindah yang pernah ada, sampaikan salamku pada semua penghuni alammu yang kau jumpai nanti, kabarkan bahwa disini penuh manusia-manusia kerdil yang munafik, penuh ranjau yang ditanam oleh mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My girl, kabarkan juga tentang alam disini yang tak lagi lestari, tentang dokter yang breksek itu, yang enggan melepas sepatu nya dikala memasuki kamar pasien, padahal tulisan larangan bersepatu di kamar pasien terpampang sedemikian besarnya di dinding rumah sakit. Tentang serdadu yang tak pernah ramah, tentang orang tua kita yang selalu tersenyum setiap berjumpa dengan raja negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My girl, betinaku, lelaplah dengan lelap terindah yang kau punya. Karena tuhan mulai menampakkan kuasanya pada kita. Awan yang redup bertambah redup, tapi Izrail tak lagi bersembunyi, karena dia di depan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My girl, tersenyumlah. Karena kuyakin kau adalah betinaku yang jantan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-4797757729300524201?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/4797757729300524201/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=4797757729300524201' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/4797757729300524201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/4797757729300524201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2008/09/where-do-you-sleep-tonight.html' title='My girl, tell me where do you sleep tonight.'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-2730789302759682075</id><published>2008-09-14T23:03:00.000-07:00</published><updated>2008-09-15T02:21:38.064-07:00</updated><title type='text'>kebiasaan itu berbuah kefatalan.</title><content type='html'>Kebanyakan manusia sepertiku punya kebiasaan aneh dalam merintis detik-detik kehidupan, begadang dan bangun kesiangan. Bagiku itu terjadi kadang-kadang, gak selamanya begitu dan gak begitu selamanya. Tapi sekarang, aku baru bangun kesiangan, langsung mandi dan buka komputer. Kebetulan dari dini hari tadi aku di Endatu Studio, tempatnya para petualang berkreasi, hehe. Di sini lebih lumayan dari rumahku, karna dapat fasilitas hotspot gratis dari tetangga sebelah, Gerak Aceh. Dan ( lagi-lagi ) orang sepertiku tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, mumpung gratis!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kemaren-kemaren aku udah janji ma kawan-kawan untuk tunggu di sekret, ada yang perlu aku omongin, evaluasi. Tentang kenduri yang sekarang sudah berubah makna dalam perjalanannya, kalau dulu orang di kampung-kampung melaksanakan kenduri buka puasa sebagai bentuk rasa syukur dan berbagi bersama anak yatim, tetapi sekarang kenduri buka puasa lebih mengesankan euforia dan hura-hura. Namanya aja bukan kenduri lagi, tapi Bubar, Buka Bareng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siap mandi kuhubungi manusia-manusia yang kuanggap bisa membantu membawaku ke kampus. Walau mungkin telat seperti yang sudah kujanjikan dengan kawan-kawan, aku berusaha untuk bertanggung jawab atas apa yang telah aku buat. Fatal! membuat orang menunggu adalah hal yang paling memuakkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah 2 jam tak satupun batang hidung manusia yang kumaksud menampakkan diri. Aku mulai frustasi, sendiri, pulsa Hp gak ada, kereta apa lagi. Tadi malam aja aku diantar sama gogon kesini, itupun harus sabar nunggu dia siap nonton bola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seep buraaa..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nanti sore, pak Badak ngajak buka puasa di Cek Wan, waroeng kopi langganan kami. Sudah dari 3 tahon yang lalu aku betah disitu sama kawan-kawan mapala, walau sesekali aku singgah ke Solong untuk mendengar berita politik dan isu yang lagi hangatnya di kalangan mahasiswa, politikus dan masyarakat tentunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah seminggu lebih aku gak pulang kerumah, sahur gak, apalagi buka puasa. Walau kadang-kadang orang rumah sering bertanya tentang langkahku, tapi aku gak peduli amat. Biarin, bagi aku lebih senang berbagi kebahagiaan ketika berbuka dengan manusia-manusia yang lagi jauh dengan keluarga alias kawan-kawan yang ngekost disini. Aku kesenangan lain yang timbul ketika sama-sama tertawa selepas berbuka walau rokok sepancung berdua. Yah, itulah arti hidup bagiku. Hidup adalah soal keberanian, keberanian untuk berbagi, keberanian menghadapi segala resiko, keberanian untuk menerima apa yang terjadi dan juga keberanian untuk mengatakan tidak pada yang tidak serta ya pada yang ya. Jika aku boleh meminjam kata-kata Diyus Hanafi, ini adalah wilayah pertarungan mental, kalau tidak sanggup silakan pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah seminggu juga aku gak punya kenderaan, walau kemaren beberapa hari sempat menkmati Force One nya adekku. Tapi, kereta cengeng itu kembali memogokkan dirinya, sehingga membuatku mendamparkannya di dermaga gudang rumahku. Ah, susah ya gak ada kenderaan, mau kemana-mana terhalang kondisi. Dari tadi aku pengen ke kampus, tapi apa boleh buat gak sanggop. Kalau dulu-dulu, dari sini aku sering jalan kaki ke kampus. Gak jauh-jauh amat, cuma 2 kilo-an. Berbekal gengsi yang tidak pernah disandang tubuhku dan juga mata untuk melototin pemandangan Krueng Lamnyoeng, jadi deh aku ke kampus plus badan sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yupz..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih di depan komputer, manusia-manusia belum datang, aku udah gak sabar nunggu waktu buka puasa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-2730789302759682075?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/2730789302759682075/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=2730789302759682075' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/2730789302759682075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/2730789302759682075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2008/09/kebiasaan-itu-berbuah-kefatalan.html' title='kebiasaan itu berbuah kefatalan.'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-5177130227509466670</id><published>2008-09-14T06:00:00.001-07:00</published><updated>2008-09-14T07:32:59.564-07:00</updated><title type='text'>Antara kopi, purnama, betina dan taraweh</title><content type='html'>Dari tadi sore aku nunggu gogon untuk ngopi, buka puasa ( emank puasa? haha ) dan juga diskusi di Solong, sebuah bengkel &lt;span style="font-style: italic;"&gt;peh rantam &lt;/span&gt;di kota Bandar. Walau akhirnya nasib tak berpihak padaku untuk meneguk secangkir kopi gratis dan juga mendengar mereka bercoleteh tentang politik, sehingga kupaksakan mataku untuk menatap komputer lebih lama lagi, dan kemudian lahirlah postingan kolot ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini almanak menunjuk pada 14 Ramadhan 1429 Hijriah, artinya sekarang purnama sedang menampakkan wajah tampannya kepada semua penghuni bumi. Ngomong-ngomong tentang purnama, hayalanku langsung terbang ke peraduan sang betina yang sekarang entah dimana rimbanya. Betina yang selalu mengingatkanku akan setiap purnama yang datang, tentang cahaya bintang yang tenggelam oleh angkuhnya purnama, dan juga tentang vampire yang bermunculan di eropa bagian utara, di kastil yang berdiri megah di Budhapest. Dia juga yang telah mengingatkanku akan pentingnya sebatang rokok di tengah keringnya ide di depan cahaya komputer yang mengancam kehidupanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah tembang lawas Bukan Pujangga nya Base Jam menemaniku detik ini, tembang yang juga mengingatkanku akan masa-masa mencari cinta monyet di bangku SMP dulu, hingga monyetku sekarang telah menjadi teman orang di atas ranjangnya. Tembang ini juga yang telah menenggelamkan kamarku dari suara azan taraweh di meunasah kampungku. Walau purnama di luar cukup tampan, nampaknya aku lebih &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kerasan &lt;/span&gt;berada di depan komputer ini dengan segala uneg-uneg yang sedang kutumpahkan kelayarnya. Mungkin hanya pesan dari betina itu yang dapat mengubah niatku untuk menatap sang purnama diluar sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taraweh mungkin akan ( lag-lagi ) terlupakan malam ini. Entah kapan aku bisa mencium tikar lusuh di meunasah. Sampai tua mungkin aku akan selalu begini, walau aku tak punya mimpi untuk itu, mimpiku tetap untuk mencium tikar pandan lusuh yang ada di tanoh endatu ini. Dari tadi sore juga sudah dua pesan masuk ke handphone ku yang menampakkan berita tentang kopi yang nikmat di bengkel-bengkel kopi kota bandar. Ah, kantongku udah kering dari kemaren, mungkinkah aku bergerak kesana. Mungkin harapku akan ada kelebihan dari mereka, untuk berseduh bersama sambil berceloteh tentang politik, cinta, betina, sampai soal kuliah yang terhalangi tembok birokrasi, atau ceritaku tentang rimba yang selalu menantang nyali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kopi selalu membuatku ingin berlama-lama, dalam kondisi apapun pastinya. Mungkin aku telah menerima 'kutukan' sebagai orang Aceh, kutukan yang menyebabkan kopi sebagai nyawa kedua ataupun mantra pemulus kehidupan. Hari demi hari tak bisa dilewati tanpa kopi, tanpa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;peh rantam&lt;/span&gt;, dan pastinya bertemankan rokok. Jika pun nanti purnama itu redup, tak akan bisa melupakan secangkir kopi dengan rokok J tentunya, kecuali taraweh yang akan menjadi lawan bagi meja kopi. hehehe,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika nanti aku bisa membangun kembali istana mimpi, akan ada suatu mimpi bersama betina, ditemani purnama, selepas taraweh dan tentunya dengan kopi serta rokok secuil atau sepenggal.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-5177130227509466670?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/5177130227509466670/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=5177130227509466670' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/5177130227509466670'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/5177130227509466670'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2008/09/antara-kopi-purnama-betina-dan-taraweh.html' title='Antara kopi, purnama, betina dan taraweh'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-8948668117500949315</id><published>2008-09-14T02:46:00.000-07:00</published><updated>2008-09-14T03:04:16.886-07:00</updated><title type='text'>Ruang dan waktuku tak cukup untuk betina sepertimu</title><content type='html'>Ingin kulompati tembok senja&lt;br /&gt;terus, sampai lutut ini robek..&lt;br /&gt;ingin kutaklukkan tebing yang angkuh&lt;br /&gt;walau kutau mereka selalu menertawai dan selalu bertanya,&lt;br /&gt;apa yang sedang kulakukan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betina itu terlalu tinggi&lt;br /&gt;untuk seekor &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jampoek &lt;/span&gt;sepertiku&lt;br /&gt;walau malam yang mereka lihat adalah gemerlap,&lt;br /&gt;bagiku tak lebih dari gelap, hitam, suram..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi mereka malam menghadirkan bintang&lt;br /&gt;bagiku malam mendatangkan lapar,&lt;br /&gt;teriakan bocah-bacah talanjang&lt;br /&gt;dan raungan betina di kandang sapi yang disodok kuda liar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trotoar adalah rumah&lt;br /&gt;ruang dan waktu&lt;br /&gt;sepi dan pengap&lt;br /&gt;hingga pagi kembali dengan membawa konflik baru..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-8948668117500949315?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/8948668117500949315/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=8948668117500949315' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/8948668117500949315'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/8948668117500949315'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2008/09/ruang-dan-waktuku-tak-cukup-untuk.html' title='Ruang dan waktuku tak cukup untuk betina sepertimu'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-4792793433283290598</id><published>2008-09-08T15:33:00.000-07:00</published><updated>2008-09-08T16:47:17.245-07:00</updated><title type='text'>Kali ini ku harus bermimpi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br/&gt;Kuliah semester udah mulai lagi minggu ini, aku kembali melukis tekad seperti semester-semester sebelumnya yang tidak satupun tercapai. Mulai dari IP bagus, rajin kuliah, sampai kegiatan Mapala yang segudang, tapi yang agak beruntung cuma satu, kegiatan Mapala melewati target ( hebat? ), dari puncak Seulawah sampai lembah Poe Meurah di Samahani. &lt;br/&gt; &lt;br/&gt;Aku udah mulai lega dan untuk semester ini selangkah udah lebih maju, KRS udah aku susun jauh-jauh hari sebelum kuliah. Tidak seperti semester sebelumnya yang selalu telat. Bahkan lebih ngeri lagi, semester kemarin mata kuliah ku tidak terdaftar satupun. Padahal aku telah meng-online nya dengan 'baik dan benar'. Untung, setelah proses lobi semua bisa terkendali walau agak brigeun aku dibuatnya.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Tapi, untuk semester ini aku agak beda ( mungkin cuma perasaan aku aja? ), dari mulai organisasi sampai ke kuliah. Semuanya ingin kulahap, rakus, gereuda, sampai greedy ( gak apa-apa kan atas nama kebaikan? ).&lt;br/&gt;Untuk mapala, mimpiku adalah mencium pilar bersama bendera merah kebanggaan Mapala Hukum di puncak Leuser. Tapi, aku pengen nya pake jalur selatan, karena disitu tantangan nya lebih berbobot. Kalau pake jalur tenggara gak ada apa-apa nya, karena semuanya udah tersedia. Mulai dari guide yang sangat berpengalaman, jalur yang mulus seperti jalan tol Cengkareng, sampai dengan serma ( pengangkut barang yang diupah, istilah ini berasal dari tibet karena sebagian besar penduduk disana bekerja sebagai pengangkut barang para pendaki ke puncak Everest ).&lt;br/&gt;Kalau pake jalur selatan tidak ada semua itu, kecuali pawang dari kampung terakhir yang kita bawa. Konon, bisa dihitung jari para pendaki yang bisa melewati jalur selatan ini. Mulai dari medan yang selalu tawar menawar dengan nyawa kita, binatang buas, lumpur hidup, sampai dengan hawa yang jarang dilewatati manusia.&lt;br/&gt;Kelompok pendaki sekaliber Wanadri saja baru bisa tembus pada pendakian yang ketiga, kemudian tim Mapala UI mengantar nyawa seorang kawan nya pada tahun 1996. Dan yang paling penting adalah kawan-kawan Mapala dari Aceh belum ada yang berkarya di jalur selatan tersebut. Jika mimpi ku nanti tergenggam, maka sudah sewajarnya aku berbangga diri.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ini baru mimpiku, kawan-kawan di sekret belum ada yang tau. Dan jika pun postingan ini nanti terbaca sama mereka, aku berharap menjadi suplemen plus penyemangat mereka. Walaupun nilai pesimistis selalu lahir dalam forum kami, optimis selau selangkah lebih tinggi. &lt;br/&gt; Mimpi yang indah adalah mimpi yang selalu terjaga ketika kita siap mengambilnya. Maksudnya adalah ketika semua angan-angan telah terancang, kita siap untuk menjalankan nya. &lt;br/&gt; &lt;br/&gt;Dan untuk kalian yang membaca postingan ini, ingin kukabarkan bahwa bagi kami ini adalah wilayah pertarungan mental!, jadi tidak ada ruang dan waktu untuk bermanja.&lt;br/&gt;Do'a kan agar mimpiku tergenggam, bukan celotehan ataupun dengan retorika tapi dengan tangan kami..&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Thanks To Lestari..&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-4792793433283290598?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/4792793433283290598/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=4792793433283290598' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/4792793433283290598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/4792793433283290598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2008/09/kali-ini-ku-harus-bermimpi.html' title='Kali ini ku harus bermimpi'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-3464226462197488315</id><published>2008-09-07T00:46:00.000-07:00</published><updated>2008-09-07T03:53:44.068-07:00</updated><title type='text'>Bilangan Fu, kaya makna tapi miskin daya sihir.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SMORb8f8QgI/AAAAAAAAABE/OZzutVOdNnU/s1600-h/Bilangan+Fu.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SMORb8f8QgI/AAAAAAAAABE/OZzutVOdNnU/s320/Bilangan+Fu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5243194300471984642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Judul di atas, bukan atas dasar hasil analisa aku, tapi kritikan yang dilayangkan sastrawan yang aku baca di salah satu media cetak ibukota. Yah, novel karya Ayu Utami tersebut yang paling aku cari saat ini, walaupun aku belum juga punya dua 'kakak' nya terdahulu, Saman dan Larung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilangan Fu, itu nama novelnya, sama seperrti novel-novel Ayu sebelumnya, penuh kontroversi. Berisi tentang kritik terhadap monoteisme, menurut Ayu agama dengan tuhan yang esa mendorong kekerasan belaka. Karena itu, Fu bukanlah satu. agama-agama bumilah, aliran-aliran kepercayaan, yang justru menciptakan kedamaian ( ???????????????, kontroversi gak?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Disinilah cerita tentang pasukan berjubah, yang menghardik dan menentang para penyekutu tuhan, akan tetapi bersekutu dengan perusahaan tambang perusak alam. Juga tentang upacara sesajen terhadap keberadaan Nyi Loro Kidul yang oleh penganut monoteisme dianggap syirik, tetapi dengan cara begitulah alam dapat terjaga ( coba pikir......!!!!!!!!!!!!????).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dahsyat: bagaimana setiap faset dalam no­vel ini berkorelasi satu sama lain. Isi yang menarik. Tema yang magnetik. Tapi, itulah, isi dan tema yang menarik ini tak dikemas dalam bentuk yang menarik juga ( ini menurut sastrawan pengkritik itu lho, bukan aku. aku aja belum baca). Bahasa dan metafora tak lagi menjadi bahan yang asyik seperti pada Saman atau Larung yang, dalam pujian Ignas Kleden, bercahaya seperti kristal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata mereka, Ayu kehilangan daya sihirnya. Sehingga membuatku semakin &lt;span style="font-style: italic;"&gt;meuhet &lt;/span&gt;untuk memiliki bukunya. Aku sendiri berpendapat, dari subtansinya memang menarik. Jarang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lho&lt;/span&gt; ada orang yang berani melawan arus terhadap budaya yang di anut masyrakat. Apalagi ini berbicara tentang hal yang sangat sensitif, agama. Karena semua tau, kebebasan menganut kepercayaan di negeri ini masih retorika belaka. Ahmadyah, jadi tumbal dari fanatisme suatu kepercayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi terlepas dari itu semua, Ayu selalu ada melahap semua yang mengangkang. Bersama Jenar Maesa Ayu, mereka selalu jadi korban ketidaksenangan rekan-rekan seprofesi. Lebel kiri selalu melekat, tanpa ada analisis yang lebih dalam. Kemudian, Bilangan Fu kembali lahir dari rahim Ayu Utami yang belum menikah, produksi dari birahinya yang semakin gerah terhadap kondisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, kalau dari segi kata-kata, aku gak berani komentar bro. Gak cukup referensi ne, apalagi sampai harus jadi kritikus satra macam di atas. Tunggu aja nanti, kalau aku jadi penulis ulung seperti Ayu Utami atau bahkan seperti si 'buruk merak' Khairil Anwar, atau juga seperti penyair Rendra. Atau paling enggak, tunggu aja ketika Bilangan Fu bertengger di lemari buku aku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-3464226462197488315?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/3464226462197488315/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=3464226462197488315' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/3464226462197488315'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/3464226462197488315'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2008/09/bilangan-fu-kaya-makna-tapi-daya-sihir.html' title='Bilangan Fu, kaya makna tapi miskin daya sihir.'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SMORb8f8QgI/AAAAAAAAABE/OZzutVOdNnU/s72-c/Bilangan+Fu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-5361408413677997194</id><published>2008-09-06T11:44:00.000-07:00</published><updated>2008-09-06T12:56:26.623-07:00</updated><title type='text'>cinta sepotong selada..</title><content type='html'>&lt;br/&gt;tadi ngopi bareng Anas plus manusia-manusia 'alpa taraweh' di Solong, salah satu republik kopi yang ada di kota bandar. Anas, si toke selada, begitu aku menyebutnya, mantan &lt;i&gt;gondronger&lt;/i&gt; ulung, sampai-sampai harus aku bilang mirip 'alu'.. hehehe,&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;tapi ini bukannya mau ngomong tentang buku kepala si gam bakai itu, ini tentang ladang selada miliknya yang tak lagi terurus karna sang pengurus sibuk dengan urusan pink atau kena sindrom virus pink.. hahaha ( jatuh cinta juga dia rupanya)..&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Tapi aku gak yakin..&lt;br/&gt;selada aja gak sanggop urus, apalagi seekor betina yang gak jelas juntrungannya.&lt;br/&gt; gak pecaya liat aja, &lt;br/&gt;pasti akan ada episode CINTA SEPOTONG SELADA di meja kopi selanjutnya..&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;hehehehe,&lt;br/&gt;thanks..&lt;br/&gt;udah mau baca celotehan ini..&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-5361408413677997194?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/5361408413677997194/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=5361408413677997194' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/5361408413677997194'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/5361408413677997194'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2008/09/cinta-sepotong-selada.html' title='cinta sepotong selada..'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-7074398385682371702</id><published>2008-08-26T08:46:00.000-07:00</published><updated>2008-08-26T09:07:51.513-07:00</updated><title type='text'>Detik ini terlalu panjang untuk dipendekkan</title><content type='html'>Kandang Mapala Hukum..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang lagi di depan filing cabinet pengurus, seperti ingin kucumbu ini barang. Radio tua terus merepet di sudut sana dengan tembang lognus nya, iklan politik basi, juga berita tentang ibu yang diperkosa anaknya tadi malam di pinggiran kota ini. Sesekali diselingi gelak tawa anak muda yang menurutku terlalu globalisme ( berlebihan mungkin pendapatku?).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, pagi sedang merambat pelan merubah status hari menjadi siang. Aku masih terpaku di sini, mungkin ada mur dan baut ukuran sepuluh yang memaku tubuhku disini. Sebentar lagi ujian, yang ntah untuk apa diuji dan apa yang diuji. Selama aku kuliah di kampus  betty ini tidak pernah ada seorang pun yang pernah memuntahkan arti itu ke otakku yang buntu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nanti sore (mungkin) betina itu datang, wajahnya terus memupuk ladang gersang di hati ini. Laksana lahar yang keluar dari kawah puncak merapi dan menjadi berkah bagi segenap penduduk negeri. Dia bukan apa-apa, sehingga membuatku semakin sadar bahwa aku bukan apa-apa. Ini bukan persoalan ekonomi, sosial budaya, apalagi politik!, yang emank jelas amat sangat berbeda. Walaupun aku lebih senang menggelutinya selama ini. Walaupun dunia mungkin akan stag, jika tanpa adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika aku boleh meminjam istilah sahabat mayaku di negeri Jawa sana, sekarang lah saatnya untuk berhadapan dengan kontradiksi realitas. Ya, itulah dia. bentar lagi ujian dan setelahnya si betina datang !, jika ujian datang aku berang, maka betina datang aku senang. Jika ujian datang aku senang, maka betina datang aku berang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, mungkinkah??&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-7074398385682371702?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/7074398385682371702/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=7074398385682371702' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/7074398385682371702'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/7074398385682371702'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2008/08/detik-ini-terlalu-panjang-untuk.html' title='Detik ini terlalu panjang untuk dipendekkan'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-6587110783296387517</id><published>2008-08-25T01:41:00.000-07:00</published><updated>2008-08-25T02:16:33.767-07:00</updated><title type='text'>Kepalsuan itu bernama 17 Agustus</title><content type='html'>Ada sebuah foto dengan Soekarno ( yang memang aku anggap bapak bangsa) memegang selembar kertas diapit oleh Moh. Hatta sedang berpidato (atau ntah apa, karna menurutku gambar itu tak bisa berbicara, jadi aku tak mendengar apa yang diucapkannya) kulihat di buku sejarah anak sekolah dasar kelas 5.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang (bahkan semua) mengatakan itu adalah saat dimana Soekarno dan Hatta memploklamirkan kemerdekaan Republik Indonesia, aku percaya, dan aku bangga betapa keberanian untuk meletakkan pondasi awal negara (yang akhirnya jadi penjajah) ini ada pada Soekarno dan Hatta dan juga kroni-kroni yang laen yang tak termaktub dalam sejarah kelam bangsa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak mau membahas tentang masa dimana Soekarno, Hatta, Tan Malaka, Cokroaminoto, Yamin, dll, bergelut ide membangun negara penjajah ini ( walaupun dulu mereka tak pernah bermimpi jadi begitu). Ada masa dimana sekarang kita bermain dengan kemunafikan dan nafsu yang buas. Dari mulai  RT sampai Presiden jadi lahan dan kubangnya para manusia buta moral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin, aku nonton warga manjat pinang di kampung (?), ada wacana aktual yang muncul filosofi panjat pinang lah yang selama ini menaungi bangsa Indonesia ini. Serakah jadi modal utama, seterusnya sikut dan menyikut jadi bumbu selanjutnya untuk mecapai sebuah kedigdayaan yang tiada guna (maaf, bila aku tak melihat nilai gotong royong dalam hal ini).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru-baru ini juga aku merasakan hawa (merah putih?) di seantero kota. Dari umbul-umbul sampai bendera di kenderaan harus ada, konon katanya bendera jadi unsur kelengkapan berkenderaan dan jika tidak ada pastinya kena tilang. Hati pun kembali bertanya, apakah nasionalisme dimaknai dengan selembar bendera di kenderaan atau di depan rumah ataukah juga kecintaan terhadap (tanah air?) bisa dipaksakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;uuh, dari pada di cap sebagai separatis atau pembangkang terhadap negara mendingan cukop segini ajalah muntahan aku, kapan-kapan kita lanjut lagi..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-6587110783296387517?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/6587110783296387517/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=6587110783296387517' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/6587110783296387517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/6587110783296387517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2008/08/kepalsuan-itu-bernama-17-agustus.html' title='Kepalsuan itu bernama 17 Agustus'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-7826125279292154589</id><published>2008-08-18T01:11:00.000-07:00</published><updated>2008-08-18T03:11:22.138-07:00</updated><title type='text'>Kasus Tanah Blang Padang, keberanian atau kelatahan Mawardy</title><content type='html'>Surat ini lahir tadi siang di warung sie kameng Simpang Surabaya, ketika diskusi sama bang Hendra, bang Agus, dan juga Aidit. Ditengah panasnya kota bandar dan juga nikmatnya sehabis melahap sie kameng Aceh Rayeuk. Surat ini juga lahir karena keherananku atas teori Hak Milik dalam Agraria ketika mengikuti kuliah di Fakultas Hukum Unsyiah. Dan klimaks nya adalah ketika statement Walikota Bandar tentang status hak milik tanah Blang Padang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua tau, jika dominasi militer di nanggroe ini belum tergantikan. Dalam segala aspek kehidupan militer ada, mulai dari bisnis keamanan, black criminal, sampai dalam ruang politik. Menilik dalam kasus Blang Padang, kita juga tau kalau plamflet di Blang Padang jelas-jelas tertulis 'Tanah ini milik KODAM IM'. Walau benak sering bertanya, kenapa bisa institusi negara memiliki tanah, tapi fisik tak kuat untuk menggugat akan hal itu. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kita memang butuh seorang david untuk membunuh goliath.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian terkabar dari kota bandar tentang walikota yang berani dan lantang mengungkap hal itu. Ia mengatakan kalau tanah itu bukan milik serdadu tapi miliknya rakyat Aceh. "Tanah ini milik masyrakat Aceh, militer hanya punya hak untuk dalam pengawasan dan penertiban supaya kawasan ini tidak dikomersilkan. Tapi tanah ini tetap milik masyarakat Aceh, bukan militer. Kapan pun Pemda membutuhkan untuk kepentingan rakyat maka dapat dipergunakan". Begitu kata Mawardy seakan ingin menumbangkan Goliath seperti  David.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serdadu pun gerah, kenapa ada David ditengah damai seperti ini, padahal dulu ketika perang semua bisa dibasmi. Opini pun terbang, mulai dari warung kopi di Ulee Kareng, forum-forum aktivis sampai dengan kantin kampus di Darussalam. Selidik punya selidik aku sepakat dengan dua hal yang termaktub dalam judul di atas, kelatahan atau keberaniankah yang terjadi dengan Mawardy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ini adalah keberanian, pertanyaan selanjutnya akan kembali datang, modal apa yang dimiliki Mawardy untuk menghadang langkah serdadu kolonial ini. Apakah Mawardy adalah David yang mampu menumbangkan Goliath si raksasa? aku rasa dia bukan David yang melegenda itu, pastinya ada sesuatu dibelakangnya. Pertanyaan selanjutnya adalah apa dan siapa dibelakang tersebut. Mungkin saja dari barisan pengusaha, politikus, mantan kombatan atau mungkin juga dari kalangan serdadu itu sendiri. Jika memang tak punya modal kuat jangan harap apalagi coba-coba untuk mengusik singa yang baru pulang dari medan perang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari catatan sejarah pun, Mawardy tidak lahir dari kalangan garis keras yang kreuh utak, baik itu kaum kiri maupun islam garis keras macam FPI dan kroni-kroninya atau dalam konteks Aceh bukan dari kalangan dayah yang bakai. Tapi Mawardy mengusung salah satu partai nasional yang sudah malang melintang dalam dunia penjilatan terhadap penguasa dan juga salah satu partai yang tak pernah berkutik apalagi berontak ketika serdadu melancarkan Operasi Pembunuhan Masal di Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga kawan-kawan yang menganggap ini adalah suatu kelatahan dari Mawardy, seperti kata salah satu peserta diskusi sie kameng tadi siang di Simpang Surabaya. Berpijak dari kondisi di atas, Mawardy terlalu latah untuk menggugat serdadu kolonial tersebut. Betapa tidak, bisa dihitung jari manusia-manusia yang berani mengambil resiko dengan serdadu, dan kebanyakan berakhir tragis. Mayat di simpang jalan, teror yang tak henti adalah ending dari sebuah kisah ketika berhubungan dengan serdadu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor lainnya adalah tidak adanya follow up dari fenomena gugatan Mawardy. Setelah kat-kata keluar dari mulut Mawardy tidak ada jalan keluar solusi yang dilakukan. Statement hanya sekedar penghias opini warung kopi dan pengisi headline surat kabar. Semua mata tertuju kesitu, tetapi tidak ada keberanian yang lahir kemudian dari kasus tersebut, semua pada diam berharap Mawardy menjadi tumbal dan serdadu pun hilang wibawa. Kesan yang lahir kemudian adalah kuah beu lemak u bek beukah, cucoe beu na melinte bek jiwoe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita berharap kolonialisme kaum serdadu dapat segera berakhir di nanggroe yang katanya sudah 63 tahun merdeka ini. Serdadu adalah penjaga rakyat bukannya jadi penghisap rakyat. Kita tak mau analisis para cerdik pandai yang mengatakan bahwa sebagian besar serdadu di negara dunia ketiga menjadi penjajah bagi rakyatnya.  Kita perlu serdadu seperti Jenderal Soedirman yang mengabdi kepada bangsa dan rakyatnya bukannya seperti Prabowo dan Wiranto yang mengeja pangkat dari darah rakyatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( Untuk B'Hendra terima lasih atas analisisnya, dan untuk B'Agus terima kasih atas sie kamengnya, untuk Aidit kutabung dulu terima kasihnya biar nanti aku muntahkan sekalian)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-7826125279292154589?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/7826125279292154589/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=7826125279292154589' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/7826125279292154589'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/7826125279292154589'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2008/08/kasus-tanah-blang-padang-keberanian.html' title='Kasus Tanah Blang Padang, keberanian atau kelatahan Mawardy'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-1624511528081989362</id><published>2008-08-17T06:48:00.000-07:00</published><updated>2008-08-17T13:04:57.894-07:00</updated><title type='text'>Pesan Dari Penghuni Kabut</title><content type='html'>Kuterima sms dari dia, mengabarkan tentang kalian yang sedang berjuang menggapai takhta di bumi Raja Linge, hayalanku langsung terbang diatas kabut yang menyelimuti kalian. Ingin kulihat isi piring makan kalian malam ini, ingin kudengar suara dari dalam tenda kalian, dan ingin juga kutertawa bersama kalian, ditemani kopi secangkir racikan rimba raya,roti tawar, dan juga rokok yang harganya tak seberapa itu, layaknya di pinggir pantai Calang dulu. apakah kalian masih bisa tersenyum dengan peluh yang bertarung dengan kabut dingin dan  segala hal yang orang sebut itu masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin, aku tak bisa mengantar kalian pergi, berita keberangkatan kalian hanya aku tau dari dia. Padahal jauh hari telah kalian amanahkan padaku untuk datang, waktu kalian bertandang ke kandang kami untuk mengeluh perihal perlengkapan. Walau kemudian apa yang bisa kami bantu tak seberapa, tapi aku yakin itu bermakna bagi kalian. walau nanti ransel yang kami beri kosong adanya, harapku akan semangat kalian tak pernah kosong apalagi hampa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam kamar pengab ini, hayalku yang terbang ke atas kabut Gereudong mengabarkan tentang kalian yang tak bisa diterawang, kabut terlalu tebal, hawa dingin menusuk sum sum, ditambah lagi lebatnya rimba Gereudong yang entah sampai kapan akan bertahan ditengah bernafsunya para cukong kayu, sehingga memaksa hayalku untuk kembali padaku  dengan segudang harap cemas, dan seribu asa harapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebulan yang lalu aku baru kembali dari bumi Linge, datang untuk sebuah misi yang kawanku anggap itu tabu. Berulang kali aku bolak-balik di kampung bekas perang itu, pastinya tak lupa kutatap megah dan angkuhnya Gereudong menjulang bak raksasa baik hati yang menaungi manusia-manusia korban perang itu. Saat itu aku baru bisa bermimpi kapan aku bisa masuk ke kabut tebal yang menyelimuti puncaknya, mengecup pilarnya, dan pulang dengan kabar suka bahwa aku telah bercumbu dengan dinginnya puncak Gereudong yang katanya penuh misteri itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai aku pulang ke Bandar Nanggroe, kudapat kabar kalian sedang berbenah menuju rimba yang aku impikan itu. Padahal aku baru bisa bermimpi kawan. Mungkin saat ini aku cuma bisa bermimpi untuk jadi seperti kalian. Dan mungkin pada saat jariku bergerak menumpahkan pikiran ini, kalian juga sedang bermimpi untuk dapat lebih dari apa yang sedang kalian dapat. Tapi, bukankah mimpi dan kenyataan yang dialami manusia itu berbeda kawan? Atau juga kalian akan membawa kabar bagiku untuk dapat menikmati mimpiku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai sekarang aku tak tau siapa saja yang sedang bercumbu dengan kabut Gereudong disana. Tapi, surat (jika kalian menganggap ini surat, atau ada nama lain yang kalian sebut) gelisahku ini kuhanturkan untuk semua penghuni istana PAL Caniva 51 di rerimbunan pohon kampung Limpok, dan juga untuk semua manusia yang bermimpi sama sepertiku. Semoga kita bisa kembali menikmati rokok pancung dan juga kopi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;balap&lt;/span&gt; di istana kalian atau entah dimana, sambil bercerita tentang betina yang lari ketika kita menapaki tebing dan rimba tuhan, tentang tembang lawas sang legenda Iwan Fals yang tak pernah diam di balik bukit, atau tentang kebun yang baru kalian garap di belakang rumah si Darni Daud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga juga kata lestari tak hanya jadi pemanis kata dalam forum tetapi jadi pelestari semua yang hampir musnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kalian manusia-manusia yang telah dimanusiakan oleh alam di PAL Caniva 51, semoga tetap semangat dalam menapaki jejak-jejak bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dariku, manusia yang pernah meminjam kamar mandi kalian dan segala perlengkapannya dan juga pernah merasakan daging meugang hari raya kemarin di istana kalian. Thanks To Lestari..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukom Kuala Mentaroe .._&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-1624511528081989362?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/1624511528081989362/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=1624511528081989362' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/1624511528081989362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/1624511528081989362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2008/08/pesan-dari-penghuni-kabut.html' title='Pesan Dari Penghuni Kabut'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-3808620790470865094</id><published>2008-08-15T07:31:00.000-07:00</published><updated>2008-08-15T08:29:20.250-07:00</updated><title type='text'>Luka 3 tahun MOU Helsinki</title><content type='html'>Hari ini, 15 Agustus 2008 genap 3 tahun perdamaian di rajut di lembah bersalju, kota Helsinki, Finlandia. Perdamaian yang diharapkan sebagai peredam luka konflik, di bawah moncong senjata, di dalam kerangkeng kekuasaan serdadu. Perdamain yang memiliki cita-cita akan adanya keadilan bagi korban, nyawa yang melayang dan juga hak yang terkekang.&lt;br /&gt;Hari ini pula, di lapangan Blang Padang yang sedang jadi sengketa, sekelompok anak manusia penghisap madu damai, melaksanakan pesta atas nama perdamaian, atas luka korban konflik yang mengharapkan rumah bagai api jauh dari panggang, sampai harus mengundang penghibur dari Jawakarta. Sedangkan luka rakyat Aceh yang terkoyak pasca MOU terus bercucuran tanpa ada perban yang mencoba membalutnya, apalagi luka yang terkoyak sebelum MOU ditoreh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atu Lintang, tragedi Nisam, sampai  pemerkosaan hak para pembela  HAM  terus terjadi di tanah yang selalu di dengung-dengungkan telah damai oleh para penjilat Jawakarta. Atu Lintang masih dianggap sebagai kriminal biasa, tragedi Nisam belum ada titik terang pengungkapan kasus hukumnya, yang paling baru adalah penyelewengan dana bantuan rumah korban konflik yang belum terungkap, kemudian ada lagi kasus PT. Bumi Flora yang menyeret aktivis LBH ke pengadilan karena didakwa melakukan provokasi terhadap masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menganggap ada sebuah euforia terhadap kedamaian dengan melupakan tujuan utama dari perdamain tersebut. Euforia yang telah mengabsahkan teori Snouch Hougronje ratusan tahun lalu tentang perilaku rakyat Aceh, '&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ureung Aceh saban uroe laloe ngoen peng griek'.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jika orang menganggap damai itu teramat penting, dan segala cara dihalalkan agar damai itu tercapai, maka ada yang lebih penting dari kedamaian itu, yaitu keadilan. Mustahil kedamaian tanpa adanya keadilan terhadap korban konflik, yang ada hanyalah pengekangan baru, penjajahan baru, kedamaian semu. Jika memang damai ini ditabuh di lembah bersalju yang sejuk, aku harap tidak mendinginkan perjuangan kita untuk mendapatkan hak. Dan jika memang banyak donor yang menghamburkan uangnya untuk mengisi perdamaian ini, aku harap tidak membutakan mata kita akan rumah saudara kita yang dibakar di gampong kita, akan hak mereka yang diinjak laras sepatu serdadu, dan juga inong nanggroe yang keperawannya direnggut serdadu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau jika memang itu tak bisa diwujudkan, lebih baik kita memanggul senjata lagi untuk berjuang. Bukankah tanah kita sudah ditakdirkan untuk terus dialiri darah syuhada? bukankah ketika kita bayi ibu selalu menimang kita dengan hikayat prang sabi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ini wilayah pertarungan mental tuan..!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-3808620790470865094?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/3808620790470865094/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=3808620790470865094' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/3808620790470865094'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/3808620790470865094'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2008/08/luka-3-tahun-mou-helsinki.html' title='Luka 3 tahun MOU Helsinki'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5427619772543764550.post-6165641530762416037</id><published>2008-08-14T20:43:00.000-07:00</published><updated>2008-08-14T22:36:08.794-07:00</updated><title type='text'>Aku ngeblog..!!</title><content type='html'>huh..&lt;br /&gt;siap dah..&lt;br /&gt;ka lheuh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hahahahahaha,&lt;br /&gt;hehehehehehe,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku dah mulai ngeblog ne bos. hana gapeutek le kalo kata orang nanggroe lon. dah ada modal bagi aku untuk begaya depan orang, depan parte, depan para aktivis (yang entah palsu) yang tiap sore menantang mataku untuk menatapnya di solong. Udah ada kuala (kanalisasi maksudnya) bagi aku untuk mencairkan pikiran, udah ada kesibukan baru, udah ada kerjaan baru, udah ada hobi baru, yang mungkin akan saling sikut dengan hobiku naek gunung atau climbing atau caving untuk meluluhkan hatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku gak tau harus menamakan ini apa, kata sambutan, atau posting perdana, atau juga kalam wahid. Terserah kalian ajalah sebagai qari postingku, yang pasti aku perlu coment. ha ha ha..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya budaya blogger dah ada sejak dulu, aku gak tau pastinya pertama kalinya blog dibuat, oleh siapa dan entah untuk apa. Dan mungkin juga kita nggak pernah tau apa yang ada dalam otak si empunya blog perdana tersebut.  Seperti teori  Konyol, sesuatu  hal yang besar  pasti dimulai dengan hal konyol,  percaya  gak?  tapi itu buktinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori Galileo tentang kehidupan membutuhkan waktu 100 tahun setelah kematiannya baru diakui oleh orang banyak dan para ilmuwan yang dulunya berada di garda terdepan untuk menentang teorinya. Mereka menganggap toeri Galileo konyol dan dengan segala cara menghasut Raja untuk menghukum mati sang Galileo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi entahlah, aku tidak mau berdebat tentang teori Galileo. Karena tidak ada lagi perdebatan bagi aku tentang itu. Aku sekarang punya KUALAIDE yang akan menampung mimpi aku akan nanggroe ku yang merdeka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimoeng geunaseh ateuh droen ban mandum..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5427619772543764550-6165641530762416037?l=kualaide.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kualaide.blogspot.com/feeds/6165641530762416037/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5427619772543764550&amp;postID=6165641530762416037' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/6165641530762416037'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5427619772543764550/posts/default/6165641530762416037'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kualaide.blogspot.com/2008/08/aku-ngeblog.html' title='Aku ngeblog..!!'/><author><name>Pemulung Makmur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14634398881417574532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_nMu1fqgJIIs/SNFL6xMHVrI/AAAAAAAAABY/fDdZNb9sS7Y/S220/jim-morrison-dr.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
